Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 101 Tandu



Begitu matahari terbit, terlihat pasukan dalam jumlah besar menyusuri hutan. Setelah Ratu Rushi meminta kompensasi kepada Raja Raion untuk mengadakan liburan, mereka pun berbondong-bondong menuju ke tempat yang akan dituju.


Sebelumnya, Ratu Rushi bingung harus ke mana di era sekarang. Tidak ada tempat wisata yang ia ketahui dari masa kuno yang berlangsung saat ini.


Namun, Pangeran Rodigero mengusulkan sebuah tempat yang yang sesuai dengan keinginan Ratu Rushi. Ya, sebuah tempat disekitar air terjun yang ingin ia perlihatkan kepada wanita itu.


‘’Wah, ini pertama kalinya aku naik tandu dan itu berkat Yang Mulia,’’ senang Kujaku mengeluarkan kepalanya dari jendela untuk melihat sekitar.


‘’Biasanya kami hanya melihat keluarga kerajaan menaiki tandu ini. Tapi sekarang kita sudah menaikinya,’’ kata Yagyu.


‘’Ternyata naik tandu seperti ini sangat berbeda saat kita berjalan kaki diluar,’’ kata Kitsune.


‘’Hamba yang biasanya berjalan kaki, tidak pernah menyangka akan menaiki tandu, apalagi bersama Yang Mulia,’’ kata Mozaru.


‘’Yang Mulia, terima kasih karena telah memberi kami kesempatan untuk merasakan hal seperti ini. Andai Licy juga ikut bersama kita, dia pasti akan senang,’’ kata Hana.


‘’Aku seperti merasa seorang bangsawan yang menaiki kapal udara ini,’’ girang Shika.


Ratu Rushi yang berada di dalam tandu bersama para pengikutnya, hanya tersenyum melihat ketujuh orang itu heboh seperti biasa setelah Shika melakukan pelesetan. Berbeda dengan Raja Raion yang merasa kesal karena ingin satu tenda dengan wanita itu, tapi ditolak langsung oleh istrinya.


‘’Pangeran Rodigero tahu banyak tempat juga,’’ kata Putri Rukaia.


‘’Kami bahkan mengadakan rapat pertemuan untuk menentukan lokasinya. Tapi Pangeran menemukan solusinya dengan cepat,’’ kata Siruverash.


Pangeran Rodigero tersenyum. ‘’Saya tidak tahu apakah kalian semua akan menyukai tempatnya nanti, terutama Yang Mulia Ratu Rushi. Saya hanya berharap semoga tempatnya tidak mengecewakan kalian.’’


‘’Tapi apakah tidak apa-apa kita meninggalkan istana seperti ini di musim dingin? Kenapa kita tidak menunggu sampai musim dingin berakhir? Selain itu, kita sudah masuk begitu dalam ke hutan,’’ kata Ratu Agung.


Tora menatap ke dalam tandu dan melihat Raja Raion yang diam sejak tadi sambil memancarkan wajah kesal. Ia kemudian menatap ke belakang tepatnya ke arah tandu Ratu Rushi.


Flashback on


Setelah memastikan semua perlengkapan telah dikemas, Raja Raion mengajak Ratu Rushi naik ke tandu. Namun, wanita itu menolak karena akan menaiki tandu lain.


‘’Bawa tandunya sekarang!’’ perintah Ratu Rushi.


Tidak lama kemudian sebuah tandu datang. Ratu Rushi memerintahkan ketujuh pengikutnya untuk menaiki tandu. Meskipun mereka terlihat ragu, tapi melihat Ratu Rushi marah adalah sebuah bencana. Mereka tidak ingin dihajar habis-habisan sehingga bergegas menaiki tandu.


‘’Kalau begitu saya akan ikut bersama An—‘’ ucapan Raja Raion terhenti saat Ratu Rushi menghadangnya dengan sebelah tangan.


Ratu Rushi tersenyum. ‘’Sebelum naik ke dalam pesawat, apakah Tuan memiliki tiket?’’


Mendengar ucapan wanita itu membuat semua orang mengerutkan dahi.


Ratu Rushi menjelaskan dengan detail sambil menyuruh ketujuh pengikutnya memperlihatkan sebuah kertas berukuran tiket di masa modern.


‘’Saya tidak punya tiket seperti itu. Dari mana mereka mendapatkannya?’’ tanya Raja Raion.


‘’Kalau begitu mohon maaf Tuan karena tidak ada kursi kosong lagi yang disedikan AirQueen’s. Para tamu VVIP telah memesan semua tempat. Silahkan menunggu untuk mengambil penerbangan selanjutnya karena pesawat akan lepas landas. Thank you so much Mr.Raion. Shitsurei shimasu(Permisi),’’ senyum Ratu Rushi menaiki tandu dan menutup pintu dengan kasar.


Flashback off


Tora hanya memasang wajah bodohnya sambil menggelengkan kepala.