Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 57 Déjà vu



Washi menoleh saat mendengar panggilan dari arah istana. ‘’Kenapa Tuan Siruverash memanggilku?’’


Ia kembali menoleh ke arah rumah makan, dan melihat Ratu Rushi di dalamnya. Tanpa membuang waktu, ia langsung bergegas terbang.


Di saat bersamaan begitu dirinya pergi, muncul sosok Ratu Rushi dari arah berlawanan, yang datang bersama Raja Raion dan Tora. Mereka bertiga berjalan menuju ke rumah makan.


......................


Rumah Makan


Kitsune dalam wujud Ratu Rushi hanya memasang wajah bodoh, melihat keempat pria itu tidak diam sejak tadi.


Deg!


Shika memeluknya dengan wajah kasihan. ‘’Aku selalu memeluk Yang Mulia seperti ini, apakah Anda masih belum mengingat sesuatu?’’


‘’Oee! Berhenti memeluk Yang Mulia,’’ kata Yagyu menarik pria setengah rusa tadi.


Namun, Ratu Rushi sendiri yang mendorong Shika secara kasar, membuat pria baby face itu seperti ingin menangis.


‘’Uwa! Ini pertama kalinya Yang Mulia mendorongku!’’ teriak Shika seperti bocah yang menangis.


Heh, aku bisa gila jika berada di tempat ini terus, kata Kitsune dalam hati.


Usagi kembali menatap Ratu Rushi dengan wajah tidak percaya. ‘’Maaf karena hamba menegur, tapi Yang Mulia tidak perlu sekasar itu kepada Shika. Bukankah Anda selalu bersikap lembut?’’


‘’Yang Mulia benar-benar menjadi orang yang berbeda,’’ kata Mozaru.


Melihat hal itu, membuat Kitsune dalam wujud Ratu Rushi mulai merasa bingung. Ia tidak mau nama Ratu Rushi menjadi jelek karena dirinya. Tapi di sisi lain, ia juga berjanji kepada wanita itu agar menggantikannya sementara waktu, sampai dirinya kembali. Telinganya juga bahkan sudah bising karena keempat pria itu tidak mau diam.


‘’Cukup!’’ seru Ratu Rushi.


Keempat pria tadi spontan diam sambil menatapnya. Ragu-ragu, ia menatap ke arah pintu, lalu kembali ke arah keempat orang itu.


‘’Daripada kalian berpikiran buruk terus kepada Yang Mulia, aku tidak punya pilihan lain. Sebenarnya aku bu—‘’


Ceklek!


Shika memegang kepala karena menganggap dirinya sedang berhalusinasi. Yagyu mematung di tempat, sedangkan Usagi membengkap mulutnya.


‘’Kenapa ada dua Ratu Rushi di sini?!’’ pekik semuanya.


Tidak lama kemudian, Ratu Rushi yang asli menjelaskan mengenai situasi. Kitsune dalam wujud Ratu Rushi juga kembali ke wujud semula.


‘’Ka-Kau seorang pria?! Oh tidak! Apa yang telah aku lakukan? Aku memelukmu dengan manja, tanpa mengetahui kau adalah pria, hiii!’’ heboh Shika.


Raja Raion yang mendengarnya langsung memicingkan mata. ‘’Hoh~ jadi kau memeluk istriku tanpa meminta izin kepadanya?’’


‘’Ha?! Siapa kau yang telah berani menyebut Yang Mulia sebagai istrimu?’’ tanya Shika ketus.


‘’Hei pria yang satunya di sana! Tegur temanmu ini agar tidak sembarangan mengaku sebagai suaminya Yang Mulia,’’ kata Yagyu.


Tora dan Mozaru yang melihatnya langsung melotot, begitu juga dengan Ratu Rushi yang terkejut.


‘’Kau bertanya siapa diriku?’’ tanya Raja Raion.


Oh tidak. Shika dan Yagyu hanya berada di kandang terus, dan tidak pernah melihat wajah Raja Raion, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Tapi pria ini sangat tidak asing bagiku. Selain itu, Mozaru … Kenapa kau malah berlutut?’’ tanya Usagi.


Ya, setidaknya hanya Usagi yang masih sopan seperti biasa dan tidak melakukan tindakan gegabah.


‘’Dasar bodoh! Tentu saja aku sedang memberi salam kepada Raja penguasa, Raja Raion,’’ kata Mozaru.


Yagyu, Shika dan Usagi menolehkan kepala secara perlahan ke arah Raja Raion. Mereka terdiam cukup lama sampai akhirnya tersadar. Saat itu juga, ketiganya langsung tengkurap ke tanah sambil menyentuh kaki Raja Raion. Sedangkan Kitsune ikut berlutut seperti Mozaru.


’’Hamba mohon kesempatan hidup Yang Mulia Raja!’’ kata Shika dan Yagyu.


‘’Itu benar. Kami bertiga memohon pengampunan, karena tidak mengenali Yang Mulia Raja,’’ kata Usagi.


Ratu Rushi yang melihatnya hanya tersenyum dengan wajah bodohnya.


Déjà vu? Entah kenapa, aku seperti pernah melihat pemandangan ini, ucapnya dalam hati.