Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 80 Birthday



Hari Perayaan Ulang Tahun Ratu Agung


Seluruh istana hingga desa dirias semeriah mungkin. Hari bersejarah bagi Ibu Raja telah tiba, membuat semua orang merayakannya. Mereka menuju ke istana untuk memberi ucapan serta doa kepada Ratu Agung.


‘’Kau tidak ikut? Bukankah kau sangat ingin bertemu dengan Yang Mulia?’’ tanya Ayah Kitsune.


Licy menggeleng pelan sambil tersenyum. Akan lebih baik jika dirinya tetap berada di rumah makan. Tapi pria itu memberitahunya kalau khusus hari ini semua orang menutup rumah dan menuju ke istana.


Namun wanita itu mengatakan kalau ia baik-baik saja, membuat pria tadi dan keluarganya menitipkan rumah makan kepadanya.


‘’Kami pergi dulu. Tidak tahu kapan pulangnya, jadi jaga dirimu baik-baik.’’


‘’Jangan khawatir Tuan,’’ kata Licy.


Setelah menyadari kepergian orang-orang itu, ia menutup pintu dan menuju ke dalam. Alasan pertama dirinya tidak ikut ke istana, karena tidak ingin bertemu dengan Siruverash dan Putri Rukaia. Kedua, meskipun ia pergi, orang-orang hanya akan menghinanya karena dirinya buta. Dan alasan terakhir, adalah alasan yang paling kuat, dimana ia tidak ingin Ratu Rushi mencemaskan dirinya yang mengurus perayaan.


Licy meletakkan tongkatnya lalu bersujud dan mencium tanah. ‘’Hamba mengucapkan selamat ulang Tahun kepada Ratu Agung. Panjang umur untuk Yang Mulia Ratu Agung.’’


......................


Para pelayan yang membantu Ratu Rushi bersiap, merasa terkejut sambil melirik keenam pengikut wanita itu yang tepar di lantai saat ini. Setelah selesai, Ratu Rushi menyuruh para pelayan itu keluar.


‘’Guys, apakah kalian masih hidup?’’ tanya Ratu Rushi mengecek.


Keenam orang itu hanya mengacungkan jempol sambil tersenyum paksa. Terlihat jelas lingkaran hitam di bawah kelopak mata mereka. Ratu Rushi yang melihat keenam orang itu layaknya makhluk zombie, hanya tersenyum dengan wajah kaku.


Hana dan kelima pria tadi hanya mengangguk tanpa bicara. Bisa dilihat sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan dari mereka. Entah apa yang sudah dilakukan Ratu Rushi sampai membuat keenam orang itu sekarat seperti saat ini.


‘’Kalian istirahat saja dulu. Lagi pula acaranya akan berlangsung sampai malam. Aku sudah menyiapkan pakaian kalian di sana. So, i have to go now. Mata aimashou,’’ kata Ratu Rushi.


......................


Kediaman Ratu Agung


Raja Raion, Pangeran Rodigero, Putri Rukaia serta Siruverash telah datang untuk mengucapkan selamat secara langsung. Mereka sangat terpukau begitu melihat penampilan Ratu Agung. Tidak ragu, Siruverash menyanjung wanita itu yang masih terlihat awet muda, meski telah melahirkan dua anak yang sudah dewasa sekarang ini.


Ratu Agung tersanjung dan berterima kasih kepada mereka yang sudah datang. Namun, dahinya berkerut saat tidak melihat keberadaan Ratu Rushi. Wajahnya kembali kusut meskipun ia tidak terlalu memperlihatkannya.


Seperti biasa, wanita itu masih tetap kurang ajar. Tapi sudahlah. Hari ini adalah ulang tahunku, dan saya tidak ingin marah-marah di hari bersejarah ini. Saya akan berurusan dengannya di lain waktu, kata Ratu Agung dalam hati.


Raja Raion menghampiri ibunya dan menuntun wanita itu menuju ke aula istana sambil memegang tangannya.


......................


Aula Istana


Begitu melihat kedatangan Ratu Agung dan yang lainnya, ribuan orang di sana serentak bersujud dan mencium tanah. ‘’Panjang umur untuk Yang Mulia Ratu Agung!’’


Ratu Agung tersenyum sambil menatap aula istana. Namun, senyumannya tidak bertahan lama saat melihat kedatangan Ratu Rushi.