
Setelah persiapan yang cukup Mommy Ellena di pulangkan di temani Davin dan Alan serta satu orang perawat yang nantinya akan menemani mommy ellena .
Sedangkan yang lainnya menunggu di rumah utama, setelah beberapa menit akhirnya mobil ambulance masuk bersama dengan mobil Alan dan mobil pengawal di belakangnya .
Henry,Jose dan Jeje langsung mendekati mobil putih, hingga pintu belakang nya terbuka .
Henry menatap Davin karena memang hanya pria itu yang mengerti .
" Sudah bisa " Davin mengaguk ,dengan pelan menarik brankas dengan sigap Jeje meletakan tangan nya menghalangi mata mommy ellena karena silau matahari .
Amanda membawa brankas di bantu Perawat ,dengan sigap Henry dan Jose memindahkan mommy Ellena dengan lembut .
Padahal di dekat mereka ada seorang perawat pria ,tapi mana mungkin mereka membiarkan menyentuh mommy ellena ,bahkan saat akan turun dari mobil saja ,Jose langsung memberikan tatapan tajam hingga kedua pria itu hanya bisa duduk dalam ambulance .
Dalam hati mereka pun enggan untuk menyentuh bukan karena jijik atau apa ,tapi mereka masih menyayangi nyawa mereka karena itu jauh lebih berharga .
Setelah memastikan semuanya aman,Amanda mendorong tempat tidur itu di bantu perawat .
" Davin periksa mommy dulu " Ujar Davin saat sudah berada di depan pintu ruangan .
" Ah iya " Jawab Daddy Radit, Jose membawa Daddy Radit ke sofa begitu juga yang lainnya .
" Apa mereka tidak akan pulang " Tanya Alan menatap Henry .
" sedikit lagi, ini sudah mau jam makan siang " Jawab Henry .
" Queen " Tanya Alan lagi .
" Dia ke perusahaan Naufal dulu baru ke sini sama² " Jawab Jose .
" Kenapa tidak sekalian ke sini mereka memiliki mobil masing-masing " Tanya Alan .
" Tanyakan itu pada mereka saat sudah di sini " Jawab Jeje ketus membuat Alan mendengus menatap nya .
" Kau dari rumah sakit jangan memegang anakku " Bentak Henry menatap Alan tajam ,Alan langsung menatap Henry dengan sengit
" Aku hanya menjemput Mommy tidak melakukan apa pun " Jawab Alan kesal .
" Sekalipun tapi kamu dari rumah sakit ,menjauh " Usir Jose .
" Aku akan mandi ,puas " Ujar Alan berdiri lalu meninggalkan mereka .
Tidak berselang lama Davin ke luar di ikuti Amanda di belakang nya .
" Anak² belum pulang " Tanya Davin duduk di samping sang istri .
" Sedikit lagi " Jawab Jeje ala kadarnya .
" Apa sih Bunda " Ujar Davin saat Nabilla menepis tangan nya akan menyentuh Enzi.
" Ayah dari rumah sakit " Jawab Nabilla .
" Tapi aku sudah cuci tangan tadi di dalam " jawab Davin .
" Apa sih Bunda " Ujar Davin kesal .
" Tapi badan ayah tidak di cuci " Jawab Nabilla.
" Pergilah jika tidak ingin seperti Alan " Davin menatap sekeliling nya dan benar saja pria itu tidak ada di sana.
" Di mana dia " Tanya Davin .
" Mandi " Davin melotot kan matanya menatap para pria yang hanya memasang wajah tanpa dosanya.
" Aku bersumpah jika nanti Cucu ku punya anak aku tidak akan mengizinkan kalian melihatnya bahkan hanya menyebut namanya pun, aku akan membunuh kalian " Ucap Davin kesal .
" Kami tidak tertarik melihat Cucu mu,apa lagi menyebut namanya " Jawab Jeje .
" Kau yakin ?? Aku pegang ucapan mu dan aku harap Ela tidak akan mendengar ini " Seketika Jeje langsung menegangkan duduknya lalu menatap Davin yang tersenyum miring .
" Kau baru sadar,ingat ucapan mu jangan pernah melanggar nya dan saksinya mereka " Ujar Davin menunjuk para penghuni yang ada di sana lalu meninggalkan ruangan itu .
" Davin sialan " Geram Jeje kesal .
" Makanya jangan Bodoh " Ucap Jose .
" Diamlah " Ujar Jeje semakin kesal .
" Awas jika sampai kalian membuka mulut " Ucap Jeje penuh penekanan tapi Elvi dan yang lainnya hanya diam saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
siang harinya semua orang menepat kan diri makan siang di rumah utama,setelah melihat keadaan mommy Ellena sebentar mereka langsung ke meja makan .
" Anak² rewel " Nova menggeleng tersenyum " Mereka sudah jauh lebih baik ,hanya Nora sama Elea yang menangis sesekali tapi kata Oma itu wajar " Edward mengaguk saja .
" Makanlah ,biar aku sendiri " Ucap Edward ,tapi Nova tetap melayani Edward sekalipun pria itu melarang nya .
" makasih " Jawab Edward lembut .
" Iya " Jawabnya lalu mengambil makanannya sendiri .
" Kapan Abang membawa Nora " Tanya Henry , Edward langsung menghentikan gerakan nya menatap Henry .
" Belum Tau Opa ,tapi Edward akan ke sana secepatnya " Jawab Edward .
" Anak² di bawa " Tanya Elvi lagi ,Edward langsung menatap Nova .
" Pergi saja ,tidak usah memikirkan ketiga kakaknya !! Mereka sudah bisa minum Sufor, fokus saja dulu sama Nora biar nantinya dia bisa tumbuh dengan baik " Ujar Daddy Radit .
" Bagaimana baby " Tanya Edward lembut .
" Nanti aku pikirkan dulu " Edward mengaguk lembut lalu mengelus kepala sang istri .
" Jangan mengukur waktu terlalu lama, lebih cepat lebih baik " Timpal Jose .
" Iya Opa " Jawab Nova .
" Makan yang banyak, anak² butuh kamu " Nova mengaguk tersenyum " Abang juga biar kerjanya semangat " Edward hanya tertawa kecil .
" Lintang smaa Vika tidak di ajak ke sini " Tanya Elvi Ana menatap Eliza dan Rangga .
" jika dia lapar tingga pesan ,dia bukan orang miskin " Jawab Eliza Ketus .
" Eliza " Tegur Elvi ,tapi wanita itu hanya diam saja melanjutkan makannya .
" Eliza...."
" Makan sayang " Ujar Henry menghentikan Elvi .
" Zaza kenyang " Eliza langsung meninggalkan ruangan makan itu .
" Biarkan sayang " Lagi² Henry menahan sang istri
" Eliza makan dulu " Pekik Queen tapi wanita itu sudah pergi .
" Vika lagi temani Abi nya Oma " Jawab Rangga .
" Apa dia akan mengajar " Rangga menggeleng " Hanya ikut saja Oma ,bosan katanya di rumah " Jawab Rangga .
" Kenapa tidak suruh ke sini " Tanya Riane .
" Malu, kecuali di jemput " Jawab Rangga .
" iya Kaka jemput baru ke kantor " Rangga menghela napas panjang " Repot Ma , Mama saja yang jemput kalau mau " Jawab Rangga .
" Anak ini ,apa tidak bisa jangan meniru Papa " Ujar Raine kesal lalu menatap suaminya yang hanya diam saja .
" Dia Papa ku " Jawab Rangga .
" Terserah " Jawab Raine kembali melanjutkan makannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟