
Keesokan harinya…
Semua dibuat terkejut melihat sarapan pagi di atas meja. Roti berbentuk bundar yang diiris dua, dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombai, serta keju lembar. Tidak lupa saus pelengkap seperti saus tomat dan sambal serta mayones.
‘’Si-Siapa yang membuat semua ini?’’ tanya Raja Raion.
‘’It’s me. Ohayou minna,’’ senyum Ratu Rushi duduk lebih dulu.
‘’Hee~ kalau begitu ini makanan surgawi baru buatan Yang Mulia, ya?’’
Ratu Rushi memasang wajah bodohnya, karena ia sudah bilang sejak tadi. Tapi ia baru tersadar karena bicara dalam bahasa asing.
‘’Makanan Surgawi?’’ tanya Siruverash.
Sebelum menyantap hidangan tersebut, Ratu Rushi meminta 5 kursi tambahan untuk keempat pria dan satu pelayannya. Hal itu membuat Ratu Agung menentang sikap tidak sopan wanita itu.
‘’Ratu Agung sebaiknya mencicipi dulu buatan saya. Kalau rasanya tidak enak, saya akan mengusir kelima pelayanku ini dengan kasar,’’ kata Ratu Rushi.
Kelima orang yang duduk di kursi tadi, langsung memasang wajah kaku. Mereka tidak menyangka Ratu Rushi menjadikannya bahan taruhan.
‘’Jadi makanan surgawi ini masuk jenis apa?’’ tanya Pangeran Rodigero.
Ratu Rushi memberitahu semua orang kalau hidangan tersebut adalah Hamburger. Fast food yang berasal dari Negara Amerika Serikat dan Jerman.
‘’Hamburkan?’’ tanya Putri Rukaia.
‘’Apakah makanannya harus dihamburkan dulu sebelum dimakan?’’ tanya Siruverash.
Shika dan Yagyu menahan tawa mereka sambil berbisik. Keduanya menertawakan pemikiran Putri Rukaia dan Siruverash. Ratu Rushi yang mendengarnya hanya memasang wajah bodoh sambil tersenyum.
Bukankah kalian berdua sama saja? Berhentilah menertawakan diri sendiri, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Um, bagaimana cara memakannya Yang Mulia?’’ tanya Pangeran Rodigero.
Ratu Rushi meraih lapisan roti atas lalu menambahkan saus di atas tumpukan tadi, lalu kembali meletakkan roti. Dengan tangan kosong, ia memegang hamburger dengan kedua tangannya, dan langsung menggigitnya.
‘’Sungguh tidak sopan! Bagaimana kau bisa memakannya dengan cara seperti itu!’’ tegur Ratu Agung.
Raja Raion dan Pangeran Rodigero serta para pengikut Ratu Rushi mengikuti caranya. Hal itu membuat Siruverash dan Putri Rukaia tidak percaya. Ratu Agung berusaha menegur Raja Raion, tapi pria itu sudah menikmati hamburger tadi.
Berbeda dengan yang lainnya, Ratu Agung memilih menggunakan garpu dan pisau. Siruverash dan Putri Rukaia memilih mengikuti Ratu Agung. Namun, hamburger itu terlalu keras untuk dipotong. Meskipun bisa, hamburger tadi menjadi berantakan.
Ratu Agung tersentak karena belum pernah mencicipi makanan seperti itu, meski hanya memakan bagian dagingnya saja. Ia jadi sedikit menyesal karena tidak mengikuti cara Ratu Rushi untuk memakannya.
‘’Kalau rasanya tidak enak, saya sudah siap mengusir kelima orang ini.’’
Yagyu dan lainnya yang tadinya menikmati suasana memakan hamburger itu, langsung rusak karena tersedak. Mereka kompak menatap Ratu Rushi dengan wajah bodoh.
Yang Mulia segitunya sangat ingin mengusir kami, kata kelima orang itu kompak.
Ratu Agung berdehem dan menyuruhnya untuk diam. Tentu saja semua orang terkejut terutama Siruverash.
......................
Setelah sarapan selesai, Ratu Rushi menuju ke dapur. Begitu ia sampai, tiba-tiba wanita seragam cream langsung menyiraminya air.
‘’Riaz! Beraninya kau melakukan hal itu kepada Yang Mulia!” seru Hana.
Wanita beseragam putih yang membawa piring-piring kotor, sengaja menjatuhkannya dan menyuruh Ratu Rushi membersihkan pecahan tersebut. Yagyu yang cepat emosi langsung menghampiri wanita itu dan menarik kerah lehernya.
‘’Dasar pria pungut! Cepat lepaskan Zena!’’ perintah Riaz.
‘’Yagyu, hentikan!’’
...Visual Riaz...
...Visual Zena...