
Ratu Rushi memerintahkan pria itu untuk melepaskan cengkeramannya. Dengan wajah tertahan, Yagyu menarik tangannya.
‘’Sudah lama kita tidak bertemu Rushi. Aku tidak menyangka, kau membawa orang pinggiran kurang ajar seperti mereka ke istana,’’ kata Riaz.
Benar juga. Sebelum diasingkan ke hutan, mereka salah satu dari lima orang yang selalu membully Ratu Rushi. Sengaja memecahkan piring lalu menyuruh wanita ini membersihkannya, dan tidak ragu menyirami wanita ini dengan air sisa pel. Saat ini mereka melakukannya seperti biasa, kata Ratu Rushi dalam hati.
Hana yang tidak terima, hendak menghampiri kedua wanita itu. Tapi, sebelah tangan Ratu Rushi mencegahnya. Zena tersenyum remeh sambil mengejek, membuat Hana dan keempat pria pengikut Ratu Rushi benar-benar tidak tahan.
Riaz dan Zena berjalan mendekati Ratu Rushi. Kedua wanita itu tersenyum remeh karena Ratu Rushi tidak melawan seperti biasa.
‘’Ayo bersihkan kotoran yang ada di lantai itu!’’ perintah Riaz.
‘’Kenapa kau hanya diam?! Cepat lakukan!’’ teriak Zena.
‘’Kau!’’ seru Yagyu.
Tiba-tiba muncul sosok wanita membuat Shika sedikit bersembunyi di belakang Yagyu. ‘’Dia terlihat menyeramkan.’’
Wanita berambut panjang seragam hitam putih, dengan sorot mata tajam membuat Usagi juga bersembunyi di belakang Yagyu.
‘’Aku pikir siapa yang telah membuat keributan. Ternyata kau, ya?’’
Ratu Rushi memicingkan mata. Melihat pakaian yang membedakannya dari para pelayan yang lain, membuatnya langsung tahu sosok wanita itu. ‘’Kepala Pelayan Eris.’’
‘’Kedatanganmu menyebabkan kekacauan seperti biasa. Padahal akan lebih baik kau tidak usah kembali ke istana lagi,’’ kata Eris.
‘’Kekacauan? Kedua bawahanmu sendiri yang mencari masalah dengan Yang Mu—‘’ ucapan Shika terhenti karena Eris langsung menatapnya tajam.
Manusia setengah rusa itu langsung memasang wajah kasihan sambil bersembunyi. Ratu Rushi yang menyaksikan hal itu berbalik untuk berjalan pergi. Riaz dan Zena mencegahnya dan menyuruhnya untuk membersihkan lantai, tapi Ratu Rushi tidak mendengar dan memanggil pengikutnya untuk segera pergi.
‘’Dia tidak bisa melawanku seperti biasa. Baiklah. Aku akan memakluminya kali ini karena baru kembali ke istana,’’ kata Eris.
Riaz dan Zena memerintahkan pelayan yang lain untuk membersihkan pecahan di lantai tadi. Mereka berjalan dengan rasa kesal dan akan membalas wanita itu besok pagi.
......................
Kamar Ratu Rushi
Shika yang mengotak-atik bajunya karena kesal, Yagyu mengepalkan tangan sejak tadi, Usagi tidak menerima perlakuan kasar yang ditujukan kepada Ratu Rushi, serta Mozaru yang tidak percaya semua hal itu.
‘’Apakah Yang Mulia selalu diperlakukan seperti ini tanpa Yang Mulia Raja tahu?’’ tanya Mozaru.
‘’Tapi, hamba masih tidak percaya Yang Mulia telah kembali. Padahal masih ada 11 tahun masa pengasingan yang harus Yang Mulia jalani. Ya, bukan berarti hamba menginginkan Yang Mulia menjalaninya. Hamba hanya penasaran,’’ kata Hana.
Mendengar hal itu membuat keempat pria tadi tersenyum setelah mengingatnya. Ratu Rushi juga hanya terkikik pelan.
Flashback on
Salah satu pelanggan kembali menghela nafas. ‘’Meski Putri Rukaia juga pantas mengisi posisi Ratu, tapi kami lebih ingin Yang Mulia tetap menjadi Ratu kami.’’
Mendengar hal itu membuat ide muncul di kepala Ratu Rushi. ‘’Aku akan segera tutup. Kalian berempat segera ambil semua piring yang ada di sini!’’
‘’Eh? Tapi kenapa tiba-tiba Yang Mulia?’’ tanya Shika.
‘’Yang Mulia, mereka bahkan belum menyentuh makanannya,’’ kata Yagyu.
Ratu Rushi menghela nafas dengan wajah sedih. Ia memberitahu semua orang kalau dirinya akan berhenti membangun rumah makan dan mengasingkan diri ke hutan. Mendengar hal itu membuat semua pelanggan protes.
‘’Haa~ kalian semua akan memiliki Ratu yang baru. Jadi, aku tidak memiliki alasan lagi untuk berada di sini. Semua uang tadi, juga kembalikan saja kepada mereka dan ambil makanannya,’’ kata Ratu Rushi.
‘’Tidak Yang Mulia! Kami hanya ingin Anda yang menjadi Ratu kami.’’
‘’Itu benar. Sudah sangat lama kami menunggu untuk mencicipi makanan surgawi ini.’’
‘’Kalau Yang Mulia sampai berhenti membuat makanan surgawi, karena masalah pemilihan calon Ratu yang baru, kami tidak akan menerimanya!’’
‘’Kami akan melakukan apa pun agar Yang Mulia tidak berhenti membuat makanan surgawi ini.’’
Ratu Rushi tersenyum karena mereka semua terprovokasi begitu mudah. ‘’Hee~ jika saja aku bisa kembali ke istana. Mungkin aku akan mempertimbangkannya.’’
Saat itulah semua warga berbondong-bondong ke istana dan melawan perintah untuk pertama kalinya demi Ratu Rushi.
Flashback off
Hana yang mendengarnya mengerti setelah dirinya mencicipi buatan Ratu Rushi.
...Visual Kepala Pelayan Eris...