
‘’Aku tahu kau pasti tidak percaya. Tapi inilah kenyataannya. Tubuhku ditabrak mobil dan tanpa sadar jiwaku terlempar ke masa lalu, dan masuk ke dalam tubuh Ratu Rushi. Aku tidak bisa membohongi pria yang menyukai wanita ini. Jadi akan lebih baik kalau aku jujur saja,’’ kata Ratu Rushi.
Wajah Pangeran Rodigero langsung merona. ‘’Yang Mulia tahu mengenai perasaan saya? Tapi saya tidak pernah memberitahu siapapun.’’
Deg!
Ratu Rushi tersenyum dengan wajah kaku. Yang dikatakan Pangeran Rodigero memang benar. Pria itu tidak pernah memberitahu siapapun mengenai perasaannya kepada Ratu Rushi. Ia mengetahui semua itu dari buku sejarah yang pernah dibacanya di perpustakaan.
Ini pertama kalinya aku ceroboh selama hidup di dunia, ucapnya dalam hati.
Namun, ia tersadar saat tangan Pangeran Rodigero menyentuhnya. Dilihatnya tangan pria itu menggengamnya dengan lembut.
Pangeran Rodigero tersenyum. ‘’Saya percaya kepada Yang Mulia. Setidaknya kemampuan Anda yang bisa menghajar semua orang menjadi buktinya.’’
Ratu Rushi memalingkan kepala sambil tersenyum dengan wajah bodohnya.
Apakah tidak ada alasan yang lebih bagus? Seperti kemampuan memasakku atau apa, ucapnya dalam hati.
‘’Ratu Rushi adalah orang yang lemah lembut dan tidak pernah melukai seseorang. Tidak peduli, dia mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang di istana,’’ kata Pangeran Rodigero.
Ya. Dalam buku sejarah, Pangeran Rodigero hanya memantau Ratu Rushi yang diperlakukan secara buruk. Dia tidak berani menghampiri wanita itu karena akan membuatnya semakin dalam masalah. Orang-orang akan berpikir mereka memiliki hubungan gelap, sehingga Ratu Rushi akan diberi hukuman yang lebih berat. Sampai akhirnya wanita ini meninggal, dia pun menyesal dan bunuh diri karena provokasi Rukaia, kata Ratu Rushi dalam hati.
Pangeran Rodigero berlutut di depan Ratu Rushi tanpa melepaskan tangannya yang masih menggenggam tangan wanita itu. ‘’Saya minta maaf karena hanya memantau Yang Mulia dari jauh, dan tidak melakukan apa pun. Saya berniat menebusnya dengan menyuruh orang di desa agar mendatangi rumah makan Yang Mulia. Tapi ternyata cara saya salah sampai membuat Yang Mulai marah.’’
Jadi itulah kenapa dia sampai meninggalkan istana dan terus datang ke rumah makan untuk membantuku. Heh, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Sudah saya bilang Yang Mulia … Kakak pasti akan lebih meluangkan waktu bersama Pangeran Rodigero dibandingkan Anda. Berbeda dengan Yang Mulia, Pangeran Rodigero bahkan tidak perlu meminta izin untuk menyentuh kakak. Kakak juga tidak protes dan malah tersenyum sambil mengelus kepala adik Yang Mulia. Bertemu di tempat sepi seperti ini dan berduaan, tidak salah lagi … Mereka memiliki hubungan gelap di belakang Yang Mulia,’’ kata Putri Rukaia.
Tangan Raja Raion langsung mengepal, sehingga ia berbalik untuk pergi. Putri Rukaia yang menatap kakaknya yang sedang bersama Pangeran Rodigero hanya tersenyum miring, sebelum menyusul kepergian sang Raja.
......................
Malamnya, Ratu Rushi merasa heran melihat Raja Raion tidak ikut makan malam bersama mereka. Siruverash menggunakan kesempatan ini untuk memanaskan suasana.
‘’Yang Mulia tidak tahu? Sejak siang tadi, Putri Rukaia melayani Yang Mulia Raja di dalam kamarnya. Jangan khawatir, adik Anda menemani Raja dengan baik. Mungkin itulah kenapa Yang Mulia Raja menolak untuk ikut makan malam bersama kita,’’ kata Siruverash.
Ratu Agung juga hanya tersenyum. ‘’Selain itu, Putri Rukaia juga salah satu istri Yang Mulia. Bertambah satu cucu lagi justru akan membuat istana semakin ramai.’’
Ratu Rushi yang mendengarnya langsung berhenti makan. Entah kenapa, ia tidak menyukai pembahasan di meja makan, membuatnya selesai lebih dulu.
‘’Yang Mulia sudah kenyang? Anda bahkan baru memakan dua sendok,’’ kata Siruverash.
‘’Mungkin bayi di dalam perutku ini tidak suka banyak makan,’’ senyum Ratu Rushi sebelum pamit pergi.
Meskipun sebenarnya tidak ada janin satu pun di dalam perutnya. Pangeran Rodigero yang melihat kepergian wanita itu menyadari sesuatu.
Apakah Yang Mulia cemburu? Hm, ucapnya dalam hati.