Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 181 Sakura



2 minggu kemudian di tengah turunnya salju di musim dingin terakhir, kabar baik menghampiri istana. Ya, Ratu Rushi telah mengandung benih dari sang Raja. Setelah kekacauan yang terjadi di istana, akhirnya kedamaian menyelimuti seluruh sisi negeri Aslan.


Raja Raon telah menunjuk Tora untuk mengisi posisi perdana menteri. Para pengikut Ratu Rushi pun juga diberikan jabatan penting di antaranya :




Petinggi Kerajaan : Mozaru, Yagyu dan Wani.




Kepala Pasukan Divisi 1, 2 & 3 : Kitsune, Taka dan Uma.




Kepala Penanggung Jawab : Kujaku.




Kepala Pasukan Panah : Shika.




Pengurus Pakaian Kerajaan : Usagi.




Pengajar Kerajaan : Kamereon.




Kepala Pelayan + Wakil : Hana dan Licy.




......................


Taman Istana


Ratu Rushi berdiri menatap pohon besar setinggi 8 meter. Memiliki batang yang lurus, kulit batang halus berwarna cokelat terkelupas ke arah horizontal. Dimana bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Bunga-bunga yang bermekaran beraneka warna, ada yang merah, pink, putih. Selain itu, bunga tersebut tumbuh hampir diseluruh tempat, seperti pinggir jalan dan tepi sungai.


Dikenal sebagai lambang kehidupan dan kematian, lambang kesementaraan dan kefanaan hidup … Sakura, ucapnya dalam hati.


Melihat bunga itu muncul dan mulai bermekaran, membuatnya langsung tahu kalau saat ini sudah akhir bulan Maret, yang menandakan musim semi pertama akan tiba.


Bunga sakura indah bermekaran setelah itu akan layu berguguran tertiup angin, mati lalu hilang yang melambangkan kehidupan manusia begitu singkat. Lahir, hidup lalu mati. Di dalam hidup sakura yang singkat, dia membawa keindahan, wangi dan semerbak bagi yang menikmatinya. Hidup yang singkat tetapi memberi kebahagiaan dan makna bagi banyak orang. Hal ini mengilhami orang Jepang untuk membuat yang terbaik di dalam hidup mereka, sekali hidup tetapi berguna, sebelum mati kelak dan hilang bersama waktu. Itulah sebabnya dahulu orang Jepang memilih mati dengan bunuh diri(hara-kiri atau seppuku) daripada hidup tidak berguna atau gagal. Mati seperti ini lebih dihormati, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Oh, akhirnya bunga jambu ini sudah mekar,’’ kata Raja Raion.


Ratu Rushi mengerutkan dahi sambil menatap sang Raja yang datang tidak sendirian, tetapi bersama Pangeran Rodigero dan yang lainnya. ‘’Ha? Kenapa menyebutnya sebagai bunga jambu?’’


‘’Itu karena warna merah mudanya seperti buah jambu,’’ jawab Raja Raion.


‘’Puff! Baka janai no(Apa kau bodoh)? Namanya adalah Sakura,’’ kata Ratu Rushi.


Mereka berdiri sambil menikmati keindahan bunga sakura seperti yang dijelaskan Ratu Rushi tadi dalam hatinya.


‘’Kira-kira, apakah saya bisa menyaksikan bunga ini bersama Anda lagi, ya?’’ tanya Raja Raion.


Sebelah alis Ratu Rushi terangkat sambil tersenyum dengan nada mengejek. ‘’Apakah kepalamu baru saja terbentur?’’


‘’Tidak ada yang tahu tentang hidup manusia. Saat ini kau mungkin bersamanya, tapi di kemudian hari kalian akan berpisah. Benarkan … Anna?’’


Deg!


Ratu Rushi menoleh dengan wajah terkejut bukan main. ‘’Kau….’’


Bukan hanya Raja Raion, tapi para pengikutnya juga sudah mengetahui yang sebenarnya. Ia pun menoleh ke arah Pangeran Rodigero yang membuatnya mengerti.


‘’Awalnya kami tidak percaya setelah mendengar hal ini. Tapi melihat karakter Anda bertolak belakang dengan Ratu Rushi yang aslinya, dan semua pencapaian saat ini, membuat kami tidak bisa meragukannya lagi. Tapi saya ingin bertanya, kalau jiwamu menempati tubuh Ratu Rushi, lalu di mana jiwa aslinya?’’ tanya Raja Raion.


Ratu Rushi terdiam untuk sesaat. ‘’Jika tubuhku tidak hancur setelah tabrakan malam itu, seharusnya jiwa sang Ratu menempati tubuhku. Tapi, melihat keberadaanku sampai saat ini, sepertinya jiwa Ratu Rushi … sudah menghilang. Mungkin tubuhku di masa depan sudah hancur sehingga jiwanya tidak bisa menempati tubuhku.’’