One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
mulut Erland



" Apa tadi Mommy bertemu ibu nya Bianca " tanya Edward yang baru saja bergabung di gazebo depan .


" I-ya " Jawab Adara Gugup .


" Abang "


" Kenapa mommy menemuinya " Tanya Edward tanpa peduli teguran sang Daddy .


" Katanya ada hal yang ingin di bicarakan, Maaf kalau mommy membuat mu tidak nyaman " Edward memilih menjatuhkan kepalanya di pangkuan elvina tanpa menjawab apa pun .


" Tadi nenek sihir itu menyebar gosip kalau mommy ketemu sama ibunya merestui hubungan Abang sama dia ,apa lagi Opa sama Oma ikut " Qiandra membuka suara .


" Adek " Tegur Daffi membuat Qiandra menutup mulut .


" Tidak papa ,tidak usah di pikirkan " Ucap Raymond sambil mengelus punggung sang istri .


" Jika ingin berbaring dikamar, kenapa memeluk istriku hei bangun " Edward hanya diam saja .


" Elvina berdiri " Elvi hanya diam saja malah dia mengelus kepala sang Cucu dengan lembut .


" Opa, apa tidak bisa kalau cemburu itu masuk akal sedikit !! Abang itu cucu Oma dia tidak mungkin mengambil Oma dari Opa ,lagian lihat masa iya Abang suka nenek² " Cibir Erland menggeleng .


PLak


" Daddy " Pekik Raymond kesal " kenapa memukul Erland.


" Daddy tidak peduli urus mulut anakmu dengan benar , Istriku masih cantik di bilang nenek² " Protes Henry yang ikut kesal .


" Memang Oma nenek² masa Erland bilang Oma masih gadis " Bukannya takut Erland malah mengompori Henry dan Raymond .


" Kamu mau diam atau Opa tembak Kepala mu " Ucap Henry emosi .


" Daddy " Erland mendekati Raymond lalu bersembunyi di belakang nya .


" Daddy jangan tinggikan kan suara nya " Erland cengengesan di belakang Raymond membuat Rifat ,Radhi, Raine ,dan Reza hanya menggeleng saja .


" Tahu itu Opa ,Daddy kuping Erland sakit " Aduhnya pada Raymond


PLak


" Adara " Bentak Raymond emosi ,tadi Daddy nya sekarang istrinya .


" Apa ?? Bela terus anak²mu sekalipun salah kau lihat sejak tadi dia ketawa melihatmu berdebat sama Daddy " Raymond membalikan badannya membuat Erland memasang wajah murung .


" Ketawa dari mana ?? Awas kamu jika sampai menyentuh anak²ku lagi ku potong tangan mu " Ucap Raymond .


" Terserah, iya mereka anak²mu ,bukan anak ku ! Puas " Ucap Adara jengah .


" Pak tolong bilangin pelayan bikin bakso iya yang banyak " Ucap Elvi lembut .


" Baik Nyonya " Ucap penjaga .


" Kita makan di sini nanti malam " Ucap elvi .


" Boleh Mom , Seperti nya enak " Ucap Raine .


" Boleh tunggu istri Rifat dulu " Ucap Rif'at .


" iya ,kan bakso nya juga baru di bikin " Ucap Elvi Tersenyum .


" Lagian Ayah masih saja izinin bunda kerja " Ucap Daffi .


" Bicara sendiri pada Bundamu jangan mengomel pada ayah " Ucap Rifat menatap anak sulungnya .


" Mungkin ayah kurang kasih uang jajan kali " Ucap Qiandra .


" Uang jajan istriku lebih banyak dari gaji DPR " Ucap Rifat .


Saat semuanya tengah sibuk berdebat dua mobil masuk mendekati ke arah mereka .


" OPA ,Oma " Pekik Daffi, Qiandra, Randy saat melihat Davin ,Nabilla ,Jose dan Aqila serta Xavier dan Alister dan istri nya .


" Tumben di luar " Ucap Jose


" Sehat " Tanyanya pada Raine .


" Sehat pa " Jawab Raine ,Jose mengaguk .


" Kenapa ke sini " Tanya Henry sinis .


" Mau makan,di rumah beras kami habis Alister sama Ela belum gajian " Ucap Davin asal lalu duduk di samping Jose sedangkan anak-anak sudah duduk di kursi yang ada di dekat gazebo .


Sedangkan yang pemilik nama hanya mendengus kesal .


" Xavier juga belum gajian , syahzani uangnya di kirim semua ke Landon " Jawab Jose menimpali .


" Jangan bicara bodoh, perusahaan saja yang pegang Morgan, Arif dan Rehan " Jawab Henry .


" Makanya itu ,Aku ke sini meminta uang enak betul Duduk di perusahaan menantuku tapi tidak memberikan uang " Ucap Davin.


" Gila " Cibir Raymond .


" Diam kamu " Ucapnya menatap Raymond .


"Ada apa Dengan nya " Tanya Jose menunjuk Edward yang berbaring di pangkuan Elvi .


" Marah Opa ,karena mommy bertemu dengan calon istri nya " Jawab Erland .


" Minta anak Daddy tutup mulut sebelum Edward memotong nya " Ucap Edward tanpa menatap Raymond .


" Istrinya tuan Hadi sama anaknya " Jose dan Davin hanya mengaguk saja .


" Cantik loh anaknya Bang " Goda Davin.


" Iya, Opa bisa ambil jika mau " Jawab Edward .


" Diakan sukanya sama Abang " Ucap Jose .


" Dan Abang tidak suka tisu yang di pakai siapa saja " Davin dan Jose tertawa kecil .


"Opa ,kakak Eric juga sudah punya pacar " Lapor Erland .


" Really "


" Dia bohong " Ucap Eric cepat .


" Aku Aduin sama Aira iya kak " Eric menatap tajam sang adik " lagian Opa ,sama Daddy sudah tahu yang lainnya juga " Lanjutnya lagi .


" Terus Erland siapa pacar nya " Pancing Davin .


" Erland tunggu kakak Nova Opa " Ucapnya bangga .


" Tapi kalian beda jauh loh dek " Ucap Bara .


" Tidak papa, cinta tidak mengenal usia " Raymond tertawa kecil begitu juga Henry .


" Cih kaya tidak ada wanita saja " Cibir Raymond bangun dari tidurnya .


" Memang kenapa Abang cemburu " Ucap Erland .


" Dari segimana kamu mengatakan Abang cemburu " Tanya edward .


" Terus siapa lagi yang pacaran selain Kaka Eric dan Kaka El " Tanya Jose .


" Kakak Rangga " Celetuk Erland ,membuat Reza ,Riane dan Jose menatap Rangga .


" Kau gila, kapan kamu melihat ku dengan wanita sialan " Umpat Rangga emosi .


" Bercanda kak ,biar seru saja " Jawab Erland tanpa dosa .


" Queen tidak ke sini " Tanya Davin.


" Mungkin Besok, tadi dia telepon " Jawab Henry .


" Ayah apa Tidak bisa minta Amanda berhenti saja, kasian anak² aku juga ,setiap kami pulang dia belum pulang " Aduh Rifat .


" Kenapa bukan kamu yang minta " Ucap Jose .


" Astaga Papa, Rifat minta bantuan kaya gini karena Rifat sudah bilang ." Ucap Rifat .


" Nanti aku bilang " Jawab Alister .


" Kamu memang terbaik " Ucap Rifat.


" jangan bilang Uncle tidak seru nantinya ,kalau kumpul kaya gini kan enak kalau lihat wajah mereka seperti anak yatim " Ucap Erland .


" Kau mengatakan anakku meninggal " Bentak Davin .


" Ayah "


" Seperti nya anak itu minta di bunuh " Rifat langsung turun dari gazebo sedang kan Erland sudah berlari ke dalam rumah sambil tertawa kencang .


" Maaf Yah, Bun " Ucap Adara tidak enak .


" Urus saja suamimu matanya minta di colek pakai pisau dapur " Ucap Davin, Raymond berdecak saja.


" Anak itu kenapa mulutnya kaya perempuan iya " Ucap Radhi .


" Dia lebih cocok jadi anak Raine " Celetuk Ela .


" Iya ,bahkan dia lebih cocok adiknya Raine " Ucap syahzani .


" Enak saja , aku yang berkerja lalu kalian mendoakan dia anak Raine " Ucap Raymond kesal .


" Dulu kakak marah² saat kakak ipar hamil " Ucap Raine .


" Astaga kepala Edward semakin mau pecah jika berkumpul dengan orang tua " Gerutu edward lalu turun dari gazebo .


" Memang siapa yang meminta mu ke sini " Ucap Henry ketus .


" Pengaruh umur " Cibir Edward membuat Henry emosi .


" Daddy jangan macem² " Ancam Raymond sebelum Henry berteriak membuat Henry menatap nya tajam .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟