One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tidak terlalu berharap



Pagi telah datang bulan pun berganti menjadi mentari membuat seseorang wanita keluar dari kamarnya .


Menghirup aroma pagi yang begitu menyejukkan saat masuk dalam rongga hidung mancung nya .



Saat tengah menikmati itu ada sepasang tangan yang melingkar di perut nya dan dia tahu siapa pemilik nya .


" Kenapa meninggalkan ku " Tanyanya dengan suara serak lalu mencium kepala wanita itu .


" Sudah bangun " Ucapnya sambil mengelus lengan besar itu .


Sekalipun Edward masih SMA dan sebentar lagi akan lulus tapi tubuh tinggi nya menuruni Genk dari Daddy nya .


Sehingga siapa pun di samping nya akan merasa kecil dengan tubuh tingginya .


"Apa hari ini ada jadwal kuliah mu " tanya Edward .


" Ada tapi jam 10 mengurus yang kemarin kami kerjakan ,setelah itu tidak ada lagi " Jawabnya dengan jujur .


" Aku akan mengantarmu " Hanya anggukan kepala sebagai jawabannya .


" Berapa hari di sini " Tanya sang wanita .


" Tiga hari setelah itu ke Landon karena keluarga ku sudah lebih dulu di sana " Ucapnya sambil mengelus perut rata wanita yang kini di depannya.


"Mandi dulu ,aku akan buatkan sarapan " Ucap nya .


" Hebm " Edward meninggalkan wanita itu lalu ke luar dari kamar nya karena pakaian nya memang berada di kamar sebelah nya .


Dengan helaan napas panjang dia pun ke luar dari kamar itu menuju dapur .


Aku tidak terlalu berharap, tapi bersama mu di sini setidaknya itu membuat ku bahagia Batinnya Tersenyum miris .


Status ,kedudukan , membuatnya kembali berpikir akan perasaan nya pada Edward .


Rasa nyaman yang selalu di berikan Edward membuat dirinya menyalakan arti dan masuk dalam perasaan yang tidak seharusnya ada.


Lagi² hanya helaan napas panjang terasa berat menjalani nya memilih menjauh bahkan sejauh mungkin dengan ada nya beasiswa karena kepintarannya tapi nyatanya percuma karena pria itu tetap bisa menjangkaunya dengan apa yang dia miliki .


Tidak ingin berlarut dengan pikirannya dia langsung mengambil roti dan selai dan beberapa buah untuk membuat jus .


Saat semuanya siap dia menatanya di atas meja tidak berselang lama Edward mendekati nya dengan pakaian santainya .


Membuat wanita tersenyum wajah tampan ,hidung mancung, rahang tegas , tubuh nya yang tinggi sangat sempurna .



" Selamat makan " Edward hanya diam saja mengambil sarapan nya yang sudah di siapkan .


" Apa Abang nanti kembali ke sini ' Edward menatap wanita yang duduk di depan nya lalu menggeleng .


" Ada beberapa urusan yang harus aku urus " Jawabnya datar .


"Mungkin aku pulang agak siang " Edward hanya diam saja .


Setelah menyelesaikan sarapan nya Edward masih berdiam diri di meja itu sambil memainkan HP nya .


" Aku siap² dulu " Edward hanya mengaguk pelan karena masih fokus pada benda yang di tangan nya .


" Selalu saja " Gumamnya lalu berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan diri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak jauh berbeda di Landon juga tengah melakukan sarapan bersama di mana di sana semua keluarga sudah berkumpul bahkan orang tua Adara dan Naufal pun berada di sana .


Dad " Panggil Jeje serius .


" Ada yang ingin kamu bicarakan" Jeje mengaguk " Setelah ini " Jawab Daddy Radit .


" Abang koh tidak ada " Ucap Adara sambil menatap sekeliling nya .


" Anakmu tidak di sini " Jawab Raymond datar membuat Adara menatap nya .


" Terus Abang di mana " Tanya Adara .


" Liburan sama temannya " Jawabnya asal sambil memakan sarapannya .


" makan lah, jika kamu terus bicara kamu tidak akan Kenyang " Adara duduk di samping suaminya dengan perasaan tak menentu memikirkan anak pertama nya .


" Suami mu itu tidak akan melepaskan anaknya tanpa pengawal lalu apa yang kamu khawatir kan, Apa kamu lupa aturan di keluarga suamimu ?? " Suara dingin mertuanya membuat Adara mengaguk pelan lalu memakan sarapannya .


Kini semua makan dengan tenang tanpa memikirkan Edward lagi .


" Kapan Eliza menyusul ke sini " Tanya mommy Ellena lembut .


" Belum tahu Oma ,tapi katanya secepatnya akan ke sini kalau urusan nya selesai " Jawab Queen .


" Apa kalian yakin akan memberi tahukan semuanya " Tanya Daddy Radit.


" Dia sudah besar Opa ,tidak mungkin kami terus menutupinya bagaimana pun dia harus tahu karena masih ada keluarga yang lainnya " Ucap Queen sendu .


" Tapi kalian tahu kan resikonya nanti " Tanya Henry, Naufal dan Queen mengaguk pelan .


" Kita bisa menutup mulut mereka, Tanpa harus mengatakan nya " Ucap Jose .


" Kita tidak mungkin terus berbohong Pa ,usianya juga akan memasuki 18 dia sudah tumbuh dewasa " Ucap Naufal .


"Apa yang di katakan Queen dan Naufal itu benar , terlepas dari nantinya Zaza menerima atau tidak itu kita bisa pikirkan !! Bukan hal yang muda untuk mereka menahan semuanya sampai sekarang pasti berat untuk mereka tapi itu lebih baik jika dia tahu sebelum mendengar dari orang lain " Ucap mommy Ellena .


" Kita hanya bisa menyiapkan diri begitu juga anak-anak apa pun nanti yang kalian dengar jangan pernah menatap orang lain rendah kita semua sama !! Opa,Oma serta yang lainnya bisa menerima begitu juga kalian ,paham " Ucap mommy Ellena .


" Iya Eyang" Jawab mereka sekalipun mereka tidak paham arah pembicaraan tapi satu yang mereka tangkap yaitu tentang Eliza .


" Apa yang ingin kamu bicarakan " Tanya Daddy Radit menatap Jeje setelah sarapan nya selesai .


Jeje mengambil tisu membersihkan mulut nya begitu juga yang lainnya .


"Kami akan menetap di sini " Daddy Radit menaikan alisnya sebelah menatap Jeje .


" Kami ?? Kamu dan siapa " Tanya Daddy Radit .


" Alan Dad " Jawab Jeje .


" Apa ada masalah " Tanya mommy Ellena ,Jeje dan Alan menggeleng .


" Kami hanya ingin menemani Daddy dan mommy, izinkan kami !! " Ucap Alan .


" Kenapa kamu harus menemani kami, di sini ada pelayan dan penjaga yang menemani kami lalu untuk apa kamu menemani kami " Ucap Daddy Radit .


" Kami tidak punya papa untuk Daddy dan mommy karena semua yang kami dapat dari Daddy ,kami hanya ingin menemani Daddy dan mommy seperti dulu kalian menemani kami saat Daddy membawa kami ke rumah besar itu " Ucap Jeje .


" Hanya ini yang bisa kamu lakukan untuk Daddy dan mommy ,Henry sudah mengizinkan " Ucap Alan .


" Tidak, hanya terpaksa " Sanggah Henry cepat membuat ke dua orang itu menatap nya tajam tapi itu tidak ada artinya bagi Henry .


" Apa kau ingin membalas Budi " Jeje dan Alan terdiam.


"Berarti selama ini kalian tidak menanggap kami orang tuamu ?? Apa ada seorang anak membalas Budi pada orang tuanya ?? " Tanya Daddy Radit dingin .


" Bukan begitu maksud kami Dad " Jeje menatap Alan untuk membantunya berbicara .


" Tidak perlu membalas apa pun Kalian dan Henry Jose dan Davin semuanya anak kami terlepas kalian tidak terlahir dari rahim mommy tapi Mommy lah yang merawat kalian sekalipun tidak dengan Davin karena orang tuanya masih ada .,melihat kalian hidup tenang sudah cukup bagi Daddy dan mommy " Ucap mommy Ellena .


" Kami tidak bermaksud papa, dan kami sudah memutuskan ini sebelum anak² menikah aku dan Jeje sudah memilih untuk menemani Daddy dan mommy ,anak² sudah memiliki kehidupan dan itu sudah membuat kami lega . Jadi izinkan aku dan Jeje di sini bersama kalian ,terserah Daddy mau beranggapan kami balas Budi atau apa ,tapi keputusan kami sudah final kami akan tetap di sini bersama Daddy dan mommy " Tekan Alan


" Daddy " Panggil Jeje .


" Apa kau lapar ,makanlah biar mulutmu diam " Jeje Tersenyum " Terimakasih dad " Ucap Jeje serius .


" Menyusahkan saja ,Apa kau tahu aku harus mengeluarkan uang lebih karena harus menutup mulutmu dengan makanan " Alan dan Jeje hanya tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung Edward menjadi novel favorit kalian


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟