
Sama seperti kemarin, para pelanggan telah meninggalkan rumah makan saat tengah hari. Yagyu, Shika dan Usagi membungkuk dengan wajah lesu, mengucapkan salam untuk pelanggan yang pergi seperti biasa. Ketiganya kembali masuk sambil menghela nafas panjang berulang kali.
Pangeran Rodigero yang melihatnya langsung merasa kasihan. ‘’Sebelum Yang Mulia kembali dan mengetahui masalah ini, aku berikan 3000 koin emas saja kepada kalian sebagai penggantinya.’’
‘’Pangeran Rodigero, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu karena masalah ini,’’ kata Yagyu.
‘’Tidak apa-apa. Ini hanya uang ja—‘’
‘’Uang jajan kecil, iya kami tahu,’’ kata Shika memotong ucapan.
‘’Anda tidak bersalah di sini, jadi seharusnya bukan Pangeran Rodigero yang menebusnya. Tapi bagaimana kita bisa mendapatkan 3000 koin emas dengan cepat?’’ kata Usagi.
Kring! Kring!
Lonceng yang tergantung di depan pintu berbunyi, bersamaan dengan kedatangan Ratu Rushi.
‘’Aku kembali! Aku baru saja berjumpa dengan para pelanggan di luar. Kalian benar-benar mengatasinya, ya?’’ tanya Ratu Rushi.
Semua terbelalak melihat Ratu Rushi datang bersama Mozaru. Wanita itu mengerutkan dahi melihat raut wajah semua orang yang terlihat tegang, membuatnya bertanya apakah semuanya baik-baik saja.
Tidak ada yang berani angkat bicara, dan hanya saling bertatapan satu sama lain. Pandangan Ratu Rushi beralih kepada Pangeran Rodigero, meminta penjelasan dari pria itu.
Pangeran Rodigero juga hanya diam sambil menatap orang-orang satu persatu.
‘’Ada apa ini? Sejak tadi aku bertanya kepada kalian, tapi tidak ada yang menjawab, terutama Pangeran Rodigero. Apakah sesu—‘’ ucapan Ratu Rushi terpotong saat ketiga pria pengikutnya langsung bersujud.
‘’Kami pantas mati Yang Mulia!’’ teriak ketiga pria itu bersujud berulang kali.
......................
Tidak lama kemudian, Ratu Rushi menghela nafas panjang setelah mengetahui ceritanya. Yagyu, Shika dan Usagi masih terisak seperti anak kecil.
‘’Jangan khawatir. 3000 koin emas itu tidak dicuri atau hilang. Aku sendiri yang mengambilnya,’’ kata Ratu Rushi.
Ketiga pria tadi langsung terbelalak dan menanyakan maksud dari wanita tadi. Ratu Rushi menjelaskan kalau ia menggunakan uang itu untuk bertaruh demi Mozaru. Serentak, semua langsung menatap Mozaru, dan akhirnya mengerti mengenai kehadirannya.
Kaki Usagi tiba-tiba melemah membuatnya jatuh terduduk sambil mengusap dada. ‘’Ah~ Yang Mulia membuat kami takut saja. Karena tidak memiliki apa pun, kami berpikir untuk menebus 3000 koin emas itu dengan nyawa kami.’’
Ratu Rushi terkekeh dengan wajah kaku.
Aku memang sudah menduganya kalau mereka akan sedikit cemas. Tapi aku tidak menyangka mereka akan menyerahkan nyawa sebagai gantinya, ucapnya dalam hati.
‘’Kalian semua sudah mengerti, kan? Jadi mulai sekarang Mozaru akan tinggal bersama kita,’’ kata Ratu Rushi.
Keempat pria tadi kembali menatap Mozaru. Pangeran Rodigero bahkan menyapanya dan bertanya mengapa tidak pernah datang ke istana. Mengingat sebelumnya Putri Rukaia yang membuangnya, membuat Mozaru lebih memberitahu Pangeran Rodigero kalau dirinya sangat malu untuk datang ke istana. Pangeran Rodigero tersenyum dan menepuk bahu Mozaru agar tidak perlu merasa seperti itu.
‘’Selain itu, aku baru saja mendapatkan lotre,’’ senang Ratu Rushi memperlihatkan kotak berisi 9000 koin emas.
Yagyu dan Shika langsung melotot melihat jumlah uang tersebut, begitu juga dengan Usagi yang langsung berdiri. Ratu Rushi juga memberitahu mereka kalau ia menjadi pemilik dari rumah bertarung, membuat ketiga pria itu sekali terkejut bukan main.
Berbeda dengan Pangeran Rodigero yang malah tersenyum.
Menggunakan 3000 koin emas dan menggantinya dua kali lipat serta merebut rumah bertarung. Dia benar-benar wanita yang sangat menarik. Tapi waktu itu, Yang Mulia ingin mengatakan apa kepadaku, ya? Mungkin lain kali saja aku tanyakan, ucapnya dalam hati.