
Putri Rukaia menangis saking emosinya karena merasa kesal. Ia pun berdiri sambil menggertak gigi dan melontarkan tatapan penuh kebencian. Tidak lama kemudian, ia kembali berjongkok dan menyeka air matanya.
‘’Bantu aku! Gara-gara kau, bahkan berdiri lama pun aku tidak bisa!’’ gerutu Putri Rukaia.
Ratu Rushi menghela nafas panjang dan menghampiri adik tirinya. ‘’Berikan tanganmu.’’
Meski tidak sudi, Putri Rukaia membalas uluran tangan kakaknya itu. Ia pun berdiri sambil Ratu Rushi memapahnya.
Saat keduanya hendak berjalan, Putri Rukaia langsung menepis tangan kakaknya, lalu mendorong wanita itu sehingga tercebur ke dalam air.
Byur!
‘’Kau!’’ seru Ratu Rushi.
Putri Rukaia terbelalak melihat wanita itu berenang menuju ke tepi. Ia menggertak gigi mengetahui kakaknya ternyata bisa berenang. ‘’Sial! Apakah paman tidak tahu hal ini?’’
‘’Bantu aku naik jika kau tidak ingin hal ini diketahui semua orang!’’ kesal Ratu Rushi.
Dengan terpaksa, Putri Rukaia mengulurkan tangan sambil menggertak gigi karena tidak sudi. Begitu Ratu Rushi menyentuh tangannya, seekor predator langsung menerkam kakaknya.
Ratu Rushi mencengkeram tangan Putri Rukaia dan meminta wanita itu untuk segera menariknya ke atas. Akan tetapi, mantelnya tersangkut di gigi predator tadi.
Putri Rukaia terlihat sangat ketakutan melihat predator besar itu tepat di depan matanya. Sedangkan Ratu Rushi berusaha mencari tali pengikat untuk melepaskan mantelnya. Tapi karena terlalu panik, ia tidak menemukannya.
‘’Kakak! Apa yang kau lakukan! Cepat naik!’’ seru Putri Rukaia.
Namun, saat itu juga ia langsung tersadar akan sesuatu.
Flashback on
‘’Kemarin saat menyusuri area sekitar, saya menemukan tempat yang sangat pas untuk rencana kita. Saya bertaruh, kali ini kita akan berhasil menyingkirkan Yang Mulia.’’
‘’Jadi apa rencana Paman?’’
‘’Saat menyusuri bagian selatan pantai, saya berjalan di sekitar dalam hutan dan tidak sengaja menemukan sebuah sungai yang merupakan tembusan dari air laut. Yang Mulia tidak bisa berenang, dan kita akan menggunakan sungai itu sebagai rencana terakhir untuk menyingkirkannya,’’ kata Siruverash.
‘’Terlalu mencurigakan jika Paman yang pergi ke sana. Dengan kata lain, aku yang akan melakukannya sendiri. Aku akan mendorongnya dengan kedua tanganku ini,’’ kata Putri Rukaia.
Flashback off
Ia kembali mengingat ucapan Ratu Rushi barusan yang membuatnya terluka. Dengan tangan gemetar dan mata memerah, ia menarik nafas.
Ratu Rushi yang menyadari genggaman Putri Rukaia melemah, langsung menatap wanita itu. ‘’Tidak Rukaia! Jangan lepaskan tanganmu!’’
Di saat bersamaan, predator itu menariknya membuat kedua tangan wanita tadi terpisah.
Deg!
Dengan wajah kusut, Putri Rukaia memicing mata. ‘’Selamat tinggal … Kakak.’’
Ratu Rushi terpaku yang masih mengulurkan tangannya. Saat itu juga ia langsung ditarik ke dalam air sambil ditatap dengan santai oleh adiknya.
......................
Perkemahan
‘’Sejak tadi aku tidak melihat Putri Rukaia,’’ kata Ratu Agung.
‘’Ratu Rushi juga langsung menghilang entah ke mana. Saya sudah mencarinya ke tenda, tapi dia tidak ada,’’ kata Raja Raion.
‘’Yang Mulia!’’
Semua langsung menoleh begitu mendengar teriakan tadi. Mereka terbelalak melihat Putri Rukaia datang dalam kondisi pucat dan juga menangis. Ratu Agung dengan cemasnya menanyakan situasi yang terjadi, tapi wanita itu malah menangis menjadi-jadi.
‘’Saya tersesat di dalam hutan selama dua jam, sampai akhirnya kakak datang dan menemukan saya. Tapi hiks….’’
‘’Tapi apa? Cepat katakan! Selain itu, di mana Yang Mulia?’’ tanya Siruverash.
Tangisan Putri Rukaia semakin menjadi-jadi. Dengan berat hati, ia memberitahu semua orang. ‘’Yang Mulia menemukan saya di tepi sungai. Begitu kami hendak pergi, ada binatang buas air yang langsung menerkam Yang Mulia.’’
Deg!
Mata Siruveras membulat besar begitu juga dengan yang lainnya.