Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 53 Sang Singa



Sosok wanita yang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba langsung menggigil. ‘’Tidak ada hembusan angin, lalu kenapa bulu kudukku berdiri? Jangan-jangan ada yang membahas diriku.’’


Tidak ingin ambil pusing, ia kembali menyusuri tanah bersalju tanpa tahu ingin kemana.


......................


Istana


Putri Rukaia bergegas menuju ke kamarnya. Begitu ia tiba, sudah terlihat sosok Siruverash yang duduk di kursi. ‘’Paman di sini? Aku mencari Anda sejak tadi!’’


Ia menghampiri pria dewasa itu dan langsung memberitahu tentang Raja Raion.


‘’Aku tahu. Kau tidak perlu mengatakannya. Yang Mulia meninggalkan istana untuk menyusul Pangeran Rodigero dengan alasan berburu,’’ kata Siruveras.


‘’Yang Mulia pasti sudah bertemu dengan kakak! Tidak, tidak, aku tidak mau itu terjadi. Cepat bujuk Ratu Agung agar menyuruh Yang Mulia dan Pangeran Rodigero untuk segera pulang,’’ kata Putri Rukaia gusar.


Siruverash berdecih. ‘’Tenanglah. Anda sangat berisik.’’


‘’Aku ingin mengabari Paman, tapi Ratu Agung bersih keras memaksaku untuk tinggal. Paman tidak tahu segusar apa diriku di sana,’’ kata Putri Rukaia yang mondar-mandir.


‘’Jangan khawatir. Aku sudah mengutus Washi untuk mengawasi kakakmu agar tidak bertemu dengan Yang Mulia,’’ kata Siruverash.


‘’Bagaimana Paman seyakin itu? Ini sudah hampir siang semenjak Yang Mulia keluar istana. Jadi dia pasti sudah bertemu dengan kakak!’’ kesal Putri Rukaia.


Siruverash menghela nafas panjang. ‘’Jika mereka memang sudah bertemu, seharusnya Washi datang dan langsung memberitahuku. Tapi saat ini dia belum kembali. Itu berarti Ratu Rushi masih berada di rumah makannya.’’


‘’Aku berharap kakak dan Yang Mulia tidak bertemu,’’ kata Putri Rukaia.


......................


Terlihat sosok Ratu Rushi yang berjalan sejak tadi. ‘’Apakah tidak ada tempat yang bisa menjernihkan pikiranku?’’


Tunggu, bukankah saat ini Ratu Rushi ada di rumah makan bersama keempat pria itu? Lalu wanita yang menyusuri hutan tadi juga ternyata adalah Ratu Rushi. Kalian bertanya-tanya kenapa ada dua sosok Ratu Rushi di tempat yang bersamaan. Tenang, pertanyaan kalian akan terjawab dari 2 bab selanjutnya dimulai dari bab ini. So semangat penasarannya, dan mari lanjutkan.


Ratu Rushi berhenti saat mendengar sesuatu. Ia langsung menoleh ke belakang dan melihat semak-semak sekitar sungai bergerak. ‘’Siapa di sana?!’’


Ia langsung mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk berlindung, tapi tidak ada apa pun di sana. Tumpukan salju yang lebat, membuatnya susah bergerak karena jubah berbulu yang dipakainya terlalu panjang.


Srek! Srek!


Ratu Rushi kembali menatap semak itu sambil berjaga-jaga. Cukup lama ia memandanginya, hingga keluar seekor berang-berang berukuran sedang. Ia menghela nafas lega, karena mengira sesuatu yang berbahaya.


‘’Hei, apa yang kau lakukan?’’ tanya Ratu Rushi hendak mengelus kepala binatang itu.


Namun, berang-berang tadi langsung menggigit tangan Ratu Rushi sambil tangannya mencengkeram wanita itu.


Ratu Rushi meringis dan mengelus kepala berang-berang tanpa memilih melukainya. Melihat hal itu, berang-berang melepaskan gigitannya dan berlari pergi.


‘’Aw, kenapa dia langsung menggigitku? Padahal berang-berang baru akan menyerang saat mereka dipisahkan dari pasangan,’’ kata Ratu Rushi berdiri.


Ia melihat darah keluar dari bekas gigitan tadi. Tiba-tiba terdengar auman di sekitar, membuatnya kembali merasa panik.


‘’Sekarang apa lagi yang akan datang?!’’ cemas Ratu Rushi.


Saat itu juga ia mendongakkan kepala, melihat seekor singa melompat di atasnya. Singa itu mendarat dan menoleh ke arahnya. Keduanya hanya saling diam sambil bertatapan.


Um, apakah ini kontes saling menatap? Kenapa singa itu hanya diam dan melihatku terus? Ya, bukan berarti aku menyuruhnya untuk menerkamkanku, kata Ratu Rushi dalam hati.