One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Ada kemajuan



"Ayah sama ibu sudah lihat si bungsu " Nova hanya mengaguk tersenyum " sudah baikan " Tanya Ayah .


" Sudah yah " Jawab Nova lembut .


" Dia sangat mirip dengan mu waktu kecil,tetap berdoa semuanya akan baik-baik saja " Ucap ayah sambil mengelus lengan Nova .


" Iya ayah, Nova belum sempat melihat nya, mungkin sebentar kalau sudah di periksa " Jawab Nova lembut .


" Jangan menangis sampai di sana ,karena perasaan seorang ibu itu akan berpengaruh pada anak² nya " Nova mengaguk meski tidak yakin .


" Ayah ....ibu " Panggil Nova lirih .


" Apa Nova bisa membesarkan mereka dengan baik " Lanjutnya sambil menatap ketiga box bayinya .


" Sekalipun sulit belajar lah, jangan pernah membedakan mereka sekalipun mereka berbeda sifat !! jadilah teman buat mereka , sering lah bertanya pada ibu mertua mu dan yang lainnya banyak bertanya jangan malu hanya karena bertanya " Ucap Ibu lembut .


" Nova hanya memikirkan bagaimana nantinya membagi waktu dengan Abang dan anak² Bu " Ucap Nova .


" Kamu bisa belajar dari ibu dulu bagaimana dia mengurusmu dan juga ayah " Ucap ayah ,Nova menatap ibu yang hanya tersenyum .


"Pelan² saja tidak ada semua langsung bisa tanpa belajar nak, tapi sesulit apa pun itu jangan pernah berpikiran jika kehadiran mereka beban , mengeluh sewajarnya saja tapi setelah itu kembali lagi belajar hingga kamu bisa " Ucap ibu lembut .


Ceklek


" Dari mana " Tanya Nova manja saat melihat siapa yang masuk " Dari lihat bungsu " Jawab Edward menghampiri istri .


CUP


" Butuh sesuatu " Nova menggeleng " bisa ke sebelah mau lihat Eyang , mumpung ada ayah sama ibu yang jaga Baby " Ucap Nova .


" Perut mu masih basah baby ,jangan keras kepala " Ucap Edward .


" Hanya sebentar kan pakai kuris roda Abang " Rengek Nova manja .


" Ayah ibu apa jika aku membunuh nya, tidak papa ? " Ucap Edward menatap Nova kesal .


" Sebentar saja " Rengek nya lagi, kedua orang tua Nova hanya bisa tersenyum lalu mereka menatap Cucu mereka yang tertidur begitu lelap .


" Kenapa kamu selalu menyusahkan " Ucap Edward kesal mengambil kursi roda yang ada di dekat pintu membawa ke tempat tidur .


" Jika tahu begini mendingan kateter mu tidak usah di buka dulu " Lanjutnya .


" I love you too Daddy " Lidah Edward berdecak saja .


" Ayah ibu,Abang ke sebelah dulu antar wanita ini !! " Pamit Edward .


" Iya Nak " Jawab Ibu lembut .


Edward mendorong kursi roda Nova ke luar dari ruangannya .


"Bagaimana keadaan nya bang " Tanya Edward .


" Baik ' Jawabnya singkat .


" Dia sudah minum ASI " Tanya Nova lagi .


" Sudah, tadi di periksa sama dokter makanya lama " Jawab Edward , nova kembali terdiam perasaan nya selalu tidak tenang memikirkan anak bungsu nya .


Ceklek .


" Pagi " Sapa Edward lembut menatap mommy Ellena yang juga tersenyum .


" Pagi " Jawab Ela lembut .


" Eyang " Panggil Nova lembut .


" Nova sudah lahiran ,cepat sembuh biar nanti Eyang bisa temani mereka ,Tapi yang kecil belum bisa ke luar " Edward mengelus pundak Nova dengan lembut .


" Eyang juga harus baik² saja ,Nova butuh Eyang untuk menjaga mereka ,kata Abang anak Nova kucing karena terlalu banyak " Aduhnya pada Mommy Ellena membuat wanita itu menatap Edward yang hanya memasang wajah masa bodoh .


" Kalau mereka kucing berarti Abang juga kucing " Ucap Ela .


" Nova yang kucing ,Abang manusia " Jawab Edward seadanya .


" Siapa yang jaga anak² kalau kalian ke sini " Tanya Ela .


" Ada ayah sama ibu ,tadi mereka ke sini masih pagi buta " Ucap Edward .


" Apa mereka Daddy tahu " Edward mengaguk " Paling sedikit lagi mereka ke sini " Jawab Edward .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Jangan menangis " Bisik Edward tepat di telinga Nova ,kini mereka sedang berada di ruangan perawatan si bungsu .


Nova menyentuh kaca inkubator tidak ada ucapan hanya ada cairan bening yang ke luar ,padahal sebelumnya dia sudah berjanji tidak akan menangis .


Tapi melihat anaknya yang begitu lemah dan kecil membuat nya tidak bisa menahan nya ,apa lagi tangan nya yang begitu kecil .


" Baby " Nova mengaguk tersenyum menatap Edward " Maaf " Ucap Nova menghapus air matanya .


" Sayang ini Bunda , maaf baru sempat melihat mu soalnya Bunda dari jenguk Eyang buyut,dia kirim salam sama Ade katanya Ade harus kuat ,harus sembuh " Nova menatap ke atas berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh kembali " Abang sama kakak juga kirim sama mereka menunggu Ade sembuh ,jadi ayo sama² berjuang dengan Bunda biar nanti kita bisa kembali ke rumah sama² dengan bunda ,Abang ,kakak sama Eyang juga " Lanjutnya .


" Yang rajin minumnya ASI nya nanti Bunda pompa terus , biar Ade cepat sehat !! Tadi ketemu kakek sama nenek iya " Tanya Nova lembut .


" Maaf bunda sudah membuat mu harus berada di sini " Ucap Nova serak .


" Kondisi nya sudah sedikit membaik begitu juga berat badannya , setiap dua jam perawat memeriksa nya sekalipun awalnya dia susah meminum dari botol tapi kini dia sudah terbiasa " Ujar Amanda yang menemani mereka sejak tadi .


" Apa nanti dia akan tetap baik² saja Aunty " Tanya Nova yang terus menatap Bayi bungsu nya .


" Kalau itu Aunty tidak bisa janjikan papa ,kita hanya bisa yang terbaik semoga apa yang kita pikirkan tidak akan terjadi ,makannya keluarga meminta sampai benar-benar baik baru bisa ke luar " Jawab Amanda .


" Tapi jika nanti Nova lebih dulu pulang masih bisa kan ke sini melihat nya " Tanya Nova .


" Tentu bisa ,karena dia masih membutuhkan ASI mu ,jadi sebisa mungkin ASI mu selalu ada " Jawab Amanda .


" Apa tidak bisa Nova memberikan langsung " Tanya Nova menatap Amanda .


" Untuk sekarang belum boleh " Ucap Amanda lembut .


"Kalau Ade sudah baikan ,kamu bisa menyusui nya langsung !! untuk sekarang biarkan dia lewat Dot dulu " Ucap Edward lembut .


" Iya Bang " Jawab Nova .


" Pamit dulu ,kita sudah lama meninggal kan kakak nya ,nanti kita ke sini lagi " Ucap Edward .


" Ade ,Bunda sama Daddy kembali dulu iya ,jangan rewel kasian aunty perawat nya nanti bunda ke sini lagi membawakan ASI nya Dede , I love you kesayangan bunda " Ucap Nova tersenyum lembut .


" Sayang , Daddy kembali dulu iya nanti Daddy ke sini lagi , Love you princess " Ucap Edward lembut .


" Ayo " Ajak Amanda , Edward mendorong kursi roda Nova ke luar dari ruangan itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟