
Semua orang bingung karena Anna tiba-tiba ingin meninggalkan tempat itu. Sejak tadi mereka hanya berjalan dan mengunjungi beberapa tempat terus, membuat Anna merasa lapar, sehingga mereka mengunjungi restoran terkenal dari kenalan sang ibu.
‘’Aku tidak tahu kalau Ibu memiliki teman pemilik restoran,’’ kata Anna.
Tapi entah kenapa aku seperti mengenal restoran ini, seperti ada rasa familiar. Tapi di mana, ya? Hm, ucapnya dalam hati.
‘’Itu karena kau hanya mengunjungi klub Taekwondo-mu, dan terus mengikuti tournament. Jadi bagaimana kau akan tahu kalau tidak pernah tinggal di rumah,’’ kata sang Ibu.
‘’Kita tidak bermimpi, kan? Ini impian semua orang untuk masuk ke restoran ini, terutama yang menyukai kuliner,’’ kata Putsar.
‘’Aku dengar restoran ini sudah lama berdiri, bahkan sudah ada dari sejak dulu saat era pemerintahan Raja Raion,’’ kata Tina.
Anna yang mendengarnya langsung menoleh. Yang membuatnya lebih kaget lagi saat sang ibu mengatakan kalau restoran tersebut adalah restoran yang pernah dibangun oleh Ratu Rushi saat wanita itu diasingkan dari istana. Akan tetapi dijaga dengan baik sehingga orang-orang di zaman modern bisa melihatnya.
‘’Wah, itu berarti ini restoran tertua di dunia. Aku sangat beruntung karena bisa memasukinya. Mengingat Ratu Rushi bersama para pengikutnya yang mengolah rumah makan mereka,’’ kata Nana.
‘’Kita akan mencicipi makanan surgawi buatan Ratu Rushi,’’ kata Tina dan Putsar.
Semua orang langsung terkekeh, berbeda dengan Anna yang memasang wajah bodohnya sambil tersenyum.
Ah, pantas saja aku merasa sangat mengenal restoran ini. Ternyata rumah makan yang pernah aku bangun. Tapi, bisa berdiri sampai zaman sekarang … I-Ini tidak bisa dipercaya, kata Anna dalam hati.
‘’Orang yang patut dipuji adalah Owner-nya. Meskipun tidak memiliki latar belakang seorang chef, dia pebisnis yang membuat restorannya memiliki keuntungan tinggi. Dia mencanangkan slogan dan yayasan sehingga menjadi pebisnis paling sukses. Kini kerajaan kulinernya bernilai Rp12 trilliun dengan 46 buku, 128 restoran, sejumlah hotel hingga kasino dan acara TV yang tersebar, membuatnya dijuluki sebagai ‘Revolusioner’,’’ kata sang Ibu memperlihatkan foto owner.
Untuk sekian kalinya, Anna membulatkan mata. Ia memejamkan mata sambil menggelengkan kepala, berusaha menyakinkan dirinya untuk tidak berhalusinasi terus.
Dilihatnya berita tersebut menyinggung dua model wanita yang saat ini memegang predikat model dengan bayaran tertinggi di dunia. Keduanya berjalan di banyak peragaan busana bergengsi dunia. Selain itu, mereka juga muncul di banyak sampul majalah sehingga menjadi supermodel dengan bayaran tertinggi di dunia.
Dijuluki sebagai 2Sister’s, pasti kedua wanita ini sangat cantik, kata Anna dalam hati.
Setelah scroll terus ke bawah, akhirnya wajah dari kedua wanita model tadi terlihat. Saat itu juga Anna langsung mematikan ponselnya dan fokus menyantap makanannya.
Argh! Kenapa aku masih berhalusinasi dengan melihat wajah mereka? Haa, ucapnya dalam hati.
......................
Setelah mereka mengisi perut, ibu Anna mengunjungi toko furniture terkenal. Anna dan yang lainnya bahkan terpukau dengan desain dari furniture di toko tersebut, dan memuji bahan kayu yang digunakan.
‘’Jangan-jangan ini buatan Carpenter Jenius itu,’’ kata Tina
‘’Julukan lagi?’’ tanya Anna.
‘’Hei, dia pantas diberi julukan. Kenapa? Dia seorang pria profesional yang sangat berpengalaman dalam bidang pembuatan produk dari kayu. Hampir tidak ada orang dari seluruh dunia yang tidak menggunakan furniture berbahan kayu buatannya. Dia tidak pernah turun langsung memasang produknya dan hanya menyuruh para karyawannya, kecuali istana yang memintanya, barulah dia turun tangan. Dijuluki Carpenter Jenius itu karena dia memiliki kemampuan pembuatan produk terbaik, mengukur secara akurat, memahami semua cara penggunaan alat, dan yang paling penting adalah … Dia memiliki kemampuan untuk menilai kualitas batang kayu dari pohon,’’ kata Putsar.
Tangan Anna yang mengelus furniture kayu tadi langsung terdiam, setelah mendengar kalimat terakhir dari salah satu temannya.
‘’Dia sangat tampan, kan? Tapi dia terlihat lebih imut karena memiliki baby face,’’ kata Nana.
‘’Eh?’’ tatap Anna melihat foto pria itu.