Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 51 Mencegah Pertemuan



Siruverash yang tidak sengaja menyusuri koridor istana, menoleh ke arah luar. Ia mengerutkan dahi melihat Raja Raion yang dikawal Tora, meninggalkan istana dengan pakaian biasa.


‘’Mm? Yang Mulia pergi berburu lagi? Di musim dingin ini?’’


Ia melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun langkah kakinya terhenti saat menyadari sesuatu.


Kalau Yang Mulia memang ingin berburu, kenapa dia hanya membawa Tora bersamanya? Saat ini Pangeran Rodigero tidak ada di istana. Jangan bilang kepergian Yang Mulai….


Siruverash langsung melangkahkan kakinya dengan cepat sambil berdecih. ‘’Eish, apa yang dilakukan Rukaia saat ini?’’


......................


Kediaman Ratu Agung


‘’Cemilannya lezat seperti biasa. Putri Rukaia juga ikutlah makan bersamaku,’’ ajak Ratu Agung.


‘’E-Eh, mohon maaf Ratu Agung. Saya tidak bisa mencicipi makanan yang sama yang Anda makan,’’ kata Putri Rukaia.


Ratu Agung tersenyum dan melanjutkan aktivitas makannya. Putri Rukaia menatap wanita itu sambil menggertak gigi.


Dasar wanita tua, cepat habiskan makananmu! Apakah aku harus memasukkan semua cemilan itu ke dalam mulutmu? Kau terlalu lambat makan, umpat Putri Rukaia dalam hati.


Ia sangat gusar sambil melirik sesekali ke arah pintu.


Aku harus memberitahu paman secepatnya. Tapi wanita bodoh tua ini tidak mau melepaskanku, kata Putri Rukaia dalam hati.


......................


Kamar Putri Rukaia


Ceklek!


Siruverash masuk sambil membuka kedua pintu dengan kasar. ‘’Apa yang kau lakukan saat ini? Kenapa tidak mencegah Yang Mulia ke—‘’


Ucapannya terhenti saat melihat isi kamar itu kosong. Ia menyusuri segala sisi dan tidak menemukan sosok Putri Rukaia.


Ia bertanya mengenai keberadaan Putri Rukaia, dan pelayan yang dipanggil memberitahu kalau Putri Rukaia sedang ada di kediaman Ratu Agung.


Mendengar hal itu membuat Siruverash berdecih pelan, dan menyuruh pelayan itu pergi. Tanpa membuang waktu, ia langsung memanggil elang emasnya. Tidak butuh waktu yang lama, sosok burung elang emas datang dan berubah menjadi manusia, sambil berlutut di lantai.


‘’Tuan Siruverash memanggil hamba?’’ tanya Washi.


‘’Yang Mulia sedang keluar istana. Aku ingin kau mengawasi Ratu Rushi, sedangkan Yang Mulia adalah urusanku. Apa pun yang terjadi, pastikan mereka tidak bertemu hari ini! Pergilah!’’ perintah Siruverash.


Washi mengangguk lalu membungkuk. Ia berubah menjadi elang emas dan terbang keluar. Siruverash yang melihat kepergian elang emas itu, hanya berharap penuh.


......................


Desa


Yagyu dan yang lainnya tidak tahu harus mengatakan apa kepada Ratu Rushi. Mereka hanya menatap wanita itu dari jauh, dan takut mendekat.


‘’Kita tidak buka hari ini, ya? Kemarin, rumah makan juga langsung ditutup,’’ kata Usagi.


‘’Aku masih tidak menyangka kalau Pangeran Rodigero melakukan hal seperti ini,’’ kata Yagyu.


Shika memasang wajah memelas. ‘’10.000 koin emasnya hangus begitu saja.’’


Sedangkan Mozaru hanya diam menyimak, sambil menatap Ratu Rushi yang masih duduk di kursi membelakangi mereka. Ia ingat betul, bagaimana wanita itu membelanya dan menyuruh para pelanggan untuk meminta maaf.


‘’Meskipun salju turun diluar, tapi di dalam ruangan ini 2x lipat lebih dingin dibandingkan di luar,’’ kata Usagi.


Tiga pria lainnya menatap Ratu Rushi, yang mengerti kalau kalimat tadi merujuk kepada wanita itu. Mereka langsung terkejut saat wanita tadi berdiri dan berjalan keluar.


‘’Yang Mulia mau ke mana?’’ tanya Mozaru.


Tapi, karena tidak ingin mencari masalah, membuat mereka hanya diam menunggu. Cukup lama Ratu Rushi keluar, membuatnya kembali masuk.


Washi yang mendarat di dahan pohon, baru saja melihat Ratu Rushi memasuki rumah makannya.