
Mozaru berjalan memasuki arena dengan tampang lesu. Dari arah gerbang yang berlawanan, terlihat dua sosok pria bertubuh kekar. Tidak lama kemudian, kedua sosok pria tadi berubah menjadi gorila dan beruang.
Gorila menepuk kedua dadanya sendiri, dengan maksud memberi sinyal kepada penantangnya. Sedangkan beruang menderam.
Push!
Semua berteriak begitu Mozaru berubah menjadi badak, dengan maksud untuk segera melakukan duel.
Ting!
Saat itu juga, ketiga binatang tadi berlari sambil menghampiri. Mozaru menahan serangan dari kedua hewan itu. Namun, beruang grizzly berhasil melukainya dengan cakar.
Dari atas, sosok bertudung menyaksikan hal itu di antara penonton. ‘’Ukuran beruang grizzly lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan singa. Mereka memiliki cakar yang besar untuk menyerang musuh. Cakarnya tidak hanya merusak, tapi juga mematikan.’’
Dan yang dikatakannya benar. Mozaru terengah-engah karena meringis berkat rasa sakit dari cakar tadi.
Gorila mengangkat properti di sekitar dan melemparnya ke arah badak. Mozaru menghindari lemparan bertubi-tubi barusan, tapi karena tubuhnya semakin melemah, membuatnya terhempas sedikit karena berhasil dikena. Properti yang digunakan juga hancur berkeping-keping.
Semua orang semakin berteriak heboh, karena akhirnya Mozaru memberikan perlawanan.
Meskipun badak itu tetap menerima cacian dari para penonton. Badak yang terkapar tadi langsung berubah menjadi manusia. Hal ini membuat para penonton semakin marah karena merasa bosan.
‘’Hei! Apa yang kau lakukan badak sialan?! Ini belum pertengahan waktu!’’
‘’Bangun dasar lemah!’’
‘’Dasar sampah buangan!’’
Sosok bertudung yang mendengarnya hanya tersenyum remeh. ‘’Beberapa minggu yang lalu mereka mendukungnya. Setelah dibuang istana, yang terjadi malah sebaliknya.’’
Mozaru membuka matanya melihat pemandangan ini untuk pertama kalinya. Dilihatnya kedua hewan itu dengan bangga mengangkat kedua tangan dengan maksud mereka menang telak. Ia langsung mengingat pertarungannya dengan Yagyu yang terakhir kalinya.
Ini juga terjadi waktu itu. Apakah Yagyu selalu merasa seperti ini saat aku melawannya? Sekarang aku mengerti. Jadi pemandangan seperti inilah yang dia lihat setiap hari selama 17 tahun, kata Mozaru dalam hati.
Kesadarannya mulai menurun saat melihat gorilla dan beruang grizzly akan menyelesaikan pertarungan ini.
Tiba-tiba terlintas sosok wanita dalam pikirannya, sebelum matanya tertutup rapat.
Andai saja dia juga ada di sini dan menolongku sama seperti dia menolong Yagyu hari itu, kata Mozaru dalam hati.
‘’Lupakan itu! Habisi badak buangan ini sekarang juga!’’ teriak semua orang.
Gorila dan beruang grizzly berlari ke arah manusia setengah badak tadi. Mozaru yang melihatnya hanya diam dan pasrah menutup mata.
‘’Tunggu!’’ teriak sosok bertudung yang melompat masuk ke dalam arena.
Kedua hewan yang berlari tadi langsung berhenti, saat melihat sosok tadi berdiri di depan Mozaru dengan maksud menghadang.
Mozaru membuka matanya yang terasa berat. Ia menatap sosok bertudung berjubah di depannya.
Siapa itu? Haa, ucapnya dalam hati.
‘’Apa-apaan itu?!’’
‘’Siapa kau yang tiba-tiba muncul dan mengacaukan pertandingan?!”
‘’Minggir kau!’’
Orang-orang berteriak mencemoh sosok bertudung tadi karena merasa terganggu.
‘’Berisik sekali, bisakah kalian diam? Agar aku bisa mengutarakan pendapatku?’’ tanya sosok bertudung.
‘’Pergilah dari sana dasar bodoh! Kami tidak butuh penjelasanmu!’’
‘’Itu benar! Berhenti mengganggu pertandingan ini!’’
Sosok bertudung berdecih karena para penonton itu tidak mendengarnya. ‘’Apakah telinga mereka hanya pajangan?’’