
Setelah acara selesai mereka langsung meninggalkan hotel tidak ada yang meninggal di sana,padahal ini sudah pukul 1 dini hari tapi mereka tetap kembali ke rumah besar itu .
" Langsung istirahat Abang " Tegur Raymond .
" Iya Dad " Jawab Edward langsung berjalan ke arah kaamrmya .
Edward memegang handel pintu lalu membuka dengan pelan dia melihat kamarnya sudah gelap hanya ada lampu tidur yang menyala .
Dengan pelan dia kembali menutup rapat pintunya tapi suara Nova membuatnya kaget hingga tidak sengaja sedikit mendorong keras pintu keras sehingga menimbulkan suara .
" Baby " Panggil Edward geram ingin sekali meremas Nova layaknya kertas .
" Abang kenapa " Edward menghela napasnya lalu membalikkan badannya setelah mengunci pintu kamar .
" Kenapa belum tidur ini sudah jam 1 baby " Ucap Edward.
" Tidak bisa tidur " Jawabnya Jujur,karena memang sejak tadi hanya membalikkan badannya ke kiri dan ke kanan .
" Iya sudah aku mandi dulu " Nova mengaguk " Tunggu saja di situ " Ucap Edward sebelum meninggal Nova di kamar .
Beberapa menit Edward ke luar langsung menuju ruangan ganti setelah itu menghampiri sang istri yang sudah menunggu nya sejak tadi .
" Maaf " Nova mengaguk lalu menghadap ke arah Edward dan langsung masuk dalam pelukan sang suami .
Mencari kenyamanan,Nova juga bingung kenapa berada dalam pelukan Edward membuat nya begitu nyaman padahal sebelumnya biasa saja .
" Kalian baik² saja kan " Nova mengaguk " Maaf tadi aku ....'
" Tidak papa ,lagian Eliza sudah membalas nya ," Potong Nova cepat dia masih memeluk Edward .
" Lagian tidak mungkin Abang meninggalkan mereka yang sudah meluangkan waktunya apa lagi sebagian dari luar kota ,luar negeri " Lanjutnya lagi .
" Wanita itu selalu saja membuat masalah " Nova hanya tersenyum dalam pelukan Edward .
" Ah iya Bang ,boleh Nova tanya " Edward menatap ke bawah di mana Nova masih menyembunyikan wajahnya di dadanya.
" Tanya Apa " Jawab Edward mencium kepala Nova dengan lembut .
" Koh tanggal lahir pernikahan kita 6 bulan yang lalu " Tanya Nova tanpa menatap Edward .
" Saat tahu kamu hamil, Eyang sudah memutuskan mendaftar kan pernikahan kita ,agar nanti tidak ada pembicaraan di luar sana tentang mu ,kalau aku sudah terbiasa dengan hal itu tapi tidak denganmu " Jawab Edward .
" Lalu yang tadi pagi ' Tanya Nova polos
" Iya menikah apa lagi " jawab Edward .
" Maksudnya apa pernikahan kita bukan hari ini " Tanya Nova menatap ke atas .
" sekalipun sudah di daftarkan kita harus menikah baby ,apa kamu mau hubungan kita tanpa pernikahan," tanya Edward menatap Nova .
" Tidak " Jawabnya lalu menyembunyikan kembali wajahnya di dada Edward.
" Ayo istirahat, ini sudah lewat dari jam istirahat kalian " Nova mengaguk dalam pelukan Edward .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi kembali menyambut penghuni bumi,karena ini Weekend banyak dari penghuni nya menghabiskan waktu bersama keluarga nya .
Begitu juga Keluarga besar Daddy Radit di mana rumah itu terasa hidup padahal ini belum semuanya di mana anak Raymond, Alister, Rif'at ,Radhi ,dan Xavier masih berada di luar negeri mungkin tahun depan baru mereka bisa kumpul semua .
" Baby " Edward memberikan susu gelas Nova " Makasih " Edward hanya mengaguk saja lalu duduk di samping sang istri .
Setelah selesai sarapan mereka duduk di taman belakang bersama kedua mertua Edward dan Nenek Nur .
" Tuan,Apa bisa Nenek Nur ikut dengan kami " Ucap Ayah Nova menunduk .
" Apa Nenek Nur yang meminta " Tanya Henry .
" Tidak tuan, kami yang meminta " Jawab Sang istri .
" Semua tergantung Nenek Nur kalau dia mau ikut tidak masalah, tapi jika dia ingin ke sini melihat keadaan Nova juga tidak papa " Jawab Daddy Radit.
"Ayah, ibu Apa tidak bisa Nenek di sini saja " Ucap Nova menatap Nenek Nur memohon .
Dia sudah begitu nyaman dengan Nenek Nur, tidak tahu nanti nya bagiamana jika Nenek Nur ikut bersama ke dua orang tuanya kembali ke desa karena di desa pun mereka harus merawat rumah dari Oma Edward .
" Nanti Nenek ke sini juga Nak ,kamu harus terbiasa di sini juga ada keluarga suamimu " Ucap Nenek Nur lembut .
" Tapi ....."
" Maaf " Jawabnya lirih,semua orang hanya bisa terdiam mungkin Nova masih memikirkan masalah beberapa bulan lalu sekalipun itu sudah lama tapi pasti ada saja yang di pikirkan Nova apa lagi dia sedang hamil pasti perasaannya lebih sensitif .
" Nenek hanya berkunjung saja Nak nanti setelah itu ayah akan antar " Ucap sang ayah yang mengerti maksud sang anak.
" Baiklah " Jawab Nova seadanya .
" Hanya sebentar " Nova mengagukan kepalanya " Jangan sampai beta di sana iya nek " Nenek Nur tertawa kecil " Iya Nak " Jawabnya lembut .
" Maaf tuan " Ucap penjaga depan yang menghampiri mereka .
" Ada tamu di depan katanya Teman Nona Nova " Nova langsung menatap penjaga bingung karena dia tidak menghubungi siapapun apa lagi mengundang orang .
" Bawa masuk saja " Nova langsung menatap Edward " Jangan Om, Nova tidak undang siapa² jangan sampai itu penjahat " Cegah Nova pada penjaga .
Penjaga menatap bingung ke arah Nova lalu menatap Edward yang hanya mengaguk .
" Baik tuan " Pamit penjaga meninggalkan mereka .
" Kamu mengundang siapa Nak " Tanya sang ayah .
" Tidak ada " Sanggah Nova cepat " mungkin teman kuliah mu atau apa " Tanya ayah lagi .
" Nova tidak punya teman ayah selain Zaza , teman kuliah Nova orang luar semua tidak mungkin kan mereka ke sini " Jawab Nova lagi .
" Ayo kita masuk " Ajak Edward .
" Mau ke mana " Tanya Nova menatap Edward yang sudah berdiri " Ketemu tamu mu " Jawab Edward tenang .
" Koh di bawah masuk kan tadi bilang nya tidak usah ,kalau orang jahat gimana " Jawanya Nova khawatir .
" Arya sama Laras ,semalam mereka datang kamu sudah pulang " Jawab Edward dengan helaan napas " Lagian kalau pun orang jahat di depan banyak penjaga di sini juga banyak " tunjuk nya pada beberapa pengawal yang ada di dekat mereka .
" Istri Abang kebanyakan nonton film " Ucap Syahzani Tersenyum .
" Ayo " Nova mengaguk " Maaf tuan ,Nova ke depan dulu ' Ucapnya menunduk kepalanya .
" Iya Nyonya Edward " Jawab El Tersenyum membuat Nova malu .
" Jangan nakal " Ucap Raymond mengacak rambut sang anak .
" Sesekali saja " Jawabnya merangkul lengan Raymond
PLak
" Lepas " Ucap Adara menatap El .
" Apa sih Mom, malu tuh ada orang tua Kaka Nova " Dengus El kesal .
" Lepas " Ucap Adara tidak peduli .
" Dasar Nenek peyot " Cibir El melepaskan tangannya dari tangan Raymond .
" Baby " Tegur Raymond lembut .
" El duluan Dad " Jawab Adara kesal .
" Jika ingin berkelahi ke lapangan sana ,dia anakmu Adara bulan baby sugar nya " Ucap mommy Ellena menggeleng .
" Tapi El selalu buat kesal, Oma, dia juga sengaja " Jawab Adara .
" Kalian itu memang selalu tidak bisa akur ,tidak ibu tidak anak tidak ada yang mau mengalah " Ucap Davin .
" Tau itu mommy kaya anak ABG saja ,ingat umur mom sebentar lagi punya cucu empat lagi " Ucap El Tersenyum miring
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf baru up, ada sedikit musibah minta doanya semoga semua baik² saja .
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟