Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 72 Waterfall



Pangeran Rodigero yang menatap Ratu Rushi dari jauh, hanya tersenyum. Semenjak ia membuat wanita itu kecewa, rasanya tidak ada keberanian untuk menghampirinya lagi. Apalagi wanita tadi telah kembali ke istana, membuatnya hanya bisa menatapnya dari jauh. Ia pun berbalik untuk pergi sebelum ada yang mengetahui keberadaannya, lalu berubah menjadi singa dan menuju ke tempat pribadinya.


......................


Air Terjun


Seekor singa berjalan sambil menatap 16 danau bertingkat yang membentang berwarna zamrud dan turquoise. Air jernih yang mengalir di atas batu dan kapur menciptakan panorama alam yang menakjubkan. Bahkan terdengar jelas deru gemuruh air terjun yang jatuh menghantam batu.


Air terjun terbesar, tertinggi dan terindah yang juga diselimuti kabut. Tentu saja air terjun bak dongeng tersebut sangat memanjakan mata, dengan butiran salju yang turun sebagai pelengkap. Singa yang memandanginya tadi langsung berubah menjadi manusia.


‘’Keindahan yang sama dimiliki oleh Yang Mulia. Aku sangat ingin memperlihatkan pemandangan ini kepadanya,’’ kata Pangeran Rodigero.


Namun, terdengar sesuatu membuatnya menoleh. Ia mengerutkan dahi sambil menghampiri sumber suara.


Pangeran Rodigero tahu betul kalau tidak ada satu pun orang yang seharusnya menemukan tempat ini. Jika memang ada, orang itu adalah kakaknya sendiri. Tapi, saat ini Raja Raion berada di istana, membuatnya penasaran akan suara tadi.


Tidak cukup lama menyusuri tempat itu, ia melihat sosok wanita muda berjalan menggunakan tongkat. Selain itu, wanita tersebut juga menggunakan penutup mata.


‘’Apakah dia buta?’’ tanya Pangeran Rodigero.


Wanita yang mengenakan pakaian lusuh dengan banyak jahitan tadi langsung berhenti. Ia sedikit menolehkan kepalanya. ‘’Apakah ada seseorang di sekitar sini?’’


Pangeran Rodigero sedikit terbelalak karena wanita itu menyadari keberadaannya. Ia pun bicara dengan nada ragu, membuat wanita tadi langsung terkejut.


Suara ini … Pangeran Rodigero, kata sang wanita dalam hati.


‘’Siapa kau? Kenapa bisa ada di sini?’’ tanya Pangeran Rodigero.


Tanpa memberitahukan namanya, wanita tadi sedikit membungkuk dan memberitahu kalau ia mendengar suara deru gemuruh air terjun, yang membuatnya hendak mencari tempat itu.


‘’Maaf kalau ini menyinggungmu. Tapi, air terjun yang kau tuju adalah tempatku. Aku menjaga air terjun itu agar tidak ada yang menginjakkan kakinya di sana. Itu karena aku ingin wanita pujaanku yang menginjakkan kaki pertama kali di tempat itu,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Kalau begitu hamba meminta maaf karena hampir saja merusak impian Anda. Kedua mata hamba terluka jadi tidak bisa melihat, dan hanya mengandalkan pendengaran.’’


‘’Tapi apa yang kau lakukan di hutan sedalam ini?’’ tanya Pangeran Rodigero.


‘’Hamba sedang mencari seseorang yang sangat penting. Kalau begitu, hamba permisi dulu.’’


Sebelah alis Pangeran Rodigero terangkat sambil menatap kepergian wanita tadi. ‘’Aku seperti pernah melihatnya. Tapi di mana, ya?’’


Wanita yang terlihat kaku tadi langsung bergegas meninggalkan tempat itu.


Sebelum Pangeran Rodigero curiga, sebaiknya segera pergi dari sini. Pangeran tidak boleh tahu kalau saya adalah Licy. Selain itu, saya harus mencari Yang Mulia Ratu Rushi, ucapnya dalam hati.


......................


Air Terjun


Pangeran Rodigero yang kembali, hanya menatap air terjun di depannya seperti biasa. Sosok wanita tadi sangat mengganggu pikirannya. Ia yakin memang pernah bertemu dengan wanita itu. Tidak lama kemudian ia teringat sesuatu.


’’Tunggu … Caranya bicara dan bersikap sama seperti para pelayan di istana. Apakah mungkin dia salah satu dari mereka? Ah itu tidak mungkin, karena selama ini aku tidak pernah melihat pelayan yang buta. Tapi dia juga mengatakan sedang mencari seseorang yang penting. Memangnya siapa yang tinggal di pedalaman hutan saat musim dingin seperti i—’’


Deg!


Pangeran Rodigero langsung tersadar. Satu-satunya orang yang tinggal di hutan hingga musim dingin ini berlangsung, seharusnya tidak lain adalah Ratu Rushi. Ia juga mengingat kalau Ratu Rushi memiliki dua pelayan pribadi yang sudah seperti teman baiknya, tetapi hanya satu orang yang berada di sampingnya semenjak kembali ke istana.


‘’Jika Hana adalah salah satu di antara keduanya yang masih berada di istana, itu berarti wanita yang kutemui tadi tidak lain adalah … Licy!’’


...Visual Licy...