
Tok ....tok
" Masuk " Jawabnya dari dalam .
Tok ...Tok ....
Ketiga manusia yang fokus pada pekerjaan mereka langsung menatap ke arah pintu dengan tatapan bingung .
" Kamu memesan sesuatu " Eric langsung menggeleng cepat " Biar saya bukan bang " Ucap Eric langsung berdiri dari duduknya .
Ya Eric menggantikan posisi Rangga yang awalnya akan di ganti Bara ,tapi dengan halus pria muda itu menolak karena dia harus memikirkan milik sang ayah Radhi .
Sehingga pria itu mau tidak mau harus meninggalkan perusahaan pusat sekalipun merasa tidak enak pada sang kakak ,tapi Raymond malah meminta sendiri untuk menemani Bara .
Ceklek
Eric menatap pelaku yang sejak tadi mengetok pintu dengan wajah bingung nya belum lagi masing-masing dari mereka menentang kotak bekal di kedua tangan nya hanya Nora yang memegang satu kotak bekal .
" Siapa Ric " Tanya Edward penasaran ,Eric menggeser tubuhnya membuka lebar pintu membuat Edward langsung berdiri dari duduknya dan itu membuat Nova penasaran .
" Sama siapa kesini nya " Tanya Edward meninggalkan meja kerjanya.
" Sopir sama paman " Sama halnya dengan Edward ,Nova langsung berdiri saat mendengar suara pria kecil .
" Permisi Uncle " Ujar Enzi sopan, Eric memberikan jalan pada keponakan nya sambil menggeleng .
" Lo bawa apa itu ' Tanya Nova mendekati keempat anaknya sedangkan Edward sudah menunggu mereka di sofa .
" Makan siang Bunda " Jawab Ethan .
" Koh banyak Kak " Tanya Edward .
" Kenapa tidak meminta pelayan yang bawa " Lanjutnya lagi .
" Malas " Jawab Enzi seadanya membuat Eric tertawa kecil mendengar jawaban keponakan nya .
' Ini milik Daddy,Bunda dan ini punya Uncle Eric " Terang Ethan .
" Makasih Abang ,kakak ,Ade " Ujar Eric lembut .
" Sama² Uncle " Jawab mereka bersamaan .
" Kenapa membawa sendiri ,mana paman bukannya tadi bilang sama paman " Tanya Nova menatap anak²nya .
" Ke ruangan Daddy Ray ,antar makan siang untuk Daddy Ray sama Papa Reza " Jawab Enzi datar .
" Ayo cuci tangan dulu baru kita makan " Ujar Nova lembut menuntun anak-anak nya ke kamar pribadi Edward .
Ceklek
Edward dan Eric menatap ke arah pintu di mana Raymond dan Reza masuk sambil membawa kotak bekal masing-masing.
" Mana anak² " Edward menunjuk kamar pribadi nya " Lagi cuci tangan " Jawab Edward.
" Daddy mau ngapain di sini " Tanya Eric .
" Mau tidur " Jawab Raymond ketus tapi itu membuat Eric tertawa geli .
" Ngambekan kaya Mommy kalau lagi PMS " Goda Eric membuat Raymond menatapnya tajam .
Daddy Ray " Pekik Nora dan Elea.
" Sudah cuci tangan " Kedua gadis kecil itu memperlihatkan tangannya yang masih basah .
Satu persatu membuka kotak bekalnya duduk saling berhadapan seperti makan di rumah .
" Mau Daddy bantu " Tanya Edward menatap Nora yang sedikit kesusahan .
" Tidak Daddy, Nora sudah besar " Jawabnya cepat sambil menusuk dagingnya yang sudah di potong kecil-kecil .
"baiklah " Jawab Edward mengalah .
" Koh punya Elea lebih enak dari Uncle " Ucap Eric sambil menatap kotak bekal milik Elea .
" Uncle mau " Eric mengaguk pelan " Tapi sedikit mau " Tanya lagi,membuat Eric gemas hingga mencium pipi Elea berkali² .
" Makanlah, Uncle juga punya makanan sayang " Jawab Eric mengacak rambut Elea dengan lembut .
Edward menarik sudut bibirnya tipis melihat tingkah putrinya lalu kembali fokus pada makanannya .
Setelah selesai makan baby four langsung pergi mencuci tangannya dan juga mulutnya .
" Daddy kami mau keliling " Ujar Enzi .
" Iya Dad " Timpal Ethan .
" Bolehkan Dad ,tidak lama " Lanjutnya lagi .
" Ini siang, tidur siang dulu nanti bangun nya baru keliling " Jawab Raymond menatap ke empat Cucu nya .
" Tapi Elea belum mengantuk Daddy " Jawab Elea tapi detik kemudian dia menguap hingga menutup mulutnya dengan cepat .
" Itu apa " Goda Eric tertawa kecil .
" Tidur siang dulu, nanti kalau sudah bangun Bunda temanin keliling " Ucap Nova lembut .
" Ade sih " Ujar Ethan kesal .
" Ayo " Enzi langsung menarik tangan Nora dan Elea kembali ke kamar milik Edward di ikuti Ethan dari belakang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya Nova meninggal pekerjaan nya demi menemani anak-anak nya berkeliling di perusahan .
" Kita ke ruangan teman Bunda mau " Tanya Nova lembut .
" Mau " Pekik Elea heboh, Nova menekan tombol lift menuju lantai 12 .
Saat sampai di lantai 12 Nova membiarkan anak²nya lebih dulu ke luar baru dia ke luar dari dalam lift .
Melihat baby Four para karyawan di buat gemas sendiri ,tapi mereka tidak berani untuk mendekat ke arah mereka , apalagi Nova bersama mereka .
" Sapa Aunty sama Uncle nya sayang " Tegur Nova lembut .
" Selamat sore Aunty ,Uncle " Ujar Elea dan Nora bersamaan sedangkan Enzi dan Ethan hanya diam saja .
" Selamat sore Nona muda ,tuan kecil muda " Jawab mereka hampir bersamaan.
" Selamat sore Nyonya ' Nova mengaguk tersenyum dengan lembut " Sore Mba " Jawab Nova .
Ceklek
Penghuni ruangan itu langsung menatap ke arah pintu , seketika mata mereka membola saat melihat siapa yang membuka pintu .
" Maaf ,kami mengganggu kerjaan kalian " Ujar Nova tidak enak .
" Tidak papa Nyonya " Jawab mereka terbata .
" Sapa Uncle sama Aunty nya sayang "
" Sore Aunty Uncle " Sapa Elea dan Nora menunduk kepalanya sedikit di ikuti Enzi dan Ethan .
" Sore Nona muda ,tuan muda kecil " Balas mereka ikut menunduk kepalanya.
" Hai " Sapa Arya tersenyum lebar , Elea dan Nora langsung berlari ke arah Arya dan Laras yang sejak tadi menatap mereka .
" Mari " Pamit Nova membawa kedua putra nya ke meja kedua sahabatnya .
" Kalian sibuk " Kedua manusia itu menggeleng "sedikit lagi besok saja " Jawab Laras cepat .
" Hai Ganteng " Enzi dan Ethan hanya menatap Laras sekilas lalu duduk di samping meja wanita itu .
" Kau harus banyak stok kesabaran " Ujar Nova tertawa kecil .
" Kenapa mereka tidak seperti Elea dan Nora sih , membosankan " Jawab Laras sedikit berbisik .
" Koh baru sekarang ke sini nya " Tanya Arya .
" Habis makan siang kami tidur siang Uncle ,kalau tidak nanti Daddy marah " Aduh Nora pada Arya .
" Anak pintar " Jawab Arya lembut.
" Itu apa Uncle " Tanya Elea sambil menunjuk benda yang ada di atas meja di mana ujungnya di tempelkan boneka kecil .
" Itu pena sayang " Jawab Laras .
" Punya Aunty " Laras mengagguk " Bunda " Rengek Elea manja .
" Nanti kita beli " Ujar Nova yang paham dari rengekan Anak nya .
" Nora juga mau Bunda " Nova mengaguk tersenyum .
" Elea suka " Elea mengaguk kecil " Ambil saja , Aunty banyak koh " Elea langsung menatap Nova ,karena dia harus menerima izin dulu dari Bundanya .
" Ini untuk Nora" Ujar Laras tapi kedua gadis kecil itu belum bereaksi bahkan mereka masih menatap Nova dengan mata berkedip² .
Dan itu membuat para penghuni ruangan itu merasa gemas sendiri .
" Satu saja Ya " Keduanya mengaguk cepat lalu Menengadah kan tangan nya .
" Makasih Aunty " Jawab mereka bersamaan lalu menatap pena kecil itu membuat mereka tertawa kecil .
" Abang sama kakak mau " Tanya Nova menatap ke dua putranya ,tapi keduanya hanya menggeleng sehingga Nova tidak bertanya kembali .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟