
" Apa tadi Mommy bertemu ibu nya Bianca " tanya Edward yang baru saja bergabung di gazebo depan .
" I-ya " Jawab Adara Gugup .
" Abang "
" Kenapa mommy menemuinya " Tanya Edward tanpa peduli teguran sang Daddy .
" Katanya ada hal yang ingin di bicarakan, Maaf kalau mommy membuat mu tidak nyaman " Edward memilih menjatuhkan kepalanya di pangkuan elvina tanpa menjawab apa pun .
" Tadi nenek sihir itu menyebar gosip kalau mommy ketemu sama ibunya merestui hubungan Abang sama dia ,apa lagi Opa sama Oma ikut " Qiandra membuka suara .
" Adek " Tegur Daffi membuat Qiandra menutup mulut .
" Tidak papa ,tidak usah di pikirkan " Ucap Raymond sambil mengelus punggung sang istri .
" Jika ingin berbaring dikamar, kenapa memeluk istriku hei bangun " Edward hanya diam saja .
" Elvina berdiri " Elvi hanya diam saja malah dia mengelus kepala sang Cucu dengan lembut .
" Opa, apa tidak bisa kalau cemburu itu masuk akal sedikit !! Abang itu cucu Oma dia tidak mungkin mengambil Oma dari Opa ,lagian lihat masa iya Abang suka nenek² " Cibir Erland menggeleng .
PLak
" Daddy " Pekik Raymond kesal " kenapa memukul Erland.
" Daddy tidak peduli urus mulut anakmu dengan benar , Istriku masih cantik di bilang nenek² " Protes Henry yang ikut kesal .
" Memang Oma nenek² masa Erland bilang Oma masih gadis " Bukannya takut Erland malah mengompori Henry dan Raymond .
" Kamu mau diam atau Opa tembak Kepala mu " Ucap Henry emosi .
" Daddy " Erland mendekati Raymond lalu bersembunyi di belakang nya .
" Daddy jangan tinggikan kan suara nya " Erland cengengesan di belakang Raymond membuat Rifat ,Radhi, Raine ,dan Reza hanya menggeleng saja .
" Tahu itu Opa ,Daddy kuping Erland sakit " Aduhnya pada Raymond
PLak
" Adara " Bentak Raymond emosi ,tadi Daddy nya sekarang istrinya .
" Apa ?? Bela terus anak²mu sekalipun salah kau lihat sejak tadi dia ketawa melihatmu berdebat sama Daddy " Raymond membalikan badannya membuat Erland memasang wajah murung .
" Ketawa dari mana ?? Awas kamu jika sampai menyentuh anak²ku lagi ku potong tangan mu " Ucap Raymond .
" Terserah, iya mereka anak²mu ,bukan anak ku ! Puas " Ucap Adara jengah .
" Pak tolong bilangin pelayan bikin bakso iya yang banyak " Ucap Elvi lembut .
" Baik Nyonya " Ucap penjaga .
" Kita makan di sini nanti malam " Ucap elvi .
" Boleh Mom , Seperti nya enak " Ucap Raine .
" Boleh tunggu istri Rifat dulu " Ucap Rif'at .
" iya ,kan bakso nya juga baru di bikin " Ucap Elvi Tersenyum .
" Lagian Ayah masih saja izinin bunda kerja " Ucap Daffi .
" Bicara sendiri pada Bundamu jangan mengomel pada ayah " Ucap Rifat menatap anak sulungnya .
" Mungkin ayah kurang kasih uang jajan kali " Ucap Qiandra .
" Uang jajan istriku lebih banyak dari gaji DPR " Ucap Rifat .
Saat semuanya tengah sibuk berdebat dua mobil masuk mendekati ke arah mereka .
" OPA ,Oma " Pekik Daffi, Qiandra, Randy saat melihat Davin ,Nabilla ,Jose dan Aqila serta Xavier dan Alister dan istri nya .
" Tumben di luar " Ucap Jose
" Sehat " Tanyanya pada Raine .
" Sehat pa " Jawab Raine ,Jose mengaguk .
" Kenapa ke sini " Tanya Henry sinis .
" Mau makan,di rumah beras kami habis Alister sama Ela belum gajian " Ucap Davin asal lalu duduk di samping Jose sedangkan anak-anak sudah duduk di kursi yang ada di dekat gazebo .
Sedangkan yang pemilik nama hanya mendengus kesal .
" Xavier juga belum gajian , syahzani uangnya di kirim semua ke Landon " Jawab Jose menimpali .
" Jangan bicara bodoh, perusahaan saja yang pegang Morgan, Arif dan Rehan " Jawab Henry .
" Makanya itu ,Aku ke sini meminta uang enak betul Duduk di perusahaan menantuku tapi tidak memberikan uang " Ucap Davin.
" Gila " Cibir Raymond .
" Diam kamu " Ucapnya menatap Raymond .
"Ada apa Dengan nya " Tanya Jose menunjuk Edward yang berbaring di pangkuan Elvi .
" Marah Opa ,karena mommy bertemu dengan calon istri nya " Jawab Erland .
" Minta anak Daddy tutup mulut sebelum Edward memotong nya " Ucap Edward tanpa menatap Raymond .
" Istrinya tuan Hadi sama anaknya " Jose dan Davin hanya mengaguk saja .
" Cantik loh anaknya Bang " Goda Davin.
" Iya, Opa bisa ambil jika mau " Jawab Edward .
" Diakan sukanya sama Abang " Ucap Jose .
" Dan Abang tidak suka tisu yang di pakai siapa saja " Davin dan Jose tertawa kecil .
"Opa ,kakak Eric juga sudah punya pacar " Lapor Erland .
" Really "
" Dia bohong " Ucap Eric cepat .
" Aku Aduin sama Aira iya kak " Eric menatap tajam sang adik " lagian Opa ,sama Daddy sudah tahu yang lainnya juga " Lanjutnya lagi .
" Terus Erland siapa pacar nya " Pancing Davin .
" Erland tunggu kakak Nova Opa " Ucapnya bangga .
" Tapi kalian beda jauh loh dek " Ucap Bara .
" Tidak papa, cinta tidak mengenal usia " Raymond tertawa kecil begitu juga Henry .
" Cih kaya tidak ada wanita saja " Cibir Raymond bangun dari tidurnya .
" Memang kenapa Abang cemburu " Ucap Erland .
" Dari segimana kamu mengatakan Abang cemburu " Tanya edward .
" Terus siapa lagi yang pacaran selain Kaka Eric dan Kaka El " Tanya Jose .
" Kakak Rangga " Celetuk Erland ,membuat Reza ,Riane dan Jose menatap Rangga .
" Kau gila, kapan kamu melihat ku dengan wanita sialan " Umpat Rangga emosi .
" Bercanda kak ,biar seru saja " Jawab Erland tanpa dosa .
" Queen tidak ke sini " Tanya Davin.
" Mungkin Besok, tadi dia telepon " Jawab Henry .
" Ayah apa Tidak bisa minta Amanda berhenti saja, kasian anak² aku juga ,setiap kami pulang dia belum pulang " Aduh Rifat .
" Kenapa bukan kamu yang minta " Ucap Jose .
" Astaga Papa, Rifat minta bantuan kaya gini karena Rifat sudah bilang ." Ucap Rifat .
" Nanti aku bilang " Jawab Alister .
" Kamu memang terbaik " Ucap Rifat.
" jangan bilang Uncle tidak seru nantinya ,kalau kumpul kaya gini kan enak kalau lihat wajah mereka seperti anak yatim " Ucap Erland .
" Kau mengatakan anakku meninggal " Bentak Davin .
" Ayah "
" Seperti nya anak itu minta di bunuh " Rifat langsung turun dari gazebo sedang kan Erland sudah berlari ke dalam rumah sambil tertawa kencang .
" Maaf Yah, Bun " Ucap Adara tidak enak .
" Urus saja suamimu matanya minta di colek pakai pisau dapur " Ucap Davin, Raymond berdecak saja.
" Anak itu kenapa mulutnya kaya perempuan iya " Ucap Radhi .
" Dia lebih cocok jadi anak Raine " Celetuk Ela .
" Iya ,bahkan dia lebih cocok adiknya Raine " Ucap syahzani .
" Enak saja , aku yang berkerja lalu kalian mendoakan dia anak Raine " Ucap Raymond kesal .
" Dulu kakak marah² saat kakak ipar hamil " Ucap Raine .
" Astaga kepala Edward semakin mau pecah jika berkumpul dengan orang tua " Gerutu edward lalu turun dari gazebo .
" Memang siapa yang meminta mu ke sini " Ucap Henry ketus .
" Pengaruh umur " Cibir Edward membuat Henry emosi .
" Daddy jangan macem² " Ancam Raymond sebelum Henry berteriak membuat Henry menatap nya tajam .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟