Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 27 Sandiwara



Kediaman Ratu Agung


‘’Baiklah, baiklah. Aku akan pergi menjemput Pangeran Rodigero agar Ibu tidak cemas lagi,’’ kata Raja Raion.


Namun, belum sempat Raja Raion pergi, salah satu pelayan datang melapor.


‘’Yang Mulia, Putri Rukaia jatuh pingsan!’’


‘’Apa?!’’ pekik Ratu Agung.


Tanpa membuang waktu, kedua orang itu bergegas menuju ke kamar wanita tadi.


......................


Kamar Putri Rukaia


Semua langsung membungkuk begitu melihat kedatangan Raja Raion dan Ratu Agung.


‘’Apa yang terjadi? Kenapa Putri Rukaia tiba-tiba pingsan?’’ tanya Ratu Agung.


‘’Saya juga tidak tahu Ratu Agung. Perutnya tiba-tiba sakit setelah selesai sarapan, sampai akhirnya dia jatuh pingsan,’’ jawab Siruverash.


‘’Kita mencicipi makanan dari mangkuk yang sama, lalu bagaimana mungkin hanya Putri Rukaia yang merasa sakit perut?’’ tanya Raja Raion.


Putri Rukaia mengerutkan dahi dan membuka matanya. ‘’Eh? Apa yang terjadi? Kenapa semuanya ada di sini?’’


‘’Kau membuat kami khawatir saja. Siruverash bilang perutmu tiba-tiba sakit dan tidak lama kemudian Anda jatuh pingsan,’’ kata Ratu Agung.


‘’Ma-Maaf sudah membuat Yang Mulia dan Ratu Agung sampai menghampiri saya,’’ kata Putri Rukaia.


Ratu Agung menggeleng lalu memegang tangan Putri Rukaia. ‘’Anda sudah seperti putri kandungku, jadi antara ibu dan anak, tidak ada kata permintaan maaf.’’


‘’Tabib, beri pengobatan kepada Putri Rukaia. Pastikan dia tidak merasa sakit lagi!’’ perintah Raja Raion sebelum berbalik pergi.


Raja Raion terhenti, karena seseorang menarik tangannya. Ia menoleh ke belakang dan melihat tangan Putri Rukaia menghentikannya.


‘’Jangan pergi. Kumohon,’’ kata Putri Rukaia lemah.


‘’Maaf atas kelancangan keponakan hamba Yang Mulia. Dia hanya kesepian karena tidak memiliki seseorang di sisinya. Kepergian Ratu Rushi mungkin membuatnya membutuhkan seorang kakak,’’ kata Siruverash.


‘’Aku mengerti. Tapi aku memiliki urusan yang harus kuselesaikan,’’ kata Raja Raion.


‘’Yang Mulia tidak perlu menjemput Pangeran Rodigero. Aku akan mengutus prajurit untuk menghampirinya. Anda tinggal saja di sini dan temani Putri Rukaia,’’ kata Ratu Agung.


‘’Tapi?’’ tanya Raja Raion.


Raja Raion menatap Putri Rukaia yang memasang wajah kasihan, membuatnya menghela nafas panjang. ‘’Baiklah. Sesuai perintah Ratu Agung.’’


Ratu Agung tersenyum, lalu kembali menatap Putri Rukaia. ‘’Semoga Putri Rukaia lekas sembuh.’’


‘’Terima kasih Ratu Agung,’’ kata Putri Rukaia.


Pandangannya beralih ke arah Siruverash yang berdiri di belakang Ratu Agung.


Flashback on


Putri Rukaia yang tidak sengaja lewat, langsung bersembunyi saat melihat wajah Raja Raion sedikit lesu. ‘’Apa yang terjadi?’’


‘’Berapa banyak orang yang dibawa Pangeran Rodigero untuk keluar bersamanya?’’ tanya Raja Raion.


‘’Pangeran Rodigero keluar? Sepagi ini?’’ bingung Putri Rukaia.


‘’Pangeran Rodigero tidak membawa satu pun pengawal, dan hanya keluar seorang diri Yang Mulia,’’ jawab Tora.


Putri Rukaia bisa melihat bagaimana raut wajah Raja Raion yang pusing bukan main.


‘’Siapkan aku kuda dan pakaian biasa! Aku akan menyusul Pangeran Rodigero setelah selesai sarapan,’’ perintah Raja Raion.


‘’Sesuai perintah Yang Mulia,’’ kata Tora.


Putri Rukaia terkejut sambil menatap kepergian kedua pria tadi. Tanpa membuang waktu, ia langsung menuju ke kamar pamannya, dan memberitahu kejadian tadi.


‘’Apa? Yang Mulia akan menyusul Pangeran Rodigero?!’’ kaget Siruverash.


‘’Paman sendiri bilang kalau Pangeran Rodigero selalu mengunjungi rumah kakak. Kalau Yang Mulia sampai menyusul adiknya, dia akan bertemu dengan kakak! Aku tidak mau itu terjadi. Paman harus mencegahnya! Aku tidak mau Yang Mulia dan kakak bertemu,’’ paksa Putri Rukaia.


‘’Aku juga tidak ingin mereka bertemu. Jangan sampai Yang Mulia berubah pikiran dan menarik pengasingan Ratu Rushi,’’ kata Siruverash.


‘’Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan Paman?’’ tanya Putri Rukaia.


Siruverash menghampiri lemarinya dan mengambil salah satu botol. ‘’Kau akan merasa sedikit pusing setelah meminumnya. Tapi, hanya ini cara untuk mencegah Yang Mulia keluar istana.’’


‘’Aku akan mencegah mereka bertemu, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku,’’ kata Putri Rukaia.


Flashback off


Terukir senyuman di bibir Siruverash sambil pria itu mengangguk.