Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 158 Tetap Menyukaimu



Tora yang mengawal Raja Raion sejak tadi hanya mengerutkan dahi. Ia bingung melihat pria di depannya itu tidak henti-hentinya tersenyum sejak tadi. Ia kembali mengingat Hana yang datang dan memberitahunya kalau kalau Raja Raion menginap di kamar Ratu Rushi.


Apakah Yang Mulia Ratu telah menghajar suaminya sepanjang malam, sampai membuat otak Yang Mulia Raja bergeser sehingga tersenyum terus? Pukulan maut itu pasti telah mencerahkan Yang Mulia Raja saat ini, ucapnya dalam hati.


Raja Raion berhenti dan langsung berbalik ke arah bawahannya sambil tersenyum. ‘’Tora, temani aku keluar istana.’’


‘’Eh? Apakah Yang Mulia akan berburu lagi di musim dingin ini?’’ tanya Tora.


Pria yang ditanyai hanya tersenyum manis sambil mengangkat kedua alisnya berulang kali.


......................


Pavilion


Pangeran Rodigero menatap Ratu Rushi yang memandangi muara sungai di bawah. Ia mengepalkan tangan sambil menggigit bibir bawahnya. ‘’Apakah Yang Mulia menyukai kakak?’’


Spontan Ratu Rushi langsung menoleh ke arah pria tadi. Ia berdehem sambil memperbaiki posisi duduknya, lalu tersenyum ke arahnya.


‘’Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?’’ tanya Ratu Rushi yang jantungnya kembali berdetak hanya karena mendengar nama Raja Raion.


‘’Bukankah jiwa di dalam tubuh Ratu Rushi itu bukan jiwa sang Ratu lagi? Kau yang merupakan jiwa lain yang menempati tubuh Yang Mulia, apakah menyukai kakakku?’’ tanya Pangeran Rodigero kembali.


Ratu Rushi tiba-tiba tidak mengerti dengan tingkah Pangeran Rodigero di depannya itu. Ia menatap muara sungai di bawah dan bisa mendengar deru aliran airnya yang mengalir keras. ‘’Mungkin terlalu naif jika aku menyangkalnya. Tapi … Aku memang mungkin menyukainya.’’


Pangeran Rodigero kembali mengepalkan tangan setelah mendengarnya. ‘’Tapi yang menemani Yang Mulia sampai saat ini adalah saya. Apakah tidak ada sedikit pun rasa suka di dalam hati Yang Mulia? Tidak, maksudku ... Anna.’’


Eh? Ini pertama kalinya ada orang yang menyebut namaku secara langsung. Ah, sudah berapa lama aku tidak mendengar nama itu? Dan pria ini tiba-tiba mewujudkannya, kata Ratu Rushi dalam hati.


Terukir senyuman di bibirnya. ‘’Aku menyukaimu Pangeran Rodigero. Sangat menyukaimu.’’


Deg!


‘’Tapi bukan sebagai pria yang kucintai. Aku mencintaimu sebagai seorang saudara dan sahabat. Maaf karena aku tidak bisa membalas perasaanmu. Tapi aku bisa menjanjikan satu hal kepadamu,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Apa itu?’’ tanya Pangeran Rodigero dengan wajah sendu.


Ratu Rushi terdiam untuk sesaat hingga akhirnya tersenyum. ‘’Kau adalah sahabat nomor satu yang paling kusayangi dalam hatiku, dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu itu.’’


Pangeran Rodigero terbelalak dengan mata berbinar-binar dan mulut sedikit terbuka. Ia pun menghela nafas yang disertai senyuman. ‘’Saya tidak peduli. Terserah Yang Mulia mau menganggapku sebagai saudara atau sahabat. Tidak peduli di dalam tubuh Yang Mulia adalah jiwanya sendiri atau milik orang lain … Saya tetap akan menyukai Yang Mulia.’’


‘’Pangeran Rodigero,’’ tatap Ratu Rushi tidak percaya.


Pria itu menghela nafas sambil menyilangkan kedua tangan di kepala, lalu bersandar di tiang pavilion sambil menikmati pemandangan.


Melihat hal itu, membuat Ratu Rushi juga tersenyum dan menatap pemandangan.


......................


Hutan


Terlihat seekor singa dan harimau menyusuri tanah bersalju, yang kemudian berubah menjadi manusia. Tora menatap Raja Raion dengan wajah bingung karena mereka memasuki hutan. Bahkan saat ini, mereka mungkin sudah sangat jauh dari istana.


‘’Mohon maaf Yang Mulia, tapi hamba masih tidak mengerti,’’ kata Tora.


‘’Bantu aku mencari mencari bunga tercantik di Negeri Aslan,’’ kata Raja Raion.


‘’Apakah untuk Ratu Agung?’’ tanya Tora.


Raja Raion tersenyum. ‘’Tidak. Bunga ini untuk singa betina kesayanganku.’’