One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Waktunya tiba



Jam 3 sore para wanita sudah kembali ke rumah ,sedangkan Aqila dan Nabilla juga langsung kembali ke rumah mereka , Sesampainya di rumah Nova langsung ke kamarnya .


Di salon dia hanya creambath saja sedangkan yang lainnya melalukan banyak hal ,sehingga dia hanya duduk menunggu sambil memakan makanan yang sudah di siapkan sebelumnya .


Sambil menunggu Edward kembali dia memilih duduk di balkon kamar memperlihatkan halaman yang begitu luas yang di kelilingi tanaman bunga dan fasilitas yang lainnya .


" Apa kalian bahagia " Tanya Nova sambil mengelus perutnya .


" Apa kalian merindukan Nenek Nur ?? Bunda kangen Nak " Ucap Nova .


" Apa kita punya waktu ke desa lagi ,bunda kangen suasana di sana " Gumamnya lirih .


" Bunda tidak tahu sampai kapan bunda di sini ,tapi sebisa mungkin bunda membahagiakan kalian , Daddy menyayangi kalian begitu juga yang lainnya " Nova menjeda ucapannya " Jika nanti Daddy meminta bunda kembali ke kampung ,bunda akan pergi karena bunda berada di sini karena kalian anak Daddy ,jadi berjanjilah untuk saling menyayangi " Lanjutnya serak .


" Ayo berjuang bersama sampai waktunya tiba ,dan bunda harap kalian tetap menyayangi bunda nanti sekalipun bunda tidak memiliki apa pun untuk bunda berikan pada kalian, Bunda yakin bersama Daddy kalian akan bahagia " Ucap Nova sambil tersenyum .


Hari semakin sore,Nova memutuskan untuk masuk menyiapkan air dan pakaian untuk Edward saat akan menuju ruangan ganti ternyata Edward sudah berada dalam kamar .


" Sudah pulang " Edward hanya diam saja duduk di sofa , Nova mendekati Edward membantunya melepaskan kain yang ada di tubuhnya .


Sedangkan pria itu hanya menatap datar ke arahnya bahkan dia tidak melarang atau pun bertanya kegiatannya hari ini seperti biasanya .


" Sudah Bang " Ucap Nova Tersenyum " Airnya sudah ada Abang langsung mandi iya " Lanjutnya lalu mengambil pakaian kantor Edward di simpan di tempat pakaian kotor,setelah itu dia ke ruangan ganti menyiapkan pakaian untuk Edward .


Nova ke luar dari ruangan itu menunggu Edward di sofa tapi perhatian nya terahlikan dengan dering ponsel sang suami yang di atas meja samping tempat tidur .


Dengan pelan Nova berjalan ke ayah tempat tidur dia menatap Ponsel sang suami .


Kak Zaza


Nova membiarkan ponsel itu berdering hingga dia mati dengan sendirinya lalu dia kembali ke sofa menunggu sang suami .


20 menit Edward bergabung dengan Nova yang hanya duduk terdiam sambil mengelus perut nya .


" Kamu ke salon " Nova menatap Edward yang sudah duduk di samping nya " Iya Sama mommy ,Oma sama yang lainnya juga " Jawab Nova .


" Jangan melakukan itu jika terpaksa " Ucap Edward .


" Tidak Bang, itu kenginginan Nova " Jawab Nova Tersenyum .


" Bukan keinginan Oma sama Mommy " Nova terdiam lalu tersenyum " Sekalian bang " Jawabnya ,Nova masih mempertahankan senyuman nya .


" Palsu " Cibir Edward membuat Nova terdiam .


" Tadi Zaza menelpon Abang, tapi aku tidak berani angkat takut ada hal penting " Nova mengalikan topik pembicaraan tapi Edward hanya diam saja dan memilih menyalakan TV .


" Abang ,bisa Nova beli Ponsel " Edward menatap Nova " Untuk apa " Tanya Edward .


" Untuk telepon Ayah sama ibu " Jawab Nova .


" Bukannya kamu bisa pakai punyaku " Tanya Edward


" Punya Abang banyak file penting nya ,takut nanti Nova salah pencet ke hapus semuanya " Jawab Nova .


" Menghubungi orang ayah sama ibu atau yang lainnya " Tanya Edward .


" Ayah sama Ibu " Jawab Nova lembut , Edward kembali terdiam dia kembali fokus pada layar depannya .


" Giman pekerjaan Abang ,lancar ? " Tanya Nova sebisa mungkin dia mencari topik agar tidak terlihat canggung .


" Hebm "


" Syukurlah, sesibuk apa pun jangan lupa untuk makan siang nanti Abang sakit " Ucap nya .


Nova tidak lagi bertanya karena Edward hanya diam menatap layar TV, mungkin dia lelah jadi Nova memilih diam menemani Edward nonton .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tadi kakak Nova ikut ke salon sama mommy ,Oma " Nova mengagguk Tersenyum .


" Kata kakakmu ,kamu banyak pekerjaan jadi mommy tidak lagi bertanya " Mendengar nama Eliza kembali di sebut membuat Nova merasa tidak enak, tapi sebisa mungkin dia tetap tersenyum .


" Pokoknya lain kali El mau ikut ,lagian El tidak banyak pekerjaan koh " Ujar El .


" Iya " Jawab Adara seadanya .


Kini mereka sedang berada di ruangan tengah menunggu makan malam .


" Apa yang kalian lakukan di salon hingga sampai sore ,bahkan kalian tidak tahu suami kalian makan atau tidak " Ucap Henry kesal .


" Lagian apa enaknya berada di salon , kami juga bisa mengurut dari kepala hingga ujung kaki " Timpal Alan.


" Itu urut plus-plus " Jawab Amanda .


" Anggap saja itu bayaran kami, toh di salon juga bayar tapi bedanya pakai uang ,kalau sama kami ,badan enakan perasaan juga enak " Ucap Jeje .


" Yang Ada badan tambah tidak enak dan perasaan semakin tidak enak " Jawab Ana .


" Mulut dan kenyataan nya beda " Cibir Jeje menatap sinis ke arah istri nya .


" Harusnya yang ke salon itu aku ,Amanda ,sama El " Ucap Riane .


" kami juga cape bukan hanya di rumah tapi di tempat kerja juga " Lanjutnya .


" Memang siapa yang melarang kamu ke salon" Tanya Elsa


" Kamu tahu juga kan alamatnya " Lanjut nya lagi .


" Tunggu orang yang punya perasaan " Sindirnya pada Reza .


' Bukannya Mama juga sering ke salon sama Della ,makanya Ade sudah seperti orang-orangan sawah bentuknya " Jawab Rangga membuat Reza Tersenyum .


" Della anak Mama sama Papa " Ucap Della yang tidak terima d katakan orang-orangan sawah atau yang sering di bilang boneka sawah untuk mengusir para burung yang suka memakan padi .


" Iya anak Papa dan Mama tapi adiknya orang ²an sawah " Ucap Rangga tertawa kecil.


" Papa " Della menatap Reza dengan mata yang berkedip yang sudah siap menumpahkan cairannya .


" Iya apa lagi seperti itu,mirip " Timpal El


Hhwwwaaa ..... Hhwwwaaa


Della menangis dalam pelukan Reza menyembunyikan wajahnya di dada Reza .


" El jangan buat adik nya nangis " Tegur Raymond .


" Kakak sih ,adeknya nangis kan " Ucap Raine memukul pelan lengan Rangga .


" Kakak Sam Kaka El hanya bercanda princess, mereka hanya iri sama kecantikan Della " Ucap Reza lembut .


" Maafkan kakak El, nanti kakak janji buatkan gaun cantik untuk Della " Della menatap ke arah El " Janji " El mengaguk Tersenyum, Della menghapus air matanya lalu memberikan jari Kelingking nya di balas sama El sekalipun tidak bersentuhan .


Kalian harus bahagia nanti iya nak Ucap Nova dalam hatinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟