Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 24 Masalah di Pagi Hari



Usagi yang melihat kedatangan Pangeran Rodigero dari lantai 2, langsung bergegas menuju ke lantai 3, ke kamar Ratu Rushi.


Tok! Tok! Tok!


‘’Mohon maaf Yang Mulia karena saya mengganggu. Tapi, Pangeran Rodigero ada di bawah saat i—‘’


Bugh!


Entah kenapa pintu sudah terbuka, menampilkan sosok Ratu Rushi dalam kondisi berantakan. ‘’Sepagi ini? Eish, anak itu….’’


......................


Lantai 1


‘’Tuan, kami belum bersih-bersih atau menyiapkan semuanya,’’ kata Yagyu.


‘’Lakukan saja dan abaikan diriku,’’ kata Pangeran Rodigero bersadar di kursi.


Yagyu menarik nafas dalam-dalam dengan wajah tertahan. Ia tersenyum semanis mungkin. ‘’Tuan, kami tidak ingin menimbulkan keributan yang sampai membangunkan Yang Mulia, jadi pergilah dan jangan kembali lagi.’’


‘’Haa, perasaanku jadi terluka lagi. Kenapa kalian berdua begitu tidak menyukaiku?’’ tanya Pangeran Rodigero berakting.


‘’Itu karena Anda sangat suka mencari perhatian Yang Mulia!’’ jawab Yagyu.


‘’Sebelum Yang Mulia bangun, sebaiknya Anda pergi sekarang,’’ kata Shika.


Pangeran Rodigero menghela nafas dan berdiri. ‘’Kalian ingin aku pergi? Baiklah. Kalau begitu….’’


‘’Aku tidak akan pergi,’’ kata Pangeran Rodigero kembali duduk dengan cepat sambil tersenyum.


Yagyu dan Shika mengerutkan dahi tanda kesal.


‘’Dasar manusia kepala tulang!’’ kata Shika.


‘’Dasar manusia berbulu tipis!’’ kata Yagyu.


Pangeran Rodigero tersenyum. ‘’Wah, kalian begitu bersemangat sepagi ini. Itu bagus untuk kalian. Daripada marah tidak jelas, nanti bisa cepat tua.’’


‘’Kau?!’’ pekik Yagyu dan Shika menunjuk.


......................


Istana


Raja Raion memegang tengkuk hidungnya, setelah mengetahui adiknya menyelinap keluar pagi-pagi. ‘’Haa … Baru kemarin aku memperingatinya. Anak itu sudah memberiku masalah lagi sepagi ini.’’


‘’Hormat hamba Yang Mulia,’’ kata Tora membungkuk, begitu Raja Raion membuka pintu kamarnya.


‘’Berapa banyak orang yang dibawa Pangeran Rodigero untuk keluar bersamanya?’’ tanya Raja Raion.


‘’Pangeran Rodigero tidak membawa satu pun pengawal, dan hanya keluar seorang diri Yang Mulia,’’ jawab Tora.


Raja Raion menoleh dengan wajah kaget.


Jika keluarga kerajaan keluar istana, setidaknya bawa beberapa prajurit untuk melindungi diri. Tapi, yang dilakukan adiknya begitu ceroboh. Meskipun ia adalah seorang pangeran, tapi tidak ada yang menjamin kalau tidak ada yang akan menyerangnya.


Rodigero~ kau segitu budak cintanya kepada wanita itu, ucapnya dalam hati.


‘’Siapkan aku kuda dan pakaian biasa! Aku akan menyusul Pangeran Rodigero setelah selesai sarapan,’’ perintah Raja Raion.


‘’Sesuai perintah Yang Mulia,’’ kata Tora.


......................


Desa


Ratu Rushi yang selesai bersiap, menuruni tangga dan melihat ketiga pria di bawah sudah berdebat satu sama lain.


Pandangan Pangeran Rodigero beralih ke tangga, membuat dirinya menjadi senang. ‘’Kakak! Selamat pagi.’’


Yagyu dan Shika menoleh ke belakang dan melihat Ratu Rushi bersama Usagi tiba. Pangeran Rodigero menghampiri Ratu Rushi, namun ia dikalah cepat oleh manusia setengah banteng dan manusia setengah rusa tadi.


‘’Yang Mulia! Dia datang mengganggu kita,’’ lapor Shika.


‘’Sebaiknya kita usir penipu ini Yang Mulia,’’ kata Yagyu.


Kedua pria tadi berbalik ke arah Pangeran Rodigero, dan terbelalak melihat wajah kasihan yang dipasang Pangeran Rodigero.


‘’Kakak,’’ sedih Pangeran Rodigero.


Penipu ini memasang kartu as-nya lagi, kata Shika dalam hati.


Ini masih awal dia menunjukkan taringnya, kata Yagyu dalam hati.


Ratu Rushi yang lemah terhadap hal-hal imut, tentu saja akan luluh dengan cepat. Tidak ingin tenaganya terbuang sia-sia di pagi hari, membuat wanita itu hanya menghela nafas.


‘’Yagyu, Shika, bukankah sudah kubilang, kalian tidak boleh bersikap kasar kepada pelanggan,’’ kata Ratu Rushi.


Tidak ingin merepotkan Ratu Rushi sama halnya wanita itu, Yagyu dan Shika juga menurut dan melanjutkan pekerjaan mereka.