Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 45 Panik



Rumah Makan


‘’Gawat!’’ pekik Usagi membuat semua orang menoleh dengan wajah bingung.


Yagyu yang melihatnya berusaha membuat para pelanggan agar kembali tenang, dan tidak terlalu memikirkan teriakan tadi. ‘’Silahkan dinikmati makanannya. Saya permisi sebentar.’’


Tanpa pikir panjang, Pangeran Rodigero dan Shika juga menyusul kepergian Yagyu. Ketiga pria itu tiba di ruang penyimpanan uang.


‘’Ada apa Usagi? Kenapa kau berteriak seperti itu?’’ tanya Yagyu.


Usagi dengan wajah ngeri dan tangan gemetar menoleh. ‘’Ti-Tiga ribu koin uang emas kita ... Semuanya hilang.’’


Deg!


‘’Ap—‘’ ucapan Yagyu dan Shika terpotong saat Pangeran Rodigero membengkap mulut mereka sebelum berteriak.


‘’Cukup teriakan Usagi saja membuat para pelanggan terkejut. Jangan membuat mereka serangan jantung karena teriakan kalian berdua,’’ kata Pangeran Rodigero.


Yagyu dan Shika mengangguk mengerti, dan meminta Pangeran Rodigero menarik tangannya.


‘’Tapi bagaimana mungkin semuanya hilang begitu saja?’’ tanya Pangeran Rodigero.


‘’Saya tidak tahu. Lemarinya juga terkunci, jadi mustahil seseorang membukanya,’’ jawab Usagi.


‘’Apakah mungkin, ada pencuri yang menyelinap sementara kita semua melayani para pelanggan?’’ tebak Shika.


‘’Jika itu terjadi, seharusnya kita sudah menangkapnya. Untuk menuju ke ruangan ini, harus melewati ruang tamu dan dapur dulu. Dan kita semua berada di antara kedua ruangan itu, jadi mustahil ada pencuri,’’ kata Yagyu.


‘’Lalu bagaimana bisa semua uangnya hilang di dalam lemari yang terkunci ini?’’ panik Usagi.


Shika langsung menambil pose layaknya seorang detektif. ‘’Kasus pencurian, ya? Serahkan kepadaku. Sebelumnya kalian bertiga ada di mana sebelum uangnya menghilang?’’


‘’Apa maksudmu? Jelas-jelas kita semua bersama sejak ta—‘’


‘’Tersangka kedua tidak diberikan izin untuk bicara! Aku ini sedang bicara dengan tersangka pertama, yaitu Tuan Usagi,’’ kata Shika memotong ucapan.


‘’Setelah mengumpulkan bayaran pelanggan, aku datang untuk menyimpannya di sini,’’ jawab Usagi.


‘’Begitu, ya? Sementara tersangka ketiga, apa yang Anda lakukan saat itu?’’ tanya Shika.


‘’Dia adalah Pangeran Rodigero. Bicara sopanlah kepa—‘’


‘’Saat ini dia bukan Pangeran tapi tersangka. Selain itu tersangka kedua, aku belum memberimu izin untuk bicara. Jadi diamlah!‘’ perintah Shika.


‘’Eish! Anak ini,’’ kata Yagyu yang hendak memukul, tapi dihentikan oleh Pangeran Rodigero.


Pangeran Rodigero mengangguk dengan maksud agar Yagyu menjadi tenang. Ia pun kembali menatap Shika. ‘’Sebelumnya aku di luar karena ada urusan, jadi baru datang kemari.’’


Shika memicingkan mata. ‘’Hm~ perkataanmu meragukan. Lalu Tuan Usagi, apakah ada orang lain yang memiliki kunci lemari ini?’’


Usagi terdiam dengan wajah bodohnya. ‘’Hanya aku dan Yang Mulia.’’


‘’Oh begitu? Itu berarti Yang Mulia ah! Tidak mungkin Yang Mulia pelakunya, ehem! Haa, ini tidak ada gunanya,’’ kata Shika menghela nafas panjang.


Yagyu memasang wajah bodohnya. ‘’Aku juga salah satu tersangka, lalu kenapa hanya dua orang yang diinterogasi? Dasar.’’


Usagi seperti ingin menangis sambil mondar-mandir. ‘’Bagaimana ini? Apa yang akan kita katakan kepada Yang Mulia? Kita sudah bersusah payah untuk menghasilkan uang sebanyak itu.’’


Bagaimana dengan 1000 koin emas yang diberikan Pangeran Rodigero secara percuma-cuma? Haa, kata Yagyu dalam hati.


......................


Rumah Bertarung


Mozaru masih menatap Ratu Rushi dengan raut wajah bingung. ‘’Saya masih tidak mengerti. Yang Mulia tidak melakukan apa pun selain melemparkan dua kantongan plastik. Apa yang istimewa dari barang itu?’’


Ratu Rushi tersenyum remeh. ‘’Itu sangat istimewa karena berisi Tanghulu dan salad buah. Beruang grizzly suka memakan kulit kayu. Gula dikaramelisasi sehingga menghasilkan cairan lengket, jadi aku melapisi kulit kayu itu dengan caramel tersebut. Ini adalah makanan tradisional China. Sedangkan salad buahnya, aku gunakan buah kesukaan gorila seperti anggur, jeruk, pear, jambu, dan nanas yang diisi dengan sirup dingin.’’


‘’Meskipun tidak paham dan tidak pernah dengar, sepertinya terdengar sangat enak,’’ kata Mozaru.