
Siruverash menggunakan kesempatan ini untuk menjelekkan nama Ratu Rushi. Ia menegur salah satu keponakannya itu karena telah lancang tidak memberi ucapan secara langsung di kediaman Ratu Agung, dan seenaknya datang terlambat. Mendengar hal itu membuat rahang Ratu Agung menjadi tegang.
‘’Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Yang Mulia Ratu Agung. Semoga langit memberkati dan membuat Yang Mulia lebih bijaksana. Sebelumnya, mohon maaf karena telah lancang bersikap seperti ini. Tapi, saya memiliki urusan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu,’’ kata Ratu Rushi.
‘’Kakak, memangnya urusan penting apa sampai membuat Anda mengesampingkan ulang tahun Yang Mulia Ratu Agung? Bukankah sangat tidak sopan melakukan hal itu?’’ tanya Putri Rukaia.
Sebelah alis Ratu Agung terangkat. ‘’Sangat tidak sopan memanggil saya dengan sebutan seperti itu. Anda seharusnya memanggil saya Ratu. Tuan Siruverash sangat lalai karena tidak memiliki tanggung jawab untuk mendisplinkan Putri Rukaia.’’
Wajah Putri Rukaia langsung kusut. Ia mengepalkan tangan dengan wajah tertahan. Sedangkan Siruverash hanya tersenyum, meski urat di lehernya sudah menegang.
‘’Jadi Ratu Rushi datang kemari hanya karena ingin pamer?’’ tanya Ratu Agung.
‘’Maaf telah menyela pembicaraan. Tapi yang dikatakan Yang Mulia Ratu Rushi memang benar. Sebagai paman dari mereka berdua, seharusnya hamba tidak membiarkan hal ini seperti ini terjadi. Hamba meminta maaf dan berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi,’’ kata Siruverash.
Ratu Rushi tersenyum. Tanpa sengaja ia menatap Pangeran Rodigero yang sedang meliriknya. Saat itu juga, ia segera mengalihkan pandangan matanya.
Pangeran Rodigero kembali cemberut. Ternyata Ratu Rushi memang masih marah kepadanya. Ratu Agung yang melihat wajah sedih salah satu putranya itu langsung cemas. Ratu Rushi yang peka langsung membuang wajah dengan senyuman kaku.
Cukup lama Pangeran Rodigero berhasil mengatasi kecemasan ibunya itu. Semua orang sedikit bingung karena dirinya. Tapi tidak mungkin ia mengatakan kalau alasan kesedihannya adalah karena diabaikan Ratu Rushi. Yang ada, dia malah akan memberi wanita itu masalah lagi.
Berbagai pertunjukan dan hiburan diperlihatkan kepada Ratu Agung. Tidak terasa, hari mulai gelap dimana puncak acara telah tiba.
Setelah Ratu Agung dan yang lainnya mengganti pakaian untuk acara malam, mereka kembali ke aula istana. Sekarang waktunya penyerahan hadiah oleh anggota kerajaan.
Orang pertama yang menyerahkan hadiahnya adalah Putri Rukaia. Wanita itu menghadiahkan sebuah cincin kepada Ratu Agung. Tapi, cincin yang ia berikan bukanlah cincin biasa.
Dasar, itu bukan permata violet. Di duniaku, batu permata itu adalah batu Tanzanite. Ya, kurasa sangat wajar orang bodoh seperti dirimu tidak mengetahui namanya, kata Ratu Rushi dalam hati.
Selanjutnya adalah giliran Siruverash. Sama seperti keponakannya, ia menghadiahkan kalung yang juga menggunakan batu permata.
‘’Permata ini adalah batu langit. Batu permata alami dan berharga. Berkat warna birunya yang indah, batu ini identik dengan simbol kerajaan. Sama seperti permata ini, Yang Mulia Ratu Agung adalah simbol tertinggi di Kerajaan Aslan,’’ kata Siruverash.
Paman terlalu berlebihan memberinya nama. Meskipun warnanya memang seperti langit, tapi batu pertama juga memiliki nama. That’s a Sapphire Blue. Heh? Paman dan keponakan sama-sama bodoh. Tapi aku tidak masuk hitungan sebagai salah satu keponakannya, kata Ratu Rushi.
Kini giliran Pangeran Rodigero yang menyerahkan hadiah berupa anting phoenix yang diberi batu permata.
‘’Batu berwarna keunguan ini memiliki energi penyembuhan yang besar untuk tubuh. Ini adalah jimat yang baik untuk pulih dari penyakit jangka panjang. Batu permata langka ini memiliki kekuatan untuk memulihkan tubuh agar lebih sehat. Saya berharap Yang Mulia Ratu Agung diberkahi kemudaan,’’ kata Pangeran Rodigero.
Itu adalah batu permata Alexandrite. Dari mana Pangeran Rodigero mendapatkannya? Hm, kata Ratu Rushi dalam hati.
Raja Raion pun menyerahkan gelang giok di dalam peti emas. ‘’Giok memiliki energi alam yang dipercaya memberikan pengaruh positif bagi pemakainya seperti kesuksesan, kekayaan, dan masih banyak lagi. Batu permata ini melambangkan kejayaan dan kekuasaan seperti Yang Mulia Ratu Agung.’’
Ya, setidaknya hanya dua bersaudara ini yang memberi penjelasan masuk akal, kata Ratu Rushi dalam hati.
Ratu Agung tersenyum dan tersentuh dengan hadiah keempat orang itu. ‘’Kalian memberiku hadiah dari permata langka yang dijuluki 4 Arah Dunia ini, ya? Semoga kalian diberkati.’’
Aruse berjalan ke tengah sambil memberi hormat. ‘’Waktu yang ditunggu telah tiba! Kini semuanya akan menyaksikan hadiah dari Yang Mulia Ratu Rushi!’’