One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Nova sakit



Tengah malam Edward terbangun saat merasakan suhu tubuh Nova Sedikit panas.


" Baby " Edward memegang kening Nova mematikan keadaaan istrinya .


"Baby " Panggil Edward lagi membangun kan Nova


" Pusing " Jawab Nova pelan .


" Kita ke rumah sakit " Nova menggeleng " Mau tidur saja " Jawab Nova lirih .


" Badanmu Panas baby " Nova tetap menggeleng " Tidur saja " Jawabnya lirih.


Edward menyibakkan tempat tidur lalu kembali menutup tubuh Nova dengan selimut lalu ke luar dari kamarnya .


Tok ....tok ....


" Aunty ....Uncle .."


Edward kembali mengetuk pintu kamar Rif'at dan Amanda hingga pintu kamar itu terbuka dan memperlihatkan Rifat .


" Maaf Uncle , Apa bisa bangunkan Aunty !! Nova sakit " Rif'at langsung menatap Edward , kesadaran nya langsung kembali .


" Tunggu di kamar , Uncle akan bangunkan Aunty mu " Edward mengaguk lalu kembali ke kamarnya .


" Baby " Panggil Edward saat melihat Nova meringkuk dalam selimut .


" Dingin " Jawab Nova dengan mata terpejam, Edward langsung naik ke atas tempat tidur memeluk Nova .


Ingin menelpon Adara tapi dia tidak mungkin membangun nya karena Raymond sedang berada di rumah sakit menjaga mommy Ellena .


Akhirnya Edward menelpon Elvi sekalipun tidak enak karena mungkin mereka belum lama kembali dari rumah sakit.


" Kenapa Bang " Jawab Elvi serak .


" Oma bisa ke kamar Abang ,Nova sakit " Ujar Edward pelan .


" Oma akan ke sana " Jawab Elvi langsung mematikan panggilan .


tok ....tok ...


" Abang ...ini Aunty "


" Masuk saja Aunty " Jawab Edward dari dalam .


Ceklek


Amanda masuk bersama dengan Rif'at mendekati mereka


" Aunty periksa dulu " Edward membaringkan Nova dengan pelan sekalipun wanita itu terus menggigil kedinginan .


" Bawa ke ruangan perawatan " Edward langsung menatap Aunty " Nova harus istirahat total bang, dia kelelahan " Ujar Amanda .


" Abang bisa angkat "Tanya Rif'at .


" Bisa Uncle " Jawabnya lalu mengangkat tubuh Nova .


" Mau ke mana " Tanya Henry yang baru masuk bersama Elvi.


" Ke bawah Dad " Jawab Rif'at .


" Abang bisa " Edward mengaguk lalu mereka ke luar dari ruangan itu ,sedangkan Amanda lebih dulu pergi menyiapkan ruangan .


Sesampainya di ruangan perawatan Edward langsung membaringkan Nova di atas tempat tidur pasien dan Amanda langsung memasangkan selang infus di punggung tangan Nova sebelah Kiri lalu kembali memeriksa Nova


" Nova baik² saja kan Nak " Tanya Elvi.


" Dia hanya kelelahan Mom , seperti nya belakangan ini dia jarang Istirahat tekanan darah nya juga rendah " Jawab Amanda .


" Apa kita tidak ke rumah sakit saja " Tanya Henry .


" Kita lihat besok ,kalau suhu tubuhnya tidak turun kita ke rumah sakit " Jawab Amanda .


Edward menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan kasar.


" Nova akan baik-baik saja " Ujar Rif'at.


" Edward hanya memikirkan anak² Uncle ,apa lagi Nora " Jawab Edward .


" Mereka bisa minum susu formula dulu untuk sementara ,kalau kita paksakan mereka tetap ASI itu tidak baik !! Sementara biarkan baby four bersama yang lainnya ,daya tahan tubuh mereka tidak sekuat kita termaksud Nora " Edward menjatuhkan kepalanya di atas ranjang sambil mengegam tangan Nova yang bebas .


" Apa nanti anak² bisa minum susu formula selama ini mereka sudah terbiasa minum ASI Aunty ,lalu Nora dia selalu menolak minum dari botol sekalipun itu dari Bundanya " Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam .


Entahlah mereka sendiri bingung pikiran mereka hanya sama Nora bukan mereka pilih kasih tapi keadaan Nora sangat jauh berbeda dengan ketiga saudara nya .


"Kita harus paksa atau Mau pakai jasa ibu susu saja " Tanya Amanda ragu .


" Jangan " Tolak Henry cepat .


" Aku setuju dengan Daddy " Timpal Rif'at .


"Maksud Amanda hanya untuk Nora " Ucap Amanda lagi .


" Apa pun itu Daddy menolak " Jawab Henry tegas .


" Opa sama Uncle kembali saja ke kamar ,Nova biar Edward yang jaga " Ucap Edward .


" kalau ada papa langsung panggil Aunty " Edward mengaguk sebagai jawaban nya .


" Kalau begitu Oma ke luar dulu kalau butuh papa panggil Oma " Edward mengagguk.


Setelah kepergian mereka , Edward langsung naik ke atas tempat tidur merebahkan tubuhnya memeluk Nova .


" Jangan sakit, kasian anak² baby !! Maaf aku tidak bisa membantumu mengurus mereka maaf " Gumam Edward memeluk Nova dengan erat membawa wanita itu dalam pelukannya dengan pelan agar tidak membuat selang infus nya lepas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya satu persatu keluarga langsung ke ruangan perawatan saat tahu bahwa wanita itu di rawat sejak semalam.


" Kenapa tidak bilang sama Mommy " Ujar Adara .


" Tidak mungkin mommy meninggalkan Ethan sendirian di kamar " Jawab Edward .


" Anak² baik² saja kan mom, Nora " tanya Edward .


" Mommy belum melihat mereka ,mommy lihat mereka dulu " Edward hanya mengangguk pelan .


Setelah kepergian Adara ,Amanda masuk bersama Elvi yang membawa sarapan untuk Edward .


" Nova baik² saja kan Aunty sejak semalam suhu badannya tidak turun " Amanda langsung memeriksa Nova .


" Makan dulu bang " Ujar Elvi .


" Sebentar Oma " Jawab Edward .


" kenapa tidak memanggil Aunty " Tanya Amanda sedikit meninggi kan suaranya membuat Edward menatapnya .


Amanda melanjutkan memeriksa Nova dengan serius .


" Kita ke rumah sakit " Ucap Amanda .


" Aunty tidak bercanda kan " Tanya Edward rendah .


" Mom Panggil Daddy atau siapa saja untuk bantu Edward " Elvi langsung ke luar dari ruangan itu .


" Nova baik² saja kan Aunty " Amanda hanya menghela napas panjang " Aunty tidak bisa memastikan karena Aunty hanya memeriksa bagian luar , selebihnya bagian Uncle Alister " Jawab Amanda


" Baby ,anak² butuh kamu Lo , Apa kamu melupakan Nora " Ujar Edward menatap Nova .


" Kenapa " Tanya Jose baru masuk di susul yang lainnya " Nova harus di bawa ke rumah sakit " Jawab Amanda .


" Abang angkat " Edward langsung mengakat tubuh Nova di bantu Alan memegang selang Infus Nova lalu mereka ke luar dari ruangan perawatan .


Edward berhenti sebentar menatap anak²nya lalu melanjutkan langkahnya .


Tangisan baby Nora langsung pecah saat Edward melewatinya begitu saja .


" Ayo Abang " Ujar Henry saat melihat Edward berhenti " Iya Opa " Jawab Edward .


" Nora haus,Tunggu Oma ambilkan susu Ade iya " Ujar Aqila lembut .


" Biar El saja Oma " Jawab El langsung berlari menuju kamar baby four .


" Anak² akan baik² saja ,di rumah banyak orang " Ucap Jose menenangkan Edwar .


" Iya " Jawab Edward seadanya dan terus memeluk Nova menatap wajah Nova yang pucat .


" Telepon Alister menunggu di sana " Ujar Henry menatap lurus kedepan .


" Hebm " Jawab Jose .


" Bawa Nora ke sini " Ujar Daddy Radit, Aqila langsung meletakan baby Nora di atas pangkuan Daddy Radit yang duduk di kursi roda .


" Jangan Nangis ,Bunda Nora lagi pergi sebentar sama Daddy !! Nora di sini saja sama Eyang, Oma dan Mommy " Ujar Daddy Radit lembut lalu mengakat baby Nora meletakan bayi itu di Dadanya membuat tangisan baby Nora secara perlahan berhenti " Susunya "


" Ini Eyang " Daddy Radit menerima botol susu nya mengarahkan ke mulut Nora .


" Tadi malam dia hanya sedikit minumnya " Ujar Aqila .


" Tapi tidak rewel kan " Tanya Alan .


" Tidak mas " Jawab Aqila .


" Ayo sarapan dulu " Ujar Daddy Radit ,Rangga pun mendorong kursi Daddy Radit .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟