Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 69 Memprovokasi



Putri Rukaia menoleh setelah mendengar laporan dari salah satu pelayan. ‘’Kakak menyirami tangan mereka dengan air panas?’’


Pelayan tadi membenarkan dan mengatakan kalau Ratu Rushi melakukan hal itu agar tidak ada pelayan lagi yang berani bertindak semena-mena kepadanya.


‘’Kakak mulai berani, ya?’’


......................


Ratu Rushi berjalan menyusuri istana dengan wajah gembira. Ia merasa sangat puas setelah memberi pelajaran kepada ketiga wanita tadi.


Wah, jantungku berdebar karena memainkan peran seperti yang dilakukan Pangeran Reonharu di bab 6 novel My Arrogant Princess, ucapnya dalam hati.


Keempat pria yang mengikut dari belakang hanya memasang wajah bodoh, melihat kedua wanita yang berjalan di depan mereka.


‘’Kenapa Yang Mulia dan Hana telihat sangat senang?’’ tanya Usagi.


‘’Aku tarik kembali perkataanku. Tidak ada wanita semenyeramkan Yang Mulia di dunia ini. Aku jadi mulai takut untuk memeluknya secara langsung,’’ kata Shika.


Yagyu yang mendengarnya langsung tersenyum. Ia tidak perlu repot untuk cemburu lagi karena ulah manusia setengah rusa bagal di sampingnya.


‘’Yang Mulia tahu harus bersikap bagaimana kepada orang. Jadi, kalian tidak perlu khawatir,’’ kata Mozaru.


‘’Kalau begitu, aku masih boleh memeluknya, ya? Baguslah,’’ kata Shika.


Yagyu berdecih sambil menatap ke arah Mozaru, tapi sayang manusia setengah badak itu tidak peka.


‘’Tapi, kalau Yang Mulia ada di istana, bagaimana dengan rumah makan di desa?’’ tanya Hana.


Ratu Rushi tersenyum membuat pelayannya itu mengerutkan dahi tanda bingung.


......................


Siruverash yang mendengar kabar dari keponakannya mengenai Ratu Rushi, hanya terbelalak. Ia benar-benar tidak percaya kalau Ratu Rushi memperlakukan ketiga pelayan itu begitu sadis.


Ia juga mengeluh mengenai perilaku Ratu Rushi saat sarapan pagi tadi, yang membiarkan kelima pelayannya untuk ikut duduk di meja makan.


‘’Di mana Ratu Rushi saat ini?’’ tanya Siruverash.


‘’Aku tidak pernah melihatnya di sekitar. Sepertinya kakak ada di kamarnya,’’ jawab Putri Rukaia.


Siruverash berdiri dan berjalan keluar, membuat Putri Rukaia juga menyusul. Keduanya berjalan untuk menuju ke kamar Ratu Rushi. Di sisi lain, Raja Raion dan Tora juga hendak menuju ke kamar wanita itu.


Begitu tiba di kamar, Siruverash dan Putri Rukaia terkejut melihat Raja Raion dan Tora sudah ada di dalam. Mereka langsung memberi salam.


‘’Saya tidak menyangka Yang Mulia Raja juga ada di sini,’’ kata Siruverash.


Apa ini? Kenapa Yang Mulia datang ke kamar kakak? Cih, kata Putri Rukaia dalam hati.


‘’Apakah Anda juga ingin menemui Ratu Rushi? Tapi saat ini dia tidak ada,’’ kata Raja Raion.


Siruverash dan Putri Rukaia langsung terbelalak dan bertanya. Tora memberitahu mereka kalau Raja Raion hendak menemui Ratu Rushi, tapi wanita itu tidak ada di kamarnya. Tidak lama kemudian, datang beberapa prajurit yang diutus mencari wanita tadi.


Satu orang yang mewakili mereka mengatakan kalau Ratu Rushi sedang keluar istana bersama salah satu pelayan wanita dan keempat pria pengikutnya. Ia melaporkan kalau Pangeran Rodigero juga berada di luar istana.


Mendengar hal itu membuat Siruverash memanfaatkan kesempatan tersebut.


‘’Ratu Rushi dan Pangeran Rodigero ternyata dekat juga. Saya tidak menyangka mereka berdua meninggalkan istana secara bersamaan seperti ini,’’ kata Siruverash.


Putri Rukaia juga tidak ingin ketinggalan, membuatnya ikut memprovokasi. ‘’Ini bukan sebuah kebetulan. Apakah mungkin kakak dan Pangeran Rodigero memiliki hubungan spesial? Mereka bahkan janjian untuk keluar istana bersama. Seper—‘’


Ucapannya terpotong karena Raja Raion langsung pergi. Tora membungkuk kepada kedua orang itu sebelum menyusul sang Raja.


‘’Sepertinya kakak akan diusir setelah dia kembali nanti,’’ senyum Putri Rukaia.