
Malamnya, Putri Rukaia meminta ramuan kepada pamannya untuk digunakan kepada Raja Raion. Siruverash menggeser bingkai yang tertutup kain, sehingga memperlihatkan sebuah lemari kayu mini. Pria itu pun membukanya dan terlihat beberapa ramuan yang tersimpan dalam botol.
Setelah mendengar penjelasan salah satu keponakannya itu, ia mengerti ramuan mana yang akan ia berikan kepada Putri Rukaia untuk mendukung rencananya.
‘’Kenapa saya tidak terpikirkan hal itu sama sekali? Pastikan Anda membuat Yang Mulia Raja meminumnya,’’ kata Siruverash.
Tanpa mereka sadari, sosok yang mendengar pembicaraan mereka langsung pergi dari sana.
......................
Kamar Raja
Tora membungkuk memberi hormat begitu melihat Putri Rukaia datang bersama Riaz yang membawa nampan.
‘’Apakah Yang Mulia ada di dalam?’’ tanya Putri Rukaia.
‘’Seperti yang Putri Rukaia lihat sendiri. Hamba ada di sini,’’ jawab Tora.
Putri Rukaia memberinya perintah untuk membuka pintu. Ia pun masuk ke dalam dan mengerutkan dahi saat melihat Raja Raion mengenakan penutup tali mulut. ‘’Apakah Yang Mulia Raja sakit?’’
‘’Hem! Saya hanya merasa sedikit tidak enak badan, uhuk! Kenapa Anda datang malam-malam kemari?’’ tanya Raja Raion.
‘’Saya ingin membahas sesuatu dengan Yang Mulia, jadi saya membawa sedikit jamuan. Tapi sepertinya Yang Mulia tidak sehat,’’ jawab Putri Rukaia.
‘’Sepertinya begitu serius sampai membuat Anda datang di waktu seperti ini. Saya akan mendengarkannya,’’ kata Raja Raion.
Kepala pelayan Eris memerintah Riaz untuk menyajikan botol minuman yang ia bawa. Setelah itu, keduanya membungkuk sebelum pergi.
‘’Jadi masalah apa yang ingin Putri Rukaia bahas?’’ tanya Raja.
‘’Saya akan langsung pada pembahasan Yang Mulia. Apakah Anda benar-benar yakin kalau wanita yang kembali itu adalah Ratu Rushi?’’
Wajah Raja Raion langsung berubah drastic begitu mendengarnya.
......................
Kamar Ratu
Yagyu dan yang lainnya melakukan perang bantal membuat Ratu Rushi yang melihatnya hanya tersenyum. Tiba-tiba Shika berlari ke belakangnya.
‘’Hei! Itu curang! Jangan berlindung di belakang Yang Mulia!’’ teriak Yagyu.
‘’Siapa yang berlindung? Aku hanya berdiri di belakang Yang Mulia,’’ kata Shika.
‘’Itu sama saja rusa hutan!’’ kata Wani.
Kamereon, Kujaku dan Uma mendekati Shika lalu menariknya. Namun, manusia setengah rusa itu berpegangan di tangan Ratu Rushi, sehingga terjadi aksi tarik menarik.
‘’Aku tidak menyentuh Yang Mulia! Hanya menarik baju Yang Mulia,’’ kata Shika.
Wani yang cepat emosi langsung menghampiri Shika dan melepaskan tangannya yang menarik gaun Ratu Rushi. Di saat bersamaan, pintu kamar terbuka membuat semuanya menoleh. Hana langsung melotot begitu juga yang lainnya.
......................
Kamar Raja
Putri Rukaia yang melihat Raja Raion hanya diam menunduk. Sepertinya ia membuat pria itu merasa kesal. Ia pun menggunakan kesempatan itu untuk menuangkan isi botol besar tadi ke dalam cangkir mereka berdua. ‘’Sebaiknya Yang Mulia minum dulu.’’
Raja Raion hanya diam sambil menatap cangkir di depannya. Tidak lama kemudian tangannya meraih cangkir tersebut.
Aneh, kenapa Yang Mulia begitu penurut saat ini? Tapi aku tidak peduli, karena setelah Yang Mulia meminumnya, tidak ada yang akan menghalangiku lagi mencapai tujuan, kata Putri Rukaia dalam hati.
Untuk sesaat Raja Raion terdiam, hingga akhirnya menarik sedikit penutup tali mulutnya agar meminum isi cangkir.
Deg!
Raja Raion tersentak. Entah kenapa ia merasa tidak enak badan. Tubuhnya sangat panas seperti terbakar di dalam, bahkan nafasnya terengah-engah.
Di dalam cangkir ini … Obat perangsang! Sial, ucapnya dalam hati.
Putri Rukaia senang karena obatnya bekerja. Jantungnya berdetak kencang saat Raja Raion mulai menarik pita atasan bajunya. Melihat pria itu memajukan wajah, membuatnya memejamkan mata.
‘’Apa kau pikir aku akan menyentuhmu?’’ tanya Raja Raion menarik tali penutup mulut.
Mata Putri Rukaia membulat besar. ‘’Pangeran Rodigero … Bagaimana mungkin?’’
Flashback on
Raja Raion menoleh setelah mendengar ucapan adiknya. ‘’Ratu Rushi ingin bertemu denganku? Malam-malam begini?’’
‘’Yang Mulia bilang ingin membahas sesuatu yang penting bersama Kakak,’’ kata Pangeran Rodigero.
Meski bingung karena tiba-tiba dipanggil membuat Raja Raion berdiri. Ia pun hendak pergi bersama Tora, namun Pangeran Rodigero langsung menghentikannya.
‘’Tora akan tetap di sini. Saya ada urusan dengannya. Selain itu, Yang Mulia ingin Kakak datang seorang diri.’’
‘’Um, baiklah. Tora tetaplah di sini bersama Pangeran Rodigero!’’ perintah Raja Raion.
Tora membungkuk. ‘’Sesuai perintah Yang Mulia.’’
Flashback off
‘’Kalau Pangeran di sini, lalu Yang Mulia ada di mana?’’