Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 86 Sosok Pria



Semua bertepuk tangan setelah penampilan Ratu Rushi selesai. Wanita itu mendapatkan sangat banyak pujian. Ratu Agung semakin senang kepadanya dan memanggil wanita tadi untuk kembali duduk bersamanya.


Putri Rukaia menatap kakak tirinya itu dengan mata yang sudah memanas. Tangannya mengepal memperlihatkan urat-uratnya menegang.


Aku tidak boleh membiarkan Ratu Agung sampai mengubah pandangannya dan menyukai Kakak. Itu tidak boleh terjadi, kata Putri Rukaia dalam hati.


Cih! Ratu Rushi mulai membuat perubahan dengan mengambil langkah pertama untuk mengubah pandangan Ratu Agung. Selain itu, dari mana dia mendapatkan ide gila membuat hadiah seperti ini? Sepertinya aku terlalu santai di istana, dengan membiarkan Ratu Rushi keluyuran, kata Siruverash dalam hati.


Dengan wajah malu, Aruse menunduk dan berjalan menghampiri Nero dan Eris. Ia benar-benar kalah telak dari wanita itu, membuatnya kesal karena dipermalukan balik oleh Ratu Rushi.


Selanjutnya adalah pertunjukan merak. Dari arah gerbang, masuk sekelompok orang yang berjalan menuju ke aula. Tidak lama kemudian, sekelompok orang tadi berubah wujud menjadi merak.


Ratu Rushi terkesima melihat keindahan bulu dari merak-merak itu. Namun, pandangannya tidak sengaja menangkap seseorang yang berusaha masuk tapi dicegah oleh pengawal. Dahinya berkerut melihat para pengawal tadi sampai menyeretnya pergi dan menutup gerbang. Ia kembali menatap sekelompok merak tadi, dan menikmati pertujukan tersebut. Akan tetapi, pikirannya tidak bisa fokus karena pria di gerbang tadi. Matanya menyusuri sekelompok merak itu secara persatu.


Eh? Sejak tadi posisi pola lantai mereka tidak terlihat seimbang. Terlihat jelas seperti ada satu posisi yang kosong tapi tidak diisi, ucapnya dalam hati.


Deg!


Ratu Rushi kembali tersadar setelah mengingat pria yang diseret tadi. Ia berpikir posisi yang kosong tadi jangan-jangan adalah milik pria itu. Tapi, melihat para pengawal menyeretnya pergi, membuatnya bingung.


Apakah hanya perasaanku saja? Mereka seperti tidak ingin pria tadi ikut serta, ucapnya dalam hati.


......................


Kitsune juga meminta pamit kepada yang lainnya. Tidak lupa mereka berterima kasih karena sudah meluangkan waktu ke istana untuk membantu menyelesaikan patung burung phoenix.


......................


Berkat hadiah patung tadi membuat Raja Raion menuju ke kamar Ratu Rushi. Namun, ia terbelalak karena di saat yang bersamaan, Pangeran Rodigero juga ada di sana. Kedua kakak beradik itu saling memandang satu sama lain dengan wajah sedikit terkejut.


‘’Anda di sini? Apakah ingin menemui Ratu Rushi?’’ tanya Raja Raion.


‘’Benar. Saya ingin berterima kasih karena telah memberi ibu kita hadiah terbaik. Selain itu, saya juga memiliki urusan dengan Yang Mulia,’’ jawab Pangeran Rodigero.


Raja Raion mengangguk karena tujuannya hampir sama dengan adiknya itu. Tapi, yang membuatnya penasaran adalah urusan apa yang harus ia bahas bersama Ratu Rushi. Tidak ingin berlama-lama, ia mengajak adiknya untuk masuk. Namun, begitu keduanya masuk, kamar itu ternyata kosong.


‘’Di mana dia?’’


......................


Ratu Rushi menyusuri istana dan menuju ke tempat para pekerja yang menampilkan pertunjukan. Ia menatap semua orang sedang mengemas barang, sambil mereka juga membungkuk untuk memberi hormat.


Kepalanya menoleh mencari seseorang. ‘’Di mana pria yang aku lihat itu tadi, ya?’’