
Setelah menempuh 16 jam di udara Edward dan Arif sudah sampai di kota Paris malam hari dan mereka sudah siap akan ke apartemen yang memang sudah menjadi miliknya .
Edward turun dari pesawat milik keluarga di susul Arif yang membawa tas kecil milik tuan mudanya .
Saat sudah berada di bawah seseorang sudah menunggu mereka " Mari tuan muda " Edward hanya mengaguk saja .
Mengikuti anak buah Opa nya dengan memakai topi serta masker dan syal di lehernya agar orang tidak terlalu mengenalinya karena itu membuat nya risih .
Tapi tidak bagi semua orang nyatanya suara histeris dari para wanita mulai terdengar.
"Uncle hapus semua yang ada di media " Ucap Edward .
" Baik tuan muda " Ucap Arif yang berjalan di belakang nya .
Saat melihat mobil berhenti Edward langsung masuk dalam mobil begitu juga Arif yang langsung duduk di depan kemudi samping sang sopir .
" Kurangi pengawal ,itu semakin membuat mereka seperti orang gila " Ucap Edward kesal .
" Maaf tuan muda ,itu atas permintaan Tuan Raymond " Edward berdecak kesal .
" Ke apartemen nya " Ucap Edward lalu Bersandar di sandaran tempat duduknya .
" Nona sedang di luar tuan "Edward membuka matanya menatap Arif lewat kaca spion yang di atas kepalanya .
" Ada tugas yang harus dia selesaikan " Jawab Arif .
" Ke sana saja " Ucapnya lalu kembali memejamkan matanya berada di atas awan 16 jam membuat badannya lelah .
Padahal ada kamar pribadi tapi entah kenapa dia enggan masuk untuk mengistirahatkan tubuhnya .
Setelah menempuh beberapa menit kini mereka sudah memasuki kawasan apartemen yang begitu indah dan besar .
Dan di sana juga sebagian Atris,model yang terkenal memiliki beberapa unit apartemen .
Saat akan memarkirkan mobil mata tajam Edward menangkap seseorang bersama seorang pria .
Arif yang juga melihat itu sudah menelan ludahnya paksa karena dia sedikit banyak tahu tentang sang tuan muda yang tentunya tidak di ketahui siapa pun .
Edward turun dari mobil menunggu mereka selesai berbicara hingga akhirnya pria itu pergi hanya meninggalkan sang wanita .
" Kau baru pulang "
Wanita itu langsung membalikan badannya lalu kembali menatap mobil yang baru saja pergi .
" Abang ke sini " Tanya nya gugup ,tanpa berniat menjawab Edward langsung masuk dalam lift di ikuti wanita itu dan juga Arif .
Dalam kotak besi itu hanya ada keheningan yang terjadi membuat Arif serba salah .
Jika dia tahu kejadian akan seperti ini mungkin dia akan meminta pengawal untuk memberi tahu sebelum mereka sampai .
" Kembalilah ke apartemen,aku akan bermalam di sini " Ucap Edward dingin .
" Baik tuan muda " Jawab Arif .
Pintu lift terbuka dan Edward langsung meninggal kan kedua orang yang masih berdiam dalam lift .
" Nona " Arif memberikan tas Edward padanya " terimakasih uncle " Jawabnya lalu menyusul Edward .
Sedangkan Arif sudah turun kembali dia akan ke apartemen Edward yang tidak terlalu jauh dari apartemen yang iya tinggali sekarang .
" Kenapa tidak bilang jika ke sini " Ucap sang wanita .
Lalu menyimpan tas pakaian Edward dan mengambil minuman dingin untuknya .
" Minum dulu " Edward mengambil kaleng minuman itu lalu meminumnya hingga tandas tidak tersisa .
" Siapa dia " Tanya nya dengan wajah datar dan dingin nya .
" Teman " Edward langsung menatap wanita yang di samping nya .
" Apa kau ingin berbohong denganku ?? Kau tahu akibatnya bukan " Wanita itu hanya mengaguk menelan ludahnya kasar saat melihat Edward meremas kaleng kosong itu .
" Aku mau mandi " Edward langsung mengambil tasnya lalu berjalan ke salah satu kamar yang ada di apartemen itu .
" Aku akan pesankan makan malam " Edward hanya diam saja .
" Lebih baik aku pesan makanan lalu mandi " Ucapnya langsung mengambil HP nya sambil berjalan ke arah kamarnya yang berada di samping kamar yang di masuki Edward .
30 menit berlalu Edward sudah selesai dengan kegiatan mandinya langsung menuju dapur karena dia mendengar keributan di bagian sana .
" Jauhi dia jika kau ingin dia baik² saja " Ucap Edward dingin .
" Kami hanya teman Abang tidak ada yang lebih kami memiliki tugas kelompok "jelasnya sambil menyiapkan makanan untuk mereka .
" Lalu dia " Diam !! Itu cara aman bukan .
Tapi sepertinya salah karena laki² dingin itu sudah berdiri mendekati nya membuatnya semakin gugup .
" Abang " Dengan sekali tarik Edward langsung membungkam mulut wanita itu
Edward menahan tengkuknya memainkan benda kenyal itu atas bawah dan menarik pinggang nya agar tidak ada jarak di antara mereka ,mata mereka saling menatap memancarkan kerinduan dan amarah dari Edward .
tidak ingin menyudahi dengan cepat Edward mengangkat nya duduk di atas meja dan itu semakin dalam.
Hingga mereka saling melepaskan saat pasokan udara dalam dada mereka menipis .
" Bukannya kamu mencintai ku " Tanya Edward sambil menghapus salivanya di bibir wanita itu .
" Lalu kamu " Tanyanya balik mata mereka saling bertatapan.
Edward hanya terdiam tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya .
" Siapkan makannya aku lapar " Ucap Edward sambil menurunkan wanita itu dari meja makan .
Kecewa !! tapi memang dia yang salah bukan menyukai orang yang memang tidak bisa dia gapai .
Itu sudah sangat jelas seharusnya dia sadar akan itu .
Setelah menyiapkan makanan mereka makan dalam diam tidak ada suara hanya ada suara garpu dan sendok yang saling bertabrakan dengan gesekan piring .
Sesekali wanita itu menatap Edward sambil tersenyum bahagia .
" Kau tidak akan kenyang hanya menatap ku "Ucap Edward tiba-tiba .
Uhuk .....uhuk ...
Dia langsung menyambar minuman itu dan Edward hanya diam saja tanpa peduli padanya setelah melepaskan bom atom .
" Minuman hangat " Tanya nya saat Edward sudah selesai dengan makanan nya .
" Aku tunggu di balkon " Jawabnya Acuh langsung ke balkon dan meninggalkannya.
Apa yang aku harapkan darinya Batinnya sambil membersihkan sisa makanan dan menyimpan nya di wastafel dan mencuci nya .
lalu dia membersihkan meja dan membuat minuman untuk mereka berdua .
Karena Cuaca di luar memang cukup dingin tak lupa dia membawa selimut untuk menutup tubuh Edward .
Edward menatap nya sekilas lalu kembali menatap ke depan .
" Pakai ini " Edward menerima nya laku memakai kan padanya.
"Badan mu lebih membutuhkan nya di banding aku " Ucap Edward .
Kini keduanya menatap ke arah depan sesekali mengakat gelas minuman hangat itu .
Mata mereka tidak pernah putus dari pemandangan yang berada di didepan mereka .
Saat wanita itu tengah fokus pada objek di depannya dia di kagetkan Edward .
Eh
Edward tidur dan menjadikan pahanya sebagai penyangga kepalanya .
" Apa kamu terlalu sibuk sehingga tidak perna mengabariku " Tanya nya tanpa menatap lawannya .
" Aku hanya ingin menghilangkan perasaan ini " Jawabnya jujur .
" Apa sudah hilang " Tanyanya lagi .
" Tidak, semakin aku berusaha menghilangkan semakin merindukan mu !! Bahkan aku sempat berpikir memiliki kekasih agar melupakan mu " Ucapnya tanpa ada yang dia tutupi .
" Sudah dapat "
" Tidak ,bahkan itu membuatku semakin takut karena akan menyakiti orang lain " Edward menanggapi nya dengan senyuman .
" Aku takut " Ucapnya lirih .
" Jika takut kenapa menyatakan perasaanmu padaku " Ucap Edward .
" Aku hanya ingin sebelum aku ke sini ,setidaknya Abang tahu itu " Ucapnya .
" Dan aku malas tahu untuk itu " Edward Tersenyum saat umpatan yang keluar dari mulut wanita itu .
" Bangun,di luar dingin kamu akan masuk angin lebih baik tidur di kamar " Ucapnya
" Biarkan seperti ini " Jawab Edward sambil memeluk pinggang nya dan membenamkan wajahnya di perut rata wanita itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward .
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟