
Saat memasuki rumah besar itu semua orang sudah berdiri menyambut kedatangan baby Nora yang masih berada di gendongan Elvi .
Setelah menyapa beberapa saat Edward dan Nova membawa baby Nora ke kamar Mommy Ellena, dan kini bayi mungil itu sedang berbaring di samping mommy Ellena .
" Sudah pulang iya Nak, gimana sudah lebih baik ? Jangan sakit lagi harus kuat " Ujar mommy Ellena mengelus kepala baby Nova " Ini sudah sembuh " Lanjutnya sambil mengelus dada Nora .
" Sudah sembuh iya ,anak pintar " Ujarnya dengan lembut .
" Nora harus banyak minum ASI nya biar kuat sepeti Abang sama kakak " Ujar Mommy Ellena .
" Lihat Eyang masih kuat ,karena minum susu terus " Timpal Daddy Radit membuat ketiga peserta di situ menatap ke arahnya .
" Susu apa " Tanya Edward menaikan alisnya sebelah .
" Susu enak " Jawab Daddy Radit membuat Edward memutar bola matanya jengah " Anak Abang masih kecil Eyang jangan membuat pikiran nya rusak " Papar Edward .
" Eyang bicara serius ,Eyang sehat karena minum susu " Jawab Daddy Radit menunjuk bekas gelas susunya bahkan masih ada sisa nya " Abang tahu maksud eyang itu apa ' Lidah Edward berdecak kesal .
" Apa " Tanya Daddy Radit .
" Apa perlu Abang jawab " Daddy Radit menaikan bahu nya acuh membuat Edward kesal " Kamu juga pasti melakukan bukan " Nova langsung menunduk malu bersembunyi di lengan besar sang suami " Iya " Jawab Edward jujur,Nova meremas lengan sang suami .
" Jangan ganggu anak² " Tegur mommy Ellena .
" Gimana keadaan Eyang " Tanya Nova mengalihkan pembicaraan.
" Seperti yang kamu lihat , Eyang sudah jauh lebih baik " Jawab Mommy Ellena ,karena memang itu nyatanya .
" Syukurlah, Nova harap Eyang segera pulih seperti dulu " Mommy Ellena menanggapi ucapan Nova dengan senyuman .
Dan itu bukan hanya keinginan Nova tapi keinginan mereka semuanya .
"Apa Nora sudah bertemu Abang sama kakak nya " Tanya Daddy Radit.
" Belum ,tadi setelah menyapa yang lainnya langsung ke sini sama Daddy " Jawab Edward jujur .
" Bawa dia ketemu saudaranya dulu " Ujar Mommy Ellena.
" Iya Eyang " Edward menggendong Nora dengan pelan " Kami ke luar dulu eyang " Pamit Nova .
" Iya sayang " Jawab Mommy Ellena lembut.
Ceklek
Edward dan Nova berdiri di depan pintu kamar saat ada yang membuka dari luar .
" Sudah " Tanya Jose menatap kedua orang itu " Sudah Opa " Jose hanya mengaguk lalu masuk dalam kamar mommy Ellena bersama Davin .
Barulah Edward ke luar bersama Nova dan menutup pintu kamar itu .
" Tunggu di kamar ,nanti aku susul " Ujar Edward di sela langkah nya .
" jangan lama " Edward hanya mengangguk saja, setelah sampai di lantai atas Edward langsung berjalan ke kamar anak²nya,sudah bisa di tebak bahwa ini bukan hanya kamar anaknya tapi kamar para ibu² rempong dengan helaan napas Edward masuk ke dalam .
" Mom " Adara menatap Edward " Sudah " Edward mengaguk pelan .
" Nora sudah ASI " Tanya Adara lagi .
" Belum Mom,Nova lagi di kamar bersih kan tubuhnya baru ke sini ketemu anak² " Jawab Edward .
" Iya sudah sini " Ujar Aqila mengambil ahli gendongan .
" Suhunya sudah di aturkan " Tanya Edward .
" Sudah Abang " Jawab Elsa ,baru lah Edward ke luar dari kamar anaknya menuju kamar nya sendiri .
Ceklek .
Edward menutup pintu kamarnya, saat masuk ke dalam dia sudah tidak menemukan sang istri hingga dia pun langsung masuk kedalam kamar mandi menyusul sang istri .
Dan benar saja wanita itu sedang berendam air hangat ,dan itu selalu rutin dia lakukan agar darah kotor yang masih ada dalam tubuhnya bisa ke luar dan itu yang di katakan ibunya sering mandi air hangat ,minum air hangat jangan lupa Jamu untuk pemulihan rahimnya dan mengeringkan bekas jahitan , dan Nova lakukan semuanya tanpa mengeluh,dia sadar semua itu demi kebaikan nya sendiri .
" Baby " Nova membuka matanya " Jangan masuk " Edward mengaguk paham " Jangan terlalu panas " Tegur Edward .
" Iya bang " Jawab Nova lalu kembali memejamkan matanya merasakan tubuhnya jauh lebih enak jika mandi air hangat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Abang sudah pikirkan kapan aqiqahan mereka " Tanya Henry,kini mereka berkumpul di ruangan keluarga tidak ketinggalan Mommy Ellena dan juga Daddy Radit .
" Terserah, Abang siap saja kapan acaranya " Jawab Edward .
" Apa kamu tidak menelpon mertua mu " Tanya Alan .
" Tidak " Jawabnya jujur " Lalu selama ini kalian tidak komunikasi sama mereka " Tanya Jeje bingung .
" Hanya Nova " Jawab Edward polos .
" Astaga " Jose memukul kening nya sendiri mendengar jawaban Edward .
" Dia benar² titisan nya " Gumamnya pelan lalu menggeleng .
" Nanti Oma saja yang telepon mereka " Ujar Elvi lembut .
" Iya Oma " Jawab Edward tenang .
" Hen " Tegur Davin " Iya " Jawab Henry ketus .
" Mom, Davin sudah menemukan pendonor " Ujar Henry menatap mommy Ellena.
" Untuk kucing security di depan " Timpal Davin kesal menatap mommy Ellena .
" Untuk mommy " Jawab Jose .
" Dari siapa " Tanya Daddy Radit.
" Dari orang, mau dari siapa lagi " Ucap Jeje .
" Bawa ke dua orang ini ke luar " Ujar Henry emosi menatap Davin dan Jeje .
" Pertanyaan Mommy sama Daddy tidak masuk akal " Jawab Davin membela diri .
" Ayah " Tegur Nabilla pelan .
" Oma mau iya " Ujar Alister menatap mommy Ellena .
" Tidak usah, Operasi atau tidak jika sudah waktunya kita tidak bisa papa nak " Jawab Mommy Ellena .
" Mom " Tegur Jose .
" Kenapa selalu membahas itu " Lanjutnya lagi .
" jangan merusak tubuh orang ,mereka juga ingin hidup nak " Ucap mommy Ellena.
" Kami tidak merusak tubuh orang Mom, kami membayar semua itu mahal " Ujar Alan .
" Apa pun itu tidak usah " Jawab Mommy Ellena .
" Oma ,kami melakukan ini bukan kami merusak atau memaksa mereka tapi karena memang mereka harus ,dan kami memberikan apa yang mereka mau sebagai tanda terima kasih " Ujar Raymond .
" Oma baik² saja ,sudah sehat !! Jangan memikirkan keadaan Oma terus pekerjaan kalian banyak, pikirkan karyawan kalian yang terus bergantung pada kalian " Ujar Mommy Ellena .
" Kami memikirkan mereka Oma ,tapi tidak ada salahnya bukan jika kami ingin Oma sehat " Ujar Xavier .
" Iya Oma tahu, Mau operasi atau tidak semuanya tidak akan merubah apa pun nak " Jawab Mommy Ellena .
" Tapi setidaknya Oma tidak terus-menerus menahan sakit " Timpal Alister .
" Oma "panggil Reza pelan " kami tahu operasi tidak akan merubah apa pun , tapi setidaknya kita usaha dulu hasilnya seperti apa nantinya itu urusan belakang kita lakukan bertahap Oma ,Oma punya anak dokter dan Cucu dua yang juga dokter sekalipun satunya dokter kandungan tapi dia juga bisa memegang pisau operasi , Kami juga tidak merusak tubuh orang karena itu sudah atas permintaan mereka tanpa kami minta dengan imbalan setimpal " Ujar Reza lembut .
" Apa Daddy tidak punya mulut untuk bicara " Ujar Henry kesal .
" Apa yang kalian inginkan itu sama saja dengan keinginan Daddy ,tapi kalian dengar jawabannya bukan, lalu Daddy harus bagaimana " Jawab Daddy Radit dengan helaan napas panjang .
" Jika mommy kalian mau sejak dulu Daddy akan melakukan nya " Lanjutnya lagi .
" Mommy baik² saja ,jangan membahas itu hari ini Nora kembali jangan menyambut nya dengan membahas Mommy " Ujar Mommy Ellena .
" Mommy " Panggil Elvi lembut .
" Elvi hanya punya mommy sekarang ,begitu juga dengan Mba Elsa Mba Ana kami hanya punya Mommy, setidaknya lakukan itu untuk kami ,Aqila masih punya orang tua ,Mba Nabilla masih ada mertua nya ,Elvi tidak mendoakan mommy yang jelek tapi perasaan Elvi tidak baik² saja semenjak mommy mengatakan kalau Henry harus menjaga keluarga karena dia pondasi semuanya,Jujur Elvi takut karena sebelum ibu meninggal dia banyak meninggalkan pesan sampai akhirnya dia lebih dulu pergi bertemu ayah " Ujar Elvi serak dengan helaan napas panjang .
" Kami sadar ,Tidak mungkin kami melawan takdir tuhan yang sudah di gariskan kami hanya berusaha sebisa mungkin, tidak ada yang tidak mungkin mom sekalipun hanya merubah 5 persen dari sekian persen tapi kami berharap setidaknya mommy bisa sehat kembali hanya itu kenginginan kami ,jika di tanya kami siap , jawabannya tidak karena sampai kapan pun kami tidak akan pernah siap tapi kami harus menguatkan hati untuk tetap siap " Lanjut nya, Elvi sudah tidak bisa menahan cairan bening yang sejak tadi dia tahan .
" Jangan nangis ada anak² " Ucap Henry menghapus air mata sang istri .
" Maaf Dad " Henry hanya mengaguk saja sambil menghapus sisa air mata Elvi .
" jika Eyang tidak mau dengan organ orang ,Zaza siap " Semua orang menatap Eliza " selama ini Zaza tidak perna melakukan apa pun untuk keluarga Eyang ,bahkan mungkin zaza belum perna membahagiakan kalian ,tapi kalian selalu memberikan apa yang Zaza mau , sekalipun Zaza bukan dari darah kalian ,tapi Eyang tetap menerima Zaza tanpa memikirkan dulu seperti apa ayah memperlakukan bunda " Eliza menatap Naufal yang tersenyum manis padanya " Eliza tidak punya papa yang bisa Eliza kasih karena semuanya dari keluarga Eyang, Opa Faisal dan Oma Desi ,Tapi bukan berarti ini bentuk terimakasih Eliza buat Eyang tapi karena Eliza sayang sama Eyang dan Eliza ingin saat menikah dan punya anak Eyang tetap sehat, Zaza akan menceritakan pada anak² Zaza kalau Eyang wanita terbaik yang punya hati malaikat pernah Eliza temui " Ujar Eliza tulus .
" Lalu bagaimana dengan Lintang " Jawab Mommy Ellena membuat Eliza terdiam ,tapi detik kemudian dia kembali membuka suara dan itu membuat orang syok dan mengumpat .
" Zaza tanya Lintang dulu iya ,dia setuju atau tidak ? Kalau tidak Zaza akan pikirkan kembali " Jawabnya tenang .
Semua orang langsung membuang wajahnya ke samping mengangkat wajahnya berharap cairan yang mereka tahan sejak tadi tidak akan tumpah karena ulah Eliza .
" Naufal jangan pernah membawa wanita ini jika membahas hal serius " Naufal menatap sang putri dengan bingung .
" Kakak ayo " Ujar Rangga .
" Kenapa ,aku masih mau di sini " Ujar Eliza menatap Rangga .
" Ayo kak, nanti saja " Ujar Rangga .
" Hei aku ingin kakakmu ,kau ingin mati " Ucap Eliza menatap tajam Rangga .
" Bukan aku yang akan mati ,tapi kakak !! Lihat Oma " Eliza menatap Elvi membuat Eliza merinding " Ada apa dengan nya " Rangga memejamkan matanya kuat " Kakak tidak sadar " Eliza mengaguk cepat ,membuat Rangga duduk kembali dia tidak ingin kena imbasnya .
" Apa Zaza salah bicara " Tanya Eliza Dengan polos .
" Queen bawa anakmu " Tegur Elvi membuat Queen berdiri mendekati sang putri .
" Berdiri sendiri atau bunda menyeret mu " Eliza menggeleng " Zaza akan diam ,janji ✌️ ' Eliza menaikan kedua kedua jarinya menghadap ke arah Queen.
" Awas kalau kembali bersuara " Eliza mengaguk cepat membuat Queen duduk kembali .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟