Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 61 Kabar Pemilihan Ratu Baru



Saat itu juga, ratusan orang tersebut langsung bersujud dan mencium tanah. Ratu Rushi dan yang keempat pria pengikutnya, terkejut bukan main. Ratusan orang itu mengaku, kalau awalnya memang disuruh oleh Pangeran Rodigero. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka menyukai makanan surgawi dari rumah makan tersebut.


‘’Kalau ini suruhan Pangeran Rodogero lagi, lebih baik kalian pergi,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Tidak Yang Mulia! Kali ini kami datang karena kemauan diri sendiri, dan bukan karena perintah Pangeran Rodigero,’’ kata salah satu warga.


‘’Kami mengaku salah atas semua yang telah terjadi. Tapi jangan menghukum kami dengan menutup rumah makannya.’’


‘’Semua makanan di rumah makan sekitar sini, tidak ada yang lebih baik dibandingkan makanan surgawi buatan Yang Mulia.’’


‘’Awalnya kami berpikir buruk kepada Yang Mulia. Tapi setelah melihat sikap ramah Anda selama di rumah makan, dugaan kami sepertinya salah.’’


‘’Kami juga berpikir Yang Mulia melakukan hal itu untuk menutupi sikap buruk. Namun, melihat Anda secara langsung setiap hari, membuat kami tersadar kalau Yang Mulia sebenarnya adalah orang yang baik.’’


‘’Yang Mulia menolong Yagyu, merawat Shika, dan membawa Usagi serta menyelamatkan Mozaru. Semua itu telah membuat kami sadar.’’


‘’Jadi kami mohon agar Yang Mulia membuka rumah makan ini kembali!’’


‘’Kalau perlu, kami akan menutup semua rumah makan yang ada di sini, dan hanya membiarkan rumah makan Yang Mulia berdiri.’’


Ratu Rushi sedikit terkejut mendengar hal itu. Namun, melihat orang-orang yang bersujud ke tanah, sepertinya mereka memang benar-benar serius.


‘’Bangunlah! Cuaca sangat dingin, jadi tidak baik berlutut ke tanah seperti itu,’’ kata Ratu Rushi.


Tapi, melihat rombongan tersebut tidak bergerak, membuat Ratu Rushi menghela nafas. Meskipun masih sedikit kesal, ia tidak tega melihat orang-orang itu kedinginan.


Nafas mereka bahkan mengeluarkan asap, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Baiklah, baiklah. Rumah makan ini akan dibuka, jadi segeralah berdiri semua!’’ perintah Ratu Rushi.


Yagyu dan yang lainnya merasa senang. Tanpa membuang waktu, keempat orang itu langsung membuka rumah makan, sambil rombongan tadi masuk ke dalam.


......................


1 bulan kemudian…


Prank!


Siruverash mengepalkan tangan. Setelah sekian lama berlalu, ia kembali mendengar kabar Ratu Rushi. Meski ia berhasil mempengaruhi Ratu Agung agar melarang kedua putranya untuk keluar istana, tapi tidak diduga Ratu Rushi ternyata berhasil merebut seluruh hati orang, tanpa pengaruh Pangeran Rodigero.


Menyadari kondisi sangat tidak diuntungkan, membuat Siruverash tidak bisa berdiam diri lagi.


......................


Desa


Ratu Rushi menoleh setelah mendengar percakapan para pelanggan. ‘’Apa? Pemilihan posisi Ratu yang baru?’’


‘’Benar Yang Mulia. Ratu Agung baru saja memberikan titah untuk segera mengisi posisi Ratu yang saat ini sedang kosong.’’


‘’Dan yang aku dengar, Putri Rukaia akan dipromosikan sebagai Ratu yang baru Yang Mulia.’’


‘’Putri Rukaia? Dia adik tiri Yang Mulia, kan?’’


‘’Semua orang tahu kalau dia adalah wanita yang baik dan bijaksana. Jadi Ratu Agung mengusulkan dirinya sebagai calon Ratu.’’


‘’Kenapa bisa begitu? Bukankah Yang Mulia masih menjadi Ratu kita?’’ tanya Shika.


‘’Kalau sudah ada Ratu yang asli di sini, lalu kenapa mengusulkan Ratu yang baru?’’ tanya Yagyu.


‘’Itu mungkin karena Yang Mulia diasingkan, jadi istana mengusulkan untuk mengisi posisi Ratu yang sedang kosong saat ini,’’ kata Mozaru.


‘’Aku benar-benar dikejutkan,’’ kata Usagi.


Heh? Pemilihan untuk mengisi posisi Ratu yang baru? Sepertinya paman benar-benar tidak bisa diam, kata Ratu Rushi dalam hati.


Salah satu pelanggan kembali menghela nafas. ‘’Meski Putri Rukaia juga pantas mengisi posisi Ratu, tapi kami lebih ingin Yang Mulia tetap menjadi Ratu kami.’’


Mendengar hal itu membuat ide muncul di kepala Ratu Rushi.