
Ratu Rushi menatap keluar jendela sambil merapatkan jubah berbulunya. Salju memenuhi seluruh tempat itu membuatnya kembali teringat akan sesuatu.
Seperti yang dikatakan sejarah, Ratu Rushi seharusnya meninggal saat di pengasingan tepat musim dingin berlangsung. Tapi semua itu telah berubah, membuat Anna di dalam tubuh wanita itu merasa penasaran, apakah masa depan untuk Ratu Rushi juga telah berubah.
Namun, perhatiannya teralihkan oleh Pangeran Rodigero yang sedang keluar menuju ke belakang.
‘’Apa yang dilakukan Pangeran Rodigero?’’
Ratu Rushi memicingkan mata dengan maksud menajamkan penglihatannya, untuk melihat siapa yang ditemui Pangeran Rodigero. Seketika saat itu juga, matanya terbelalak melihat orang tersebut.
‘’Eh? Bukankah mereka pelanggan yang menghina Mozaru barusan? Kenapa Pangeran Rodigero menemuinya?’’ tanya Ratu Rushi.
Ia terbelalak saat Pangeran Rodigero menyerahkan kantongan kepada mereka, hingga beberapa orang tadi kembali ke depan dan masuk ke rumah makan.
Tidak lama kemudian, Pangeran Rodigero juga menyusul ke dalam.
Flashback on
‘’Kau mau ke mana?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Aku lupa akan sesuatu dan harus segera pergi. Maaf, aku tidak bisa tinggal sedikit lebih lama. Aku pergi dulu Yang Mulia,’’ kata Pangeran Rodigero bergegas.
......................
Pangeran Rodigero datang sambil membawa bag paper. ‘’Aku kembali!’’
Semua menoleh saat melihat kedatangan pria itu.
‘’Kau dari mana saja?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Tada! Aku habis membeli ini untuk semuanya,’’ jawab Pangeran Rodigero.
......................
‘’9 … 18 … 27 … 36 … Yagyu! Kita mendapatkan lebih banyak pelanggan hari ini!’’ pekik Shika.
‘’Sepertinya kita akan lebih sibuk dibandingkan kemarin,’’ kata Yagyu bergegas.
......................
‘’Oh iya, Pangeran Rodigero tidak datang, ya? Bukankah biasanya dia adalah orang pertama yang menginjakkan kaki di sini?’’ tanya Shika.
......................
......................
‘’Hee~ kenapa aku selalu ketinggalan? Padahal aku juga ingin membantu. Tapi tidak masalah. Kehadiranku tidak boleh diketahui oleh siapapun,’’ kata Pangeran Rodigero.
‘’Kalian ini begitu cerewet, sudah baik aku membantu,’’ kata Pangeran Rodigero.
Flashback off
‘’Tidak mungkin,’’ kata Ratu Rushi.
......................
Lantai 1
Mozaru menatap semua pelanggan yang begitu banyak di sana. Setelah ia mencicipi masakan Ratu Rushi, tidak ada makanan yang enak lagi di dunia ini. Mengingat sikap ramah Ratu Rushi yang mengobatinya, memberi makanan dan pakaian membuatnya bingung apakah wanita itu benar-benar mencelakai Putri Rukaia.
Berbeda dengan Putri Rukaia yang sampai memukulinya dan membuangnya, serta membuat orang yang mendekatinya akan dianggap penghianat dan diasingkan, membuat pandangan Mozaru berubah terhadap Ratu Rushi.
Apakah mungkin Putri Rukaia yang membuat konspirasi agar Ratu Rushi diasingkan? Aku tidak boleh mengambil kesimpulan begitu cepat, kata Mozaru dalam hati.
Mozaru hendak pergi, namun niatnya terhenti saat para pelanggan yang menghinanya tadi menghampiri. Salah satu mewakili mereka. Sebagai permintaan maaf untuk kejadian tadi, ia menyerahkan beberapa kantongan berisi uang.
Yagyu menegur mereka kalau itu sudah pantas dilakukan, karena sudah membuat keributan, menghina Mozaru serta membanting makanan. Tangannya terulur untuk mengambil kantongan berisi uang tersebut.
‘’Tunggu!’’
Semua menoleh melihat kedatangan Ratu Rushi, membuat para pelanggan tadi memasang wajah tegang.
Ratu Rushi menghampiri para pria itu dengan wajah serius.
‘’Yang Mulia, mereka ingin ganti rugi mengenai kejadian tadi,’’ kata Yagyu.
Ratu Rushi masih diam sambil menatap Pangeran Rodigero sesekali. ‘’Sungguh?’’
‘’Benar, Yang Mulai. Kami minta maaf atas kesalahan kami.’’
‘’Aku juga akan meminta maaf hari ini,’’ kata Ratu Rushi.