
‘’Apa yang terjadi di sini?’’ tanya Siruverash dengan wajah tertahan.
Empat sosok pria langsung maju ke depan Ratu Rushi, yang salah satunya ada Mozaru. Putri Rukaia yang melihat manusia setengah badak itu hanya tersenyum remeh.
‘’Hamba memberi hormat kepada Ratu Agung dan Yang Mulia Raja!’’ teriak Mozaru.
Semua orang langsung bersujud memberi salam penghormatan. Mereka kembali mendongakkan kepala.
‘’Ratu Agung telah mengeluarkan perintah untuk mengisi posisi Ratu yang baru. Tapi, kami menolak pengajuan ini dan ingin Yang Mulia Ratu Rushi kembali ke istana!’’
Mendengar hal itu membuat Ratu Agung langsung melotot. ‘’Beraninya kalian membantah perintahku! Apakah kalian sadar dengan yang baru saja kalian katakan?!’’
‘’Bukankah istana melakukan hal yang tidak pantas?! Kalian hendak mengisi posisi Ratu yang baru sementara Yang Mulia Ratu Rushi menjalani pengasingan,’’ kata Yagyu.
‘’Jika ingin mengusulkan posisi Ratu yang baru, seharusnya menunggu masa pengasingan Yang Mulia Ratu Rushi selesai dulu, dan baru membahasnya setelah kembali ke istana,’’ kata Usagi.
‘’Itulah kenapa kami semua menolak Putri Rukaia menjadi Ratu yang baru! Dan ingin pengasingan Yang Mulia Ratu Rushi segera dicabut,’’ kata Mozaru.
‘’Kami ingin Ratu Rushi kembali mengisi tahtanya!’’ teriak Shika.
Semua orang langsung protes dan berteriak, membuat seisi istana menjadi bising.
‘’Benar! Kembalikan Ratu Rushi ke posisinya!’’
‘’Segera cabut pengasingan Ratu Rushi!’’
‘’Kami menolak pengusulan Ratu yang baru, dan ingin Ratu Rushi tetap menjadi Ratu kami!’’
Tangan Siruverash mengepal sambil menggertak gigi. Saat itu juga, Ratu Agung berubah wujud menjadi burung phoenix emas, dan menyemburkan api panas dari mulutnya.
Semua orang yang mengikuti Ratu Rushi menjadi takut. Raja Raion yang hendak melindungi Ratu Rushi, langsung terhenti saat wanita itu mengulurkan sebelah tangannya untuk menghentikan burung phoenix tadi.
‘’Sudah sejak lama tidak bertemu dengan Ratu Agung. Saya memberi hormat kepada Anda,’’ kata Ratu Rushi tersenyum membungkuk.
Namun, Ratu Agung dalam wujud burung phoenix tidak peduli kepada wanita itu. Ia sangat marah atas kekacauan yang ditimbulkan Ratu Rushi. ‘’Kau telah diasingkan selama 12 tahun. Beraninya kau datang dan melanggar aturan itu!’’
‘’Mohon maaf jika itu membuat Ratu Agung marah. Saya memang diasingkan dari istana selama 12 tahun, dan tidak boleh kembali sebelum masa pengasingan itu selesai. Tapi, saya harap Ratu Agung tidak lupa, kalau keputusan tertinggi dipegang oleh rakyat. Bahkan Raja sekalipun tidak bisa menolak atau membantahnya,’’ kata Ratu Rushi.
Burung phoenix yang tadinya terlihat marah, kini perlahan menjadi tenang. Melihat hal itu, membuat Siruverash menjadi gusar.
‘’Tindakan yang Ratu Rushi lakukan tidak bisa di ma—‘’
‘’Saya sedang bicara dengan Ratu Agung! Kapan saya memberi Anda izin untuk bicara?’’ tanya Ratu Rushi memotong ucapan, dengan aura mengintimidasi.
Siruverash melotot sambil mengepalkan tangan. Ia menggertak gigi karena sikap Ratu Rushi barusan. Pangeran Rodigero yang melihatnya hanya tersenyum, dan kembali menoleh ke arah Ratu Rushi.
‘’Mereka semua menolak pemilihan Ratu yang baru, dan meminta saya untuk kembali,’’ kata Ratu Rushi.
‘’Maaf karena telah menyela. Tapi apakah mungkin mereka semua memang melakukan ini karena atas kemauan sendiri, atau Ratu Rushi yang menyogok mereka?’’ tanya Siruverash.
‘’Apakah Anda memiliki bukti kalau saya menyogok mereka?’’ tanya Ratu Rushi membuat Siruverash terbelalak.
Ratu Rushi memicingkan mata. ‘’Baiklah kalau begitu. Kalian bisa bertanya kepada semua orang di sini. Jika aku memang menyogok mereka, maka dengan percaya diri saya akan berbalik dan pergi dari tempat ini.’’
Siruverash menatap semua orang yang berada di belakang Ratu Rushi.
Sial! Sepertinya mereka semua memang benar ada di pihak Ratu Rushi, ucapnya dalam hati.