One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
pelampung dan layar



" Mommy kenapa " Tanya Elvi lembut menatap mommy Ellena.


" Tidak papa ,hanya kelelahan saja " Jawabnya Tersenyum.


" Mommy sakit " Tanya Elsa yang ikut menatap mommy Ellena.


" Mommy sehat nak, hanya kelelahan saja " Jawabnya Tersenyum.


" Kalau mommy lelah Istirahat saja " Timpal Henry lembut .


" Mau istirahat gimana lagi ,kerjaan mommy hanya duduk,tiduran, makanan " Jawab Mommy Ellena.


" Nova sudah baikan " Nova mengaguk Tersenyum " Sudah Oma " Jawab Nova lalu menatap Edward yang hanya terdiam .


Manusia kutub Ucap Nova dalam hati .


Apa kegiatan tadi Tidak berarti papa untuknya kenapa dia begitu tenang seolah tidak terjadi papa. Lanjutnya sambil menatap Edward.


" Kenapa " Tanya Edward datar saat sadar Nova terus menatap nya .


" Tidak " Jawab Nova cepat sambil menggeleng .


" Jaga kesehatan mu, dua bulan lagi kamu akan lahiran " Ucap Mommy Ellena .


" Mommy yakin baik² saja " Tanya Alan serius .


" Iya Nak " Jawab Mommy Ellena .


" Daddy " Daddy Radit menatap Jeje " Kenapa " Tanya Daddy Radit .


" Mommy sehatkan " Lidah Daddy Radit berdecak " apa kalian ingin mommy kalian sakit sejak tadi itu terus yang kalian tanyakan , jikapun sakit tempat nya di rumah sakit bukan di sini " Jawabnya ketus membuat mereka terdiam .


" Kan hanya bertanya Opa " Timpal Reza .


" Sudah jangan membahas hal bodoh " Ucap Daddy Radit , Mommy Ellena Tersenyum menatap sang suami .


" Abang " Edward menatap Nova " Kayanya makan pempek enak deh " Edward menaikan alisnya sebelah mengabaikan ucapan Nova .


" Abang " Panggil Nova lagi .


" Kenapa Nova Denisha apa kau ingin aku ke Palembang membeli pempek atau apa " Nova menggeleng " jika kamu ingin suruh pelayan bukan meminta padaku " Lanjutnya.


" Ehz kan minta izin " Jawab Nova kesal .


" kalau aku bilang jangan, apa kamu mau " Dengan polos Nova menggeleng " Maka katakan itu pada pelayan " Nova mendengus saja .


" Abang " Tegur Raymond menatap Edward lalu menggeleng .


"Bibi Carikan pempek sekalian dengan pelampung nya atau layarnya terserah " Ucap Edward pada pelayan .


" Baik tuan " Jawab Pelayan .


" Tidak sekalian sama nahkoda nya bang " Ucap Rangga .


" Kalau dia ingin tinggal minta pada uncle " Jawab Edward membuat mereka tertawa .


" Apa cairan yang aku ke luarkan selama ini sudah jadi kecebong ,kenapa seperti orang hamil muda minta ini itu terus " Ujar Edward .


" Abang ehz " Nova memukul pelan lengan Edward .


" Apa, kenapa memukul ku " Ucap Edward menatap Nova datar .


" Abang ada Della " Tegur Henry .


" Sudah hamil tua saja masih saja olahraga " Ucap Rif'at.


" Kalau tidak olahraga mana mau Nova tidur " Jawab Edward membuat Nova melototkan matanya .


" Aku bicara jujur ,apa perlu aku ingatkan kejadian siang tadi saat kamu merengek tanpa memikirkan keadaan anak² " Nova langsung menunduk menyembunyikan wajahnya di belakang Edward .


" Abang ada Rangga sama El " Tegur Elvi .


" CK, Oma terlalu percaya pada manusia seperti mereka itu , apa lagi wanita itu " El menelan ludah nya kasar memaksa kan senyuman nya .


" CK, jika sampai Abang tahu kamu sering ke kantornya akan Abang ratakan dengan tanah " El hanya bisa tersenyum paksa sekalipun dia gugup dan takut .


" Jangan ganggu El " Tegur Nova .


" Aku tidak menggangu nya " Jawab Edward " Tapi Abang mengancamnya ,El bisa jaga diri bang " Jawab Nova .


" Tahu dari mana , kerjaan mu hanya di rumah bangun makan tidur " Jawab Edward ketus .


" Kami kan wanita,jadi tahu " Bela Nova .


" Aku tidak yakin kamu wanita " Nova memilih diam ,berdebat dengan suaminya akan membuat nya lahiran sebelum waktunya .


" Dia persis seperti Daddy " Ucap Alan tertawa .


" Syukur mommy Beta kalau tidak mungkin sudah lama dia jadi Duda " Daddy Radit langsung menatap Jeje dengan tajam.


" Maaf tuan ,makan malamnya sudah siap " Ucap pelayan .


" Iya Bi " Jawab Mommy Ellena .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ambilkan Za " Reza langsung meninggalkan mereka menuju ruangan kerja .


Tidak berselang lama dia kembali memberikan iPad pada Raymond .


" Orang yang berkerja pada keluarga ku setidaknya setahun 2x memeriksa kan kesehatan nya Bukan " Tanya Raymond menatap pak Dwi .


" Maaf tuan Raymond saya ...."


" Ada yang di sembunyikan atau pak Dwi punya dokter lain " Tanya Raymond lagi .


" Tidak ada tuan ,hanya beberapa terkahir ini saya sering mimisan tapi sebelum itu Iqbal mendapati saya muntah darah dari situ saya takut untuk memeriksakan diri " Jawab Pak Dwi jujur .


"Pergilah periksa Davin akan menunggumu di rumah sakit " Ucap Henry .


" Jika memang kamu tidak sehat ,biarkan Iqbal yang menggantikan mu dia sudah cukup umur dia juga bertanggung jawab " Timpal Daddy Radit.


" Maaf tuan, bukan maksudnya saya menolak saya hanya takut dia belum bisa dan menyalagunakan tanggung jawab nya " Ucap pak Dwi .


" Jika kamu bersikap sepeti itu ,sampai kapan Iqbal akan maju berikan kepercayaan padanya dan dia akan membuktikan nya semua orang perna gagal begitu juga kamu dulu dan itu hal yang wajar " Ucap Daddy Radit .


Pak Dwi menatap Iqbal yang hanya memasang senyuman mya menatap sang ayah .


"Jika takut meninggalkan sendirian maka berobatlah dengan baik dan kembali menemaninya " Ucap Jeje .


" Lagian ada asisten mu ,aku yakin dia mampu dia pun sudah lama berkeja dan mengikuti anda " Ucap Alan .


" jika kamu tidak percaya padanya bagaimana bisa orang akan percyaa dengan kemampuan Iqbal ,semua itu berawal dari kita orang tuanya beri dia keyakinan agar dia bisa melakukan semuanya " Ucap Mommy Ellena lembut .


" Dia dua tahun lebih dengan Rangga dan anda bisa melihat nya sekarang Rangga bisa duduk di perusahaan begitu juga Iqbal sudah saat nya di menggantikan anda sekalipun tidak sepenuhnya " Ucap Reza .


" Jangan terlalu memikirkan yang belum tentu terjadi " Ucap Alan .


" Maafkan saya Tuan " Ucap Pak Dwi menunduk kepalanya .


" Mulailah pengobatan mu besok ,biarkan Iqbal bekerja dengan tenang " Ucap Henry .


" Maaf, apa El bisa bicara dengan kakak Iqbal " Semua orang menatap ke arah El .


" Pergi lah " Ucap Raymond .


" Terimakasih Daddy " Raymond hanya mengaguk saja " Kaka ayo " Iqbal berdiri menunduk kepalanya lalu mengikuti langkah El .


" Maaf kalau saya tidak ...."


" Itu urusan anak²,jangan perna ikut campur !! Kita tidak pernah tahu kedepannya seperti apa selama mereka nyaman dan dalam lingkaran yang aman jangan membuat mereka tertekan " Potong Daddy Radit, Adara langsung menunduk merasakan jika ucapan Daddy Radit itu tertuju padanya tapi nyata nya tidak .


" I love you " Bisik Raymond membuat Adara mengaguk Tersenyum .


" Kakak yakin " Tanya El kini keduanya sudah berada di taman yang dekat kolam .


" Maaf, kalau kakak tidak bilang lebih dulu denganmu " El menggeleng cepat " El tidak papa ,hanya apa kakak siap " Tanya El menatap Iqbal .


" Kakak hanya butuh support " El Mengaguk Tersenyum " tapi janji jangan paksakan dirinya ,aku tidak mau kakak sakit " Iqbal mengacak rambut El " Pasti sayang " Jawabnya lembut .


"Berarti nanti Kaka akan tambah sibuk " Iqbal hanya memberikan senyuman manisnya .


" Kan buat keluarga Ade juga " Jawab Iqbal .


" iya sih, kakak " Iqbal menatap El dengan lembut " El mau bicara tapi jangan kaget iya " Iqbal mengagukan kepalanya .


" Bisa tidak kita bertunangan " Iqbal langsung melotot kan matanya " Kakak akan sibuk nantinya ,dan pastinya kakak akan bertemu wanita² cantik dan seksi karena kakak akan seperti Om yang ikut kemana saja Daddy pergi jika itu urusan pekerjaan dan kerja sama ,El tidak mau kalau kakak tergoda karena melihat ...."


CUP


" Kamu jauh di atas mereka sayang, dan aku mencintaimu mu itu yang harus kamu ingat " El mengerjapkan matanya berkali-kali karena syok .


CUP


Iqbal kembali mencium bibir El membuat wanita tersadar .


" Kakak " Rengek El lalu menatap ke arah samping di mana penjaga sudah menatap ke arah lain .


" I love you more Ella Dara Alexander Mateo ,berdiri lah di samping ku hingga aku pantas meminta mu pada keluarga mu dan saat itu tiba aku akan langsung menikahimu " Ucap Iqbal serius .


" Kakak " El langsung memeluk tubuh tinggi itu dengan erat " I love you too Iqbal Ardiansyah Siregar " Iqbal mencium kening El lalu mengelus punggung sang kekasih dengan lembut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟