One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Diam



" Aku sudah siap " Edward melihat sekilas ke arah nya lalu berjalan duluan ke arah pintu dan dia hanya bisa mengikuti saja dari belakang .


" Nanti aku singgah beli bahan makanan karena di kulkas sudah habis " Hanya anggukan kepala yang dia dapat .


Kini ke duanya sudah memasuki lift untuk mengantar mereka, tapi saat masuk HPnya berdering .


" Angkat lah " Mau tidak mau dia mengangkatnya sekalipun dia enggan .


" Kau di mana ?? Aku sudah di bawah apa perlu aku ke atas " Wanita itu menatap Edward yang hanya terdiam .


" Aku akan pergi sendirian " Jawab nya dengan gugup .


" No, you go with me " Balasnya tegas lalu mematikan sambungan telepon .


Hanya ada keneningan setelah HP itu mati hingga sampai mereka di bawa .


Edward sudah melihat mobil kemarin yang mengantarnya hanya tersenyum tipis ,tanpa banyak berpikir dia masuk dalam mobil yang di mana di dalam sudah ada Irfan.


Sedangkan wanita itu hanya terdiam dia bingung sendiri harus bagaimana sampai pemilik mobil yang menunggunya turun .


" Jalan uncle " Ucap Edward saat melihat pria itu sudah ke luar .


" Tapi nona...."


" Dia sudah ada yang jemput " Mau tidak mau Arif langsung melajukan mobilnya membuat wanita itu terdiam


Nyes


Apa sesakit ini saat di abaikan ?? Kenapa Edward tidak membujuknya dan melarang nya pergi bersama temannya ??


Edward Tersenyum sinis saat melihat wanita itu mengikuti pria yang katanya temannya itu .


" Tuan apa ...."


" Apa Daddy menghubungi mu " Tanya Edward cepat.


' Iya tuan " Edward hanya mengaguk .


" Malam ini kita berangkat " Arif menatap ke arah kaca spion menatap Edward " Baik tuan " Jawabnya saat tidak ada lagi suara .


Dia tahu jika saat ini perasaan tuan mudanya tidak baik² saja jadi dia hanya mengikuti ucapan nya saja .


Sedangkan di mobil yang satunya pria itu menatap wanita yang duduk di samping nya hanya menatap ke arah luar menatap jalanan .


" Are you ok " Wanita itu menatap nya Tersenyum " Apa kau melihat ku sakit " Wanita itu tersenyum saat melihat gelengan kepala layaknya anak kecil .


" Bas " Panggilnya lirih .


" yes " Jawab Bastian .


" Apa kau perna menyukai perempuan " Tanya nya .


" of course , aku pria normal " Jawabnya tegas .


" Bagaimana perasaan mu terhadap nya "


" Baik, tapi tidak seperti yang aku inginkan karena status kami masih teman " Helaan napas keluar begitu saja " Aku salah bertanya " Bastian tertawa kecil .


Lalu mereka kembali terdiam hingga akhirnya mereka sampai di kampus di mana teman temannya sudah menunggu mereka .


Kita kembali ke Edward yang kini juga sudah sampai di tempat tujuan nya kali ini Louvre Museum.



Dengan langkah tegap dia ke luar dari mobil menuju meseum itu sedikit tahu bahwa mesium Louvre Adalah salah satu museum seni terbesar yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Prancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.


Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa² benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre seperti sekarang. Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan.Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. (Info by Google )


Edwar menatap sekeliling nya saat sudah berada di dalam cukup luas dan ramai pengunjung nya



Edward dan Arif berkeliling dalam meseum itu mereka dapat melihat Koleksi Mesir kuno, benda purbakala dari Timur Dekat, Yunani, Etruskan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar.


" Kita kembali ,aku sudah lapar " Ucap Edward karena mereka cukup lama berada di sini .


" Baik tuan " Jawab Arif lalu mereka ke luar dari gedung itu menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari gedung itu .


" Restoran yang dekat saja uncle " Arif mengaguk paham lalu membawa mobil mencari restoran yang dekat dengan tempat mereka sebelum nantinya kembali ke apartemen karena malamnya mereka akan ke Landon .


restoran Le Comptoir du Louvre menjadi tempat makan siang mereka kali ini ,Edward ke luar tanpa menunggu Arif membukakan pintu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Edward sudah sampai di apartemen tidak ada penghuni nya lalu dia berjalan ke arah kamar nya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk itu .


Mengistirahatkan diri sebelum nantinya ke Landon yang memakan waktu satu jam di udara .


Tapi saat akan menutup matanya samar² dia mendengar pintu apartemen terbuka tapi kenapa ada suara pria .


Edward memilih diam di dalam kamar sampai nanti pria itu ke luar dari apartemen .


Saat tidak mendengar suara laki² Edward ke luar dari kamar menuju dapur dan benar saja dia sedang mengatur belanjaannya.


" A-abang " Edward hanya melirik nya saja lalu mengambil botol minum yang ada lemari pendingin .


" Sudah lama " Tanya nya gugup .


Hebm


" Abang mau makan apa, biar nanti malam aku masakan " Tanya lembut .


" Tidak usah memasak apa pun ,Aku akan ke Landon malam ini " Wanita itu menatap cepat ke arah Edward .


" Bukannya lagi dua hari di sini " Tanya nya dengan bingung .


' Keluarga ku sudah menunggu ku, karena kamu sudah di sini aku akan kembali ke apartemen ku " Wanita itu menahan tangan Edward " Kenapa mendadak " Tanya nya lirih .


" Tidak ada yang mendadak " Jawabnya lalu melepaskan tangan nya berjalan ke arah kamar .


" Maaf untuk yang tadi pagi " Edward tetap berjalan ke kamarnya tanpa mempedulikan ucapan wanita itu .


Apa sesakit ini mencintai mu ?? Apa aku harus berhenti Batinnya saat Edward sudah tidak terlihat lagi .


Lalu dia kembali melanjutkan kegiatannya menyelesaikan pekerjaan nya .


Saat semuanya selesai dia ke kamar yang di tepati Edward .


Tok ...tok ....


" Boleh aku masuk "


Ceklek


" Abang mau pergi " Tanya nya kaget saat melihat Edward membawa tas kecilnya .


" Uncle sudah menungguku di bawah " Jawabnya acuh .


" Boleh bicara sebentar " Edward menaikan alisnya sebelah " Maaf untuk yang tadi pagi dan barusan " Lanjutnya lagi .


" Bukan urusanku " Ucapnya ketus .


" Abang ..."


" Boleh geser, uncle sudah menungguku " Wanita itu menatap kecewa pada Edward .


Mereka baru bertemu lalu apa ini kenapa begitu cepat !! Apa dia marah tapi itu sangat tidak mungkin ??


Lalu kenapa ?? apa dia berbuat salah tidak bisa kah bicara dulu sebelum pergi .


" Maaf " Dia menggeser tubuhnya nya sedikit " Hati² " Edward hanya diam saja menuju pintu apartemen .


Dia pun mengikuti Edward ke arah pintu apartemen sebelum Edward ke luar dia memberikan diri menarik Edward dan mencium bibirnya .


Edward hanya terdiam setelah itu dia ke luar dari apartemen itu tanpa mengatakan apa pun pada nya .


Aku akan belajar melupakan mu Batinnya Tersenyum sinis .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus perjalan Edward


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟