Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 102 Pantai



Terlihat sosok pria yang sedang berdiri di sekitar daratan bertanah basah yang selalu digenangi air.


‘’Kakak Wani, aku melihat rombongan dalam jumlah besar telah berhenti di negeri seberang. Selain itu, aku juga melihat pria itu di antara mereka.’’


Wani menoleh setelah mendengar laporan tadi. Matanya memicing sambil mengepalkan tangan. Ia bergegas pergi lalu berubah wujud.


......................


Beberapa jam setelah perjalanan, semuanya pun telah tiba. Tidak peduli sudah tengah hari, udara di sekitar tetap dingin seperti biasa. Raja Raion dan yang lainnya menuruni tandu sambil para prajurit menangani sisanya.


Pantai yang memiliki pasir putih, laut berwarna biru cerah, dan dikelilingi pegunungan. Air pantai jernih memperlihatkan karang dalam laut dipadu pemandangan hijau rimbun yang mamanjakan mata. Ratu Rushi dan yang lainnya tercengang melihat pemandangan menabjukan itu.


‘’What a fvcking beautiful this place. Kushouyarou! Jika saja aku bisa melakukan kiteboarding, selancar angin dan paddle boarding tanpa mengeluarkan biaya untuk masuk ke pantai ini. Sayangnya perlengkapan itu tidak ada. Argh!’’ umpat Ratu Rushi.


‘’Rebonding yang pernah Yang Mulia katakan hari itu?’’ tanya Shika.


‘’Selang? Apakah sedotan?’’ tanya Hana.


‘’Bubble? Maksudnya bubble tea yang biasa kita jual Yang Mulia?’’ tanya Kitsune.


Ratu Rushi hampir terjatuh mendengar ketiga orang tadi. Sebelum menjelaskan, ia membenarkan pelesetan itu. Seperti yang dikatakannya tadi, kiteboarding atau kitesurfing adalah olahraga ekstrim yang melibatkan penggunaan tenaga angin dengan layang-layang berkekuatan besar untuk menarik pengendara melintasi permukaan air, tanah atau salju. Untuk Selancar angin, itu juga termasuk olahraga ekstrim permukaan air yang memadukan unsur selancar dan pelayaran, dimana terdiri dari sebuah papan berukuran 2,5 m yang ditenagai angin pada sebuah layar. Sedangkan paddle boarding juga salah satu dari olahraga ekstrim, yang penggunanya melakukan gerakan berenang menggunakan lengan sambil berbaring atau berlutut diatas papan dayung.


‘’Meskipun hamba tidak paham, tapi itu terdengar seru Yang Mulia,’’ kata Kujaku.


‘’Itulah kenapa aku bilang sayang sekali karena tidak bisa melakukannya,’’ kata Ratu Rushi.


Tanpa mereka sadari, terlihat dua sosok predator sudah mengintai mereka dari bawah air laut. Salah satu dari mereka berdua menatap semua orang secara satu persatu, hingga akhirnya pupil matanya menegang.


‘’Kakak, mereka membawa banyak barang dari istana. Sepertinya mereka akan tinggal untuk beberapa hari. Jangan-jangan mereka mengetahui keberadaan kita sehingga memburu kita yang tersisa.’’


‘’Sebelum itu terjadi, aku yang akan memburu mereka,’’ kata Wani.


Predator tadi kembali menenggelamkan dirinya sambil diikuti predator yang satunya.


......................


Malamnya, Ratu Rushi mengadakan pesta bbq yang biasa ia lakukan bersama teman-temannya selama liburan.


Tentu saja mereka akan dikejutkan dengan hidangan baru buatan wanita itu. Terlihat daging, ikan, sosis, udang, kerang, cumi-cumi, serta buah nanas dan alpukat berada dalam satu tusukan yang dipanggang.


Putri Rukaia mengerutkan dahi tanda kesal karena Raja Raion terus menempel kepada Ratu Rushi. Padahal ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendekatinya. Bukan hanya pria itu, tapi semua orang mengepung Ratu Rushi karena hanya wanita itu yang tahu titik kematangan bbq tersebut dipanggang.


Setelah beberapa saat, barulah Putri Rukaia memiliki peluang untuk mendekati Raja Raion dibantu dukungan Ratu Agung. Ia tahu kalau pria itu tidak akan pernah bisa menolak perintah ibunya sendiri. Dan kesempatan ini digunakan oleh Pangeran Rodigero untuk mendekati Ratu Rushi juga.


Ratu Rushi melihat tingkah Pangeran Rodigero seperti anak kecil yang selalu curi-curi pandang untuk mendekat tapi tidak bisa. Ia kembali mengingat ucapan Licy yang memintanya untuk baikan dengan pria itu. Apalagi tersisa Pangeran Rodigero yang masih belum mendapatkan bbq. Melihat hal itu, ia menghela nafas sambil mengambil satu tusukan bbq.


‘’Aku serahkan panggangan ini sebentar kepada kalian!’’ perintah Ratu Rushi membuat ketujuh pengikutnya mengangguk.


...Visual Wani...