
Sesampainya di rumah Diandra ,Randy memilih duduk di bagian paling belakang membiarkan keluarga nya duduk di depan .
Reza melihat tingkah Randy hanya menggeleng saja lalu duduk di samping Jose Karena para wanita berada di belakang mereka masing-masing .
" Daddy kita mau makan enak " Bisik Elea yang kini berada di pangkuan Edward .
" Apa Elea sudah lapar " Dengan malu² Elea mengaguk padahal sebelum berangkat dia sudah di berikan buah oleh Adara .
" Kenapa " Tanya Raymond yang duduk di samping Edward sambil memangku Nora .
" Anak Daddy lapar , dia tidak bisa melihat kue yang enak " Jawab Edward tertawa kecil .
" Minta izin dulu, apa Uncle mau " Ujar Raymond lembut .
" Nora juga mau " Raymond langsung menurun kan Nora dari pangkuan nya .
Elea menggegam tangan Nora mendekati Arif yang duduk bersama Rehan dan Morgan sebagai tuan rumah .
" Uncle " panggil Elea pelan.
" Hebm ...Hebm...." Elea membalikan badannya gugup membuat yang ada di situ merasa gemas .
" Ada yang bisa saya bantu nona muda " Elea kembali menatap Arif yang tersenyum menatapnya.
" Hebm ...Hebm " Elea terus derdehem membuat Morgan dan Rehan tertawa kecil membuat Elea dan Nora kembali ke arah Edward dan Raymond .
" Kau membuat Cucu ku takut " Ujar Henry kesal .
" Maaf tuan " Ujar Rehan menunduk kepalanya tapi memang dia tidak bisa menahannya terlalu lucu melihat tingkah Elea dan Nora .
" Mintanya dengan benar biar Uncle bisa berikan " Elea menatap Edward dengan mata kerkedip " Uncle tidak akan marah " Lanjutnya sambil mengusap kepala Elea.
" Biar Abang yang mintakan " Enzi langsung turun dari kursinya lalu berjalan mendekati Arif dan kedua sahabat mya .
" Uncle " panggil Enzi datar " Elea dan Nora mau kuenya apa boleh Enzi ambil " Lanjutnya to the poin .
" Boleh,mau uncle ambilkan " Enzi langsung menggeleng ' tidak usah Uncle , terima kasih " Jawab Enzi langsung berjalan ke arah meja membuat Arif dan kedua sahabatnya menggeleng dengan sikap dingin Enzi .
" Jangan hamburan " Ujar Enzi memberikan piring kue untuk Nora dan Elea .
" Iya Abang " Jawab Keduanya .
" Boleh saya bicara " Ujar Daddy Radit membuka suara hingga membuat yang ada di situ terdiam membiarkan Daddy Radit yang mulai membuka pembicaraan .
Daddy Radit mulai menjelaskan tentang kedatangan mereka di rumah Arif yaitu meminta Diandra untuk Randy ,tapi sepertinya pria itu belum juga menangkap sinyal itu karena dia sibuk sendiri di belakang sana dengan ponsel nya untuk mengalihkan perhatian nya .
Setelah mendengar jawaban Arif ,tidak berselang lama Diandra ke luar dari kamarnya di apit Endang dan Adiknya perempuan nya hingga ketiga nya sampai ruangan itu .
" Randy " Panggil Raine lembut .
" Apa " Jawab Randy ketus .
" Sini " Lidah Randy berdecak lalu menatap Diandra yang masih berdiri " Untuk apa " Jawabnya kesal .
Diandra langsung mengakat kepalanya menatap Randy dengan tatapan bertanya dan juga bingung ,tapi lain halnya dengan Randy yang menatap Diandra dengan tatapan kekecewaan dan kemarahan .
" Bukannya kamu ingin melamar Diandra,kenapa lagi bertanya " Ujar Raine kesal .
" Bukannya dengan orang lain, kenapa harus meminta Randy ke depan " Jawab Randy ketus .
" Maju, atau Daddy akan meminta Eric yang memasangkan cincin di jari Diandra " Randy langsung menatap sekeliling ruangan itu ,kini dia sadar karena di sana hanya ada keluarga nya saja .
Apa dia sedang di kerjain ?? Pikir Randy
Lalu dia menatap Daddy Radit dan Henry yang hanya terdiam ,dengan langkah cepat nya dia langsung berjalan ke arah depan berdiri di depan Diandra sambil tersenyum manis .
" Maaf tadi hanya acting ' Ujar Randy tersenyum .
" Bohong, sebenarnya dia malas ke sini bahkan tadi kami harus menunggu nya karena enggan ke sini " Timpal Daffa membuat Randy menatap ke arah nya dengan tajam .
" Jangan percaya dengannya ,dia hanya sirik karena sampai sekarang dia masih melajang " Jawab Randy dengan cepat .
Lalu mengambil tangan Diandra memasukan cincin di jari manis Diandra tapi tingkah Randy malah membuat yang ada di situ menegurnya .
" Kanan " Tegur para penghuni ruangan itu membuat Randy kaget " Ah sorry " Jawab Randy kembali melepaskan cincin yang ada di hari manis kiri Diandra .
" Makanya dengar dulu Orang tua bicara " Dengus Aqila kesal .
" Kelamaan Oma " Jawab Randy lalu mencium tangan Diandra membuat Diandra melotot kan matanya lalu menunduk malu .
" Kamu cantik " Diandra semakin menunduk mendengar pujian Randy,bahkan kini wajah dan kuping nya sudah memerah menahan malu .
" Sudah ayo duduk " Ujar Elvi ,Randy langsung menggegam tangan Diandra duduk di belakang bersama nya .
" Diandra harus sama orang tuanya mas " Tegur Jose menghela napas panjang .
" Duduk sini Mas ,masih ada yang mau di bahas " Dengan malasnya Randy duduk di samping Reza dan Raine .
" Kau terpaksa " tanya Reza kesal dengan tingkah putra nya.
" Bukan begitu Pa ,kenapa harus repot² si kan tinggal pasang cincin selesai " Jawab Randy pelan .
" Semua butuh proses Mas , sekalipun keluarga kita sudah dekat dari dulu tapi kita harus melakukan bertahap " Randy memilih diam tapi tidak pungkiri kalau malam ini dia sangat bahagia .
" Kapan pernikahan nya akan di langsungkan " Tanya Henry menatap Arif dan Endang .
" Kami terserah sama Diandra dan tuan Randy ...."
" Dia menantumu bukan bosmu " Potong Henry membuat Arif tersenyum tipis .
" Maaf tuan " Jawab Arif kikuk .
" Kalian mau kapan pernikahan nya " Tanya jose menatap Randy .
" Sekarang " Jawab Randy dengan cepat .
" Opa tanya serius bodoh, bisa serius tidak " Umpat Jose emosi .
" Ini lamaran atau mau tawuran sih " Gumam Gani menggeleng .
" Sepertinya sebentar lagi akan ada tawuran " Jawab Xana pelan
" Aku pendukung Opa Jose " timpal Kanz
" Diam " Tegur Adara menatap para jomblo abadi membuat mereka terdiam .
" Randy juga serius, kenapa harus lama² " Jawab Randy tegas .
" Bulan depan " Ujar Daddy Radit .
" Tapi jika kalian mau di percepat juga tidak papa " Lanjutnya menatap Arif dan Endang .
" Gimana kak " Tanya Arif menatap Diandra .
" Boleh yah " Jawab Diandra .
" Kelamaan yank " Rengek Randy kesal .
" Jangan buat Papa malu " Ujar Reza menatap tajam Randy membuat pria itu menunduk takut .
" Berarti bulan depan kan " Tanya Henry memastikan .
" Iya " Jawab Mereka bersamaan .
" Tahan ,sebentar lagi peringatan kematian Eyang !! Kamu paham kan " Randy mengaguk tersenyum .
Setelah pembahasan selesai kini di Lanjutnya dengan makan²,Edward menatap Nova yang sejak tadi bersandar di pundak Neneknya ibu dari Adara .
" Baby makan dulu ya " Ujar Edward lembut berjongkok di depan Nova " Itu Nenek juga mau makan " Lanjutnya menatap Marni yang hanya tersenyum.
" Abang makan duluan ,biar Nenek yang temani Nova " Jawab Marni lembut .
" Nenek makan duluan ,biar Nova sama Abang " Jawab Edward lembut .
" Ya sudah nanti Nenek ambilkan makan nya " Edward Mengaguk " Makasih Nek " Marni mengaguk meninggal Nova dan Edward .
" Mau pulang " Tanya Edward lembut sambil memeluk Nova .
"Belum selesai ,anak² mana " Tanya Nova lirih .
" Sama Mommy " Jawab Edward .
" Oma bawa apa " Tanya Edward saat melihat Elvi ke arah nya " Buat Nova " Jawab Elvi meletakan buah Strawberry di depan mereka .
" Nova belum makan nasi Oma " Jawab Edward .
" Berikan saja tidak papa " jawab Elvi lalu meninggalkan kedua manusia itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟