
‘’Saya memiliki pertanyaan terakhir,’’ kata Raja Raion yang menunduk.
‘’What?’’ tanya Ratu Rushi.
Raja Raion terdiam sambil mengepalkan tangan. Ia pun menoleh ke arah sang Ratu yang berdiri di sampingnya. ‘’Pangeran Rodigero bilang, jiwamu berasal dari masa yang sangat jauh dari era ini. Jika takdir merestui, apakah kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya?’’
Ratu Rushi terbelalak mendengar ucapan pria itu. ‘’Eh?’’
‘’Bukan sebagai Raja, tapi seorang pria yang pernah mencintaimu. Apakah itu bisa?’’ tanya Raja Raion.
Sang Ratu menatap tanah bersalju untuk sesaat hingga akhirnya tersenyum. ‘’Aku bukan Tuhan yang bisa melakukan apa pun dalam sekejap. Tapi, salah satu episode drama berjudul Princess Hours mengatakan, Dimulai dari sekarang setelah 2500 tahun berlalu, segala sesuatu yang pernah kita temui selama kita hidup, maka kita akan menemuinya kembali nanti. Itulah yang dikatakan Putri Mahkota yang disampaikan kepada Putra Mahkota sebelumnya yang menjadi tunangannya.’’
‘’2500 tahun lagi saya akan menghampirimu dan kita akan bertemu kembali,’’ kata Raja Raion dengan sorot mata serius.
‘’Yang Mulia,’’ tatap Ratu Rushi.
‘’Kalau begitu, saya juga akan menghampiri Yang Mulia. Saat ini Kakak mungkin yang memilikimu. Tapi, jika setelah 2500 tahun ketika nanti Anda bertemu denganku lagi, saya tidak akan melepaskan Yang Mulia,’’ kata Pangeran Rodigero.
‘’Maka saya tidak akan melepaskannya sekali lagi,’’ kata Raja Raion.
Para pengikut Ratu Rushi juga membuat janji yang sama, kalau mereka semua akan menghampiri wanita itu setelah 2500 tahun kemudian. Tidak peduli berapa lama menunggu, mereka pasti akan bertemu kembali. Ratu Rushi yang melihatnya merasa terharu. Matanya berkaca-kaca sambil tersenyum ke semua orang.
‘’Pohon Sakura ini akan menjadi alasan pertemuan kita kembali di masa depan,’’ kata Raja Raion membuat semuanya menatap pohon tersebut sambil tersenyum bersamaan kepala mengangguk.
‘’Hormat hamba Yang Mulia. Ratu Agung telah menunggu semuanya di ruang jamuan,’’ kata salah satu pelayan.
‘’Ayo berlomba! Orang terakhir yang tiba di ruang jamuan akan menerima hukuman!’’ kata Ratu Rushi.
Namun, melihat sang Ratu berlari membuat mereka semua langsung panik.
‘’Yang Mulia sedang mengandung! Jangan berlari seperti itu!’’ tegur Yagyu.
Ratu Rushi hanya menjulurkan lidah sambil menatap ke arah mereka tanpa melihat ke depan. Tiba-tiba kakinya tersandung. Tidak ingin perutnya jatuh membentur tanah lebih dulu, ia pun memutar dirinya sambil mengulurkan tangan kepada orang-orang yang juga berlari ke arahnya sambil mengulurkan tangan.
Begitu punggungnya membentur tanah, Raja Raion dan yang lainnya langsung berteriak. ‘’Yang Mulia!!’’
......................
‘’Kakak sudah sadar!’’ pekik anak laki-laki yang lebih muda.
Apakah aku bermimpi? Aku seolah-olah melihat Mark.
Mendengar hal itu membuat semua orang yang tidur tadi langsung bangun dan mengepungnya. ‘’Hhah? Anna! Akhirnya kau sadar juga hiks, hiks.’’
‘’Eh? Aku kembali?’’ tatap Anna dengan nafas terengah-engah.
Matanya menelusuri seluruh sisi ruangan yang memperlihatkan dirinya berada di rumah sakit. Bukan itu saja, tangannya juga terinfus sambil ia mengenakan oxygen concentrator alat penghasil oksigen murni dari udara bebas.
Nafasnya masih terengah-engah sambil menatap keluarga, anak-anak mahasiswa tataboga serta teman-temannya dari klub Taekwondo. Tidak lama kemudian, muncul sosok dokter yang merupakan teman seperguruan ayahnya. Saat itu juga ia tersadar kalau saat ini mereka berada di Jepang.
‘’Kau mengalami pendarahan yang sangat parah karena tabrakan itu. Jadi, aku membawamu ke Jepang agar bisa ditangani oleh Edi Sensei,’’ kata sang Ayah.
*Sensei untuk sebutan untuk orang yang dihormati karena pekerjaannya.
‘’Semua teman-temanmu sampai mengambil penerbangan untuk kemari setelah mendengar kabarmu,’’ kata sang Ibu.
Apa yang terjadi? Beberapa saat yang lalu aku masih bersama mereka. Tapi tiba-tiba kakiku tersandung sehingga tubuhku terjatuh ke tanah. Eh? Saat itu aku mengandung, jangan bilang….
Anna langsung bangkit membuat semua orang tersentak. ‘’Ponselku? Di mana ponselku?!’’
‘’Ponsel Kakak hancur gara-gara tabrakan malam itu,’’ jawab Mark.
‘’Pinjamkan aku ponsel sekarang!’’ desak Anna.
Salah satu dari mereka menyerahkan ponselnya. Anna pun langsung mengetik di pencaharian.
Anna membulatkan mata melihat riwayat hidup dari sang Ratu. Pertempuran di Tanah Penghakiman melawan Siruverash dan para pemberontak dengan penuh keberanian membuatnya dijuluki ‘Ratu yang Menari di Medan Perang’. Dia juga dikenal sebagai wanita bela diri pertama di dunia dan menjadi tokoh publik yang paling berpengaruh di jalur perdagangan selama Era Narunia.
‘’Bukankah dia Ratu Rushi? Woah, untuk pertama kalinya dalam sejarah seorang Ratu memimpin pasukan untuk berperang, ’’ kata Nana.
‘’Anna! Kenapa kau malah tertawa sedangkan kami berhadapan dengan maut karena mengira dirimu sudah meninggal!’’ tegur Tina.