Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 147 Pulang



Kemunculan Ratu Rushi yang tidak terduga telah berhasil menggagalkan rencana mereka berdua sekali lagi. Ya, tanpa kuberitahu kalian pasti sudah menebak apa yang dilakukan Putri Rukaia saat ini. Betul sekali, wanita itu mengamuk bukan main dan mengacaukan seluruh isi kamarnya. Ia tidak peduli lagi dengan riasan dan pakaian yang dikenakannya saat prosesi tadi.


‘’Argh! Kakak! Stt, padahal sedikit lagi, tinggal sedikit lagi aku akan menduduki singgasana itu bersama Yang Mulia Raja. Tapi dia tiba-tiba datang mengacaukan semuanya! Apa yang terjadi? Bukankah dia sudah tiada karena ditelan oleh buaya itu? Kenapa buaya itu tiba-tiba menolongnya? Akh! Aku bisa gila karena memikirkan semua ini,’’ kata Putri Rukaia.


Sedangkan Siruverash hanya memegang tengkuk hidung di dalam kamarnya. Sejak tadi ia memanggil Washi tapi pria itu tidak datang. Ia ingin meminta penjelasan mengenai kejadian tadi. Kemarin, ia menyuruhnya untuk mengeksekusi Ratu Rushi, tapi wanita itu tiba-tiba muncul di depan semua orang.


‘’Ck! Di mana elang emas itu berada sekarang?!” kesal Siruverash.


......................


Dengan kembalinya sang Ratu ke istana, Raja Raion langsung membuat pengumuman kepada semua orang mengenai berita tersebut. Hal itu membuat semua warga berbondong-bondong ke istana. Mereka benar-benar terkejut melihat Ratu Rushi benar-benar masih hidup, terutama pengikut setianya.


Ratu Rushi membantah berita kematiannya dengan menceritakan semua kebenaran yang terjadi. Ya, jika di dunia modern, ini seperti konferensi pers dimana sebuah acara yang diadakan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan media, dan sebagian rakyat memang bertanya mengenai dirinya.


Ratusan orang tersebut langsung bersujud mencium tanah. Mereka menangis harus dan bersyukur karena Ratu Rushi ternyata masih hidup. Semuanya mendoakan wanita itu agar dijauhkan dari segala mara bahaya yang menghampiri.


Putri Rukaia dan Siruverash yang menyaksikannya dari balkon kamar hanya mengepalkan tangan sambil menggertak gigi. ‘’Ratu Rushi….’’


......................


Ratu Rushi pun kembali ke kamarnya dan di dandani seperti biasa. Setelah selesai, ia memerintahkan para pelayan untuk keluar.


Kamereon, Wani dan Taka hanya memandangi isi kamar yang luas dan megah itu. Ini pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di istana. Itupun berkat Ratu Rushi yang mengajak mereka.


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang banyak sedang berlari, membuat Ratu Rushi menoleh karena menyadari kedatangan para pengikutnya.


‘’Sepertinya Mozaru sudah membawa mereka Yang Mulia,’’ kata Yagyu.


Begitu pintu terbuka, muncul sosok Hana dan yang lainnya menghampiri sang Ratu.


‘’Uwa! Yang Mulia!’’


Bugh!


Yagyu dan yang lainnya hanya memejamkan mata setelah mendengar suara tadi. Mereka kembali membuka mata dan melihat kelima orang tadi memeluk Ratu Rushi dengan menindihnya. Licy yang tidak bisa melihat hanya merasa bingung karena mendengar suara bantingan tadi.


‘’A-Aduh, jangan lagi. Tubuhku terasa remuk. Padahal baru saja dirias. Yak! kalian berat sekali!’’ kata Ratu Rushi.


Ting!


Ia menghela nafas panjang sambil melihat kelima orang tadi duduk bersila yang masih terisak. Yang paling heboh adalah Shika, karena pria itu mengomel sana-sini sambil menangis dan Usagi yang selalu membenarkan. Kitsune, Hana dan Licy tidak henti-hentinya meminta maaf, serta Kujaku yang selalu merasa bersalah karena belum sempat membalas budi.


Melihat hal itu membuat mata Ratu Rushi berair. Ia pun tersenyum hingga akhirnya memperlihatkan deretan giginya. ‘’Sangat berisik. Aku merasa benar-benar ada di rumah.’’


Ia pun memperkenalkan Wani, Taka dan Kamereon kepada yang lainnya, dan menceritakan bagaimana dirinya bertemu dengan ketiga pria itu. ‘’Tidak lupa dengan sosok yang juga ikut berkontribusi dalam hal ini. Bawa dia masuk!’’


Semua pun menoleh ke arah pria yang mengenakan pakaian hitam dengan lengan berwarna ungu serta mengenakan pelindung kepala.


Pria dari ras kuda murni yang dianggap sebagai kuda berdarah panas karena memiliki kelincahan luar biasa, kecepatan fantastis dan semangat. Terkenal cerdas dan memiliki sensitivitas yang cukup tinggi serta memiliki naluri alamiah untuk selalu menang dalam pacuan kuda. Ya, dia adalah jenis kuda tercepat di dunia … Thoroughbred, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Tanpa dirinya, aku tidak akan bisa mencapai tempat ini. Perkenalan, namanya adalah Uma.’’


Kedelapan pengikut Ratu Rushi yang lain langsung berterima kasih kepada keempat pria itu.


...Visual Uma...