Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 132 Teman Sel



Keesokan harinya, penjaga mengantarkan makanan untuk para tahanan di Penjara Pengasingan. Salah satu penjaga membawa nampan berisi tiga buah roti dan gelas. Ratu Rushi dan Wani saling memandang satu sama lain dengan wajah bingung. Tanpa mengatakan apa pun, penjaga tadi hanya meletakkan nampan tersebut lalu pergi.


‘’Semua orang mendapatkan bagian yang rata, tapi kenapa hanya kita berdua yang mendapatkan roti lebih?’’ tanya Wani.


‘’Di dalam sel ini hanya ada dua orang, lalu yang satu ini untuk siapa?’’ tanya Ratu Rushi.


Saat itu juga muncul seekor kadal hijau cerah di samping Wani yang memiliki kaki seperti burung beo, mata yang dapat melihat ke dua arah yang berbeda sekaligus, dan lidah serta ekor yang panjang.


‘’Dari mana binatang ini datang?’’ tanya Wani hendak memegangnya.


Namun, sirip di area leher kadal tersebut langsung membentang, membuat Wani sedikit terkejut. Ratu Rushi yang melihatnya terbelalak.


‘’Sirip membentang yang bertujuan untuk menakuti para predator dan bertanduk empat, apa yang dilakukan Flap Necked Chameleon Quardricornis di tempat seperti ini?’’ tanya Ratu Rushi.


‘’La-Lap Kaki? Ha?’’ bingung Wani.


Bunglon tadi langsung berubah menjadi manusia dan menampilkan seorang pria yang juga mengenakan pakaian hijau.


‘’Aku bersama kalian sejak kemarin,’’ kata sang pria bunglon.


‘’Tapi bagaimana mungkin kau tidak bisa terlihat?’’ tanya Wani.


‘’Itu karena dia memiliki kemampuan kamuflase yaitu berubah warna. Dia merubah warna kulitnya agar sesuai dengan lingkungan sekitar, yang berfungsi untuk melindungi diri dari pemangsa,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Kami bukan hewan yang bergerak cepat dan energik. Biasanya kami senang dengan kandang yang baik dengan tanaman dan cabang untuk memanjat,’’ kata pria bunglon.


Ratu Rushi memasang wajah bodohnya sambil menatap pria itu.


Dia menyebut sel penjara ini sebagai kandang? Ada apa dengan otaknya? Jelas-jelas dia ditangkap secara terang-terangan, ucapnya dalam hati.


‘’Pantas saja ada banyak ranting kayu di sel ini. Ternyata ini tempatmu sebelum kami datang,’’ kata Wani.


Pria setengah bunglon tadi tersenyum ke arah Ratu Rushi. ‘’Ini pertama kalinya ada yang mengetahui kemampuan bunglon tanpa kuberitahu. Perkenalkan, namaku Kamereon.’’


Ratu Rushi memperkenalkan dirinya, membuat Kamereon terkejut karena bisa bertemu dengan sang Ratu secara langsung. Meskipun tidak pernah bertemu dengannya, ia sudah banyak mendengar tentang wanita itu.


‘’Hamba memberi salam,’’ kata Kamereon lalu menatap Wani.


Ratu Rushi tersenyum bodoh. ‘’Kenapa semua orang yang kutemui selalu menganggap pria ini adalah suamiku?’’


‘’Heh? Kau segitunya merasa rugi kalau orang-orang menganggapku suamimu,’’ kata Wani.


Kamereon menganga dan langsung menampar kepala Wani, membuat manusia setengah buaya itu spontan kesal karena tiba-tiba dipukul.


‘’Sungguh tidak sopan berkata seperti itu kepada Yang Mulai!’’ tegur Kamereon.


‘’Eish! Dasar kadal daun! Beraninya kau memukulku!’’ kesal Wani berdiri.


Ratu Rushi langsung menarik tangan Wani saat menyadari niat pria itu. ‘’Jangan! Kau akan menghancurkan sebagian tempat ini.’’


‘’Biarkan saja! Dengan begitu, kadal daun ini akan tahu siapa diriku,’’ kata Wani.


‘’Memangnya siapa dirimu? Singa? Jaguar? Apakah kau lebih besar dari mereka?’’ tanya Kamereon.


‘’Lebih dari itu,’’ jawab Wani ketus.


Kamereon mengerutkan dahi. ‘’Lebih besar dari kedua hewan tadi? Um, ah maksudmu Gajah?’’


‘’Aku tidak hanya besar, tapi tubuhku juga sangat panjang sampai tidak ada yang bisa menandinginya,’’ kata Wani.


‘’Besar dan tubuh panjang? Kenapa tidak bilang dari tadi,’’ kata Kamereon.


Wani tersenyum remeh karena akhirnya Kamereon menyadari betapa besarnya pengaruh dirinya.


‘’Binatang yang besar dan memiliki tubuh panjang tidak lain adalah Jerapah. Eii, kau baru memiliki tubuh seperti itu sudah sombong,’’ kata Kamereon.


‘’Ck! Kadal daun ini,’’ kata Wani tertahan dengan sedikit tekanan di akhir kalimat.


Ratu Rushi yang menyaksikan hal itu hanya memasang wajah bodoh, dan memilih memakan rotinya.


...Visual Kamereon...