Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 62 Kejutan



Hari Pemilihan Ratu yang baru telah tiba. Raja Raion yang berdiri di balkon hanya menatap butiran salju turun yang jatuh. Semenjak pertemuannya dengan Ratu Rushi satu bulan yang lalu, ia tidak penah bertemu dengan wanita itu lagi. Sangat aneh karena Ratu Agung tiba-tiba melarangnya keluar istana. Tapi, ia juga tidak bisa melawan kehendak ibunya.


‘’Yang Mulia, semua orang sudah menunggu di aula istana,’’ kata Tora.


Raja Raion terdiam untuk sesaat. Padahal ia tidak menerima keputusan mengenai pengajuan untuk mengisi posisi Ratu yang baru. Namun, karena pengaruh Siruverash yang berhasil mempengaruhi semua orang, membuatnya tidak bisa membantah.


Tora berjalan mengikuti Raja Raion yang menuju ke aula istana.


......................


Sama halnya dengan sang Raja, Pangeran Rodigero yang sangat ingin bertemu dengan Ratu Rushi juga tidak berdaya. Ia sangat bingung mengapa Ratu Agung melarangnya keluar dan juga kakaknya. Padahal sebelumnya, ia diberi izin keluar istana dengan leluasa.


‘’Bagaimana kabar Yang Mulia, ya? Apakah dia sudah tahu mengenai hal ini?’’ tanya Pangeran Rodigero.


Salah satu pelayan datang untuk memberitahu agar segera hadir ke aula, karena sebentar lagi acara peresmian akan dimulai.


‘’Aku mengerti,’’ kata Pangeran Rodigero berjalan keluar.


......................


Kamar Putri Rukaia


‘’Wah~ cantiknya. Paman, lihat diriku yang mengenakan pakaian mewah ini. Aku sangat tidak percaya hari ini telah tiba. Hari dimana aku yang seharusnya menjadi Ratu di era Narunia ini, bukan kakak,’’ kata Putri Rukaia.


Siruverash yang melihatnya juga tersenyum miring. ‘’Setelah mendengar laporan dari Washi, aku menjadi tidak tenang. Sebelum kakakmu bertindak, kita berdua harus mendahuluinya.’’


‘’Aku tidak peduli dengan kakak lagi. Terserah dia mau melakukan apa, yang penting hari ini aku akan menjadi Ratu yang baru. Setelah aku menjadi Ratu yang baru, aku akan membuat kakak menderita,’’ kata Putri Rukaia.


......................


Setelah semua orang berkumpul, acara peresmian pun dimulai. Langkah demi langkah dilakukan, sampai akhirnya acara mencapai pada puncaknya.


Siruverash yang menatap Putri Rukaia berjalan di atas karpet merah, hanya tersenyum.


Sebentar lagi tujuanku akan tercapai. Setelah Rukaia naik untuk mengisi posisi Ratu, aku akan membalaskan dendam kepada semua orang karena menyebabkan kematianmu, ucapnya dalam hati.


Ia menoleh ke arah Raja Raion yang duduk dengan tenang di singgasana. Tangannya mengepal dengan mata memerah.


Kekacauan akan berawal dari sini. Era Narunia yang baru akan tiba dengan jatuhnya kerajaan Aslan. Ini adalah janjiku, kata Siruverash dalam hati.


Putri Rukaia yang berjalan menuju ke altar dimana mahkota Ratu diletakkan. Ia melangkahkan kakinya dengan percaya diri. Ratu Agung tersenyum melihat wanita itu membungkuk untuk menerima mahkota. Berbeda dengan Raja Raion dan Pangeran Rodigero yang sama sekali tidak menyukai acara ini.


Petinggi meraih mahkota dan hendak memasangkan di kepala Putri Rukaia. ‘’Dengan resmi aku nyatakan, Putri Rukaia adalah Ratu Kerajaan Aslan yang baru.’’


Dasar pria tua Bangka! Kau terlalu lambat! Cepat letakkan mahkota itu di kepalaku! Dasar, kata Putri Rukaia dalam hati.


‘’YANG MULIA RATU RUSHI TELAH TIBA!’’


Deg!


Semua orang langsung terkejut mendengar suara tadi. Tangan petinggi yang memegang mahkota tadi juga terhenti. Mereka langsung menatap ke arah pintu yang dibuka.


Mata Siruverash dan Putri Rukaia membulat besar, melihat Ratu Rushi datang mengenakan gaun Ratu yang sebenarnya. Bukan hanya itu, dibelakangnya juga ada ratusan orang menyusul masuk yang langsung memenuhi aula istana.