
Hari yang di tunggu-tunggu oleh ketiga manusia remaja itu sudah di depan mata ,Edward ,Rangga dan El sudah menyiapkan diri untuk ujian esok harinya .
Dan Edward sudah final dengan keputusan nya yang akan melanjutkan pendidikan nya di new York .
Nova !! Bohong jika dia tidak memikirkan wanita itu, tapi rasa sakit dan kecewanya lebih dominan sehingga membuat nya semakin kesal dan membencinya .
Satu hal yang di pikiran Edward ,kenapa dia tidak meminta izin ,bukan kah itu hal yang harus di jaga ,kenapa dia tidak meminta pendapat nya ,apa dia takut Edward tidak mengizinkan nya sekalipun itu sudah jelas ,tapi dasar nya memang Edward benci penghianat apa pun bentuknya .
Karena sejak awal Edward sudah memberi tahu nya dan Nova paham akan itu ,jadi harusnya dia memikirkan kembali tentang hal yang dia lakukan .
" Kenapa , merindukan nya " Edward menatap Raymond lalu duduk di samping nya " Tidak " Jawabnya tegas , Raymond hanya tersenyum.
" Baiklah, Gimana sudah siap besok " Edward mengaguk " Abang akan langsung ke sana Dad " Ucap Edward .
" Apa tidak bisa menunggu dulu sampai pengumuman kelulusan " Edward menggeleng " Abang akan langsung ke sana " Jawabnya tegas .
" Nikmati waktumu di sana, tidak usah memikirkan apa pun " Ucap Raymond .
" Iya Dad, tolong jaga mommy !! Abang tahu ini berat untuknya tapi Abang harus lakukan untuk mimpi mommy yang ingin liburan bersama Daddy tanpa harus terganggu " Raymond menepuk pundak sang anak dengan lembut " Maaf kamu harus menanggung semuanya " Edward hanya tersenyum " Itu sudah kewajiban Abang Dad " Lalu ke duanya tertawa kecil hingga seseorang mengentikan tawa mereka dan pelaku nya putri kesayangan Raymond siapa lagi kalau bukan El.
" Daddy ' Raymond menepuk sebelah tempat duduknya " kenapa ? " Tanya Raymond .
" Jengkel,apa Kaka Iqbal lupa besok El ujian bahkan dia tidak mengirim kan pesan semangat untuk El " Ucapnya kesal .
" Jangan kaya anak kecil " Cibir Edward .
" Terserah,makanya pacaran " Cibir El .
" Memang ada untungnya ,yang ada seperti orang gila contoh nya kamu " Balasnya ketus .
" Sudah ,jangan berdebat ,kakak sudah yakin tetap di sini " El mengagguk cepat " Mana bisa dia pisah sama pelayan Dad "Sindir Edward pada adiknya yang kelewat manja .
" Abang ...."
" Sudah, kepala Daddy mau pecah " El menghentikan ucapannya .
" Mungkin Iqbal lagi sibuk kamu harus mengerti sayang, perbedaan waktu kamu harus paham itu " Raymond menasehati anaknya dengan lembut .
" Sekalipun garusnya ...."
" Dengar Daddy ,selain rasa saling percaya ,saling memahami juga itu penting jangan berpikiran hal negatif sekalipun itu sering melintas di pikirkan kakak "
" Putusnya hubungan karena sifat yang kita miliki " Secara tidak langsung Raymond menyindir anaknya tapi sebisa mungkin dia mengungkapkan dengan halus .
" Iqbal sudah paham dengan keluarga kita,dan pasti dia akan berpikir puluhan kali jika ingin melakukan hal aneh, dia juga tahu Bahwa semua yang berkaitan dengan keluarga kita di pantau jadi sampai di sini paham " El mengaguk cepat .
" Makanya kalau takut sakit hati ,jangan pacaran gaya mau pacaran ,tidak di kabari nangis " El menatap tajam sang kakak yang terlihat biasa saja .
" Dasar manusia kutub " Raymond hanya tersenyum saja .
Sedang kan di kamar Reza dan Raine sedang berdebat Antara Rangga dan sang ibu .
" Kamu sudah tahu aturannya jangan kaya anak kecil ,besok kakak ujian jangan membuatnya pikiran " Raine menatap kesal pada sang suami " Kenapa tidak membujuk ku sih ' Gerutunya kesal .
" Jangan jadikan kehamilan mu jadi keras kepala " Raine semakin kesal bahkan dia sampai mengepalkan tangannya tepat di depan wajah sang suami .
" Mama tidak berani iya " Tanya Randy sambil tertawa kecil " Diam ,atau mau Mama beri tahu aunty Endang " Randy menggeleng cepat .
" Apa tidak bisa di sini saja kak " Rangga menggeleng Tersenyum " Nanti kakak sering hubungi Mama sama Papa ,kakak janji " Ucpa Rangga .
" Mama bukan nya tidak percaya tapi Mama tahu sifat mu yang tidak jauh " Raine menatap sang suami yang hanya diam saja " Cih memikirkan saja bikin Mama semakin emosi "
Tak .
" Aawww Papa " Pekik Riane emosi " Apa ?? Mau marah ,kamu sedang hamil jangan mengumpat depan anak²ku " Ujar Reza menatap tajam Raine .
" Ya Tuhan, tolong Raine " Ucapnya sambil menatap ke dua anaknya yang sedang menahan tawanya " Awas kalau lepas Mama akan potong uang jajan kalian " keduanya langsung menutup mulut dengan rapat .
" Galaknya ke luar " Ucap Randy .
" Kenapa tidak di Landon saja di sana ada Oma opa ,ayah ,papi " Ternyata ada juga teman Adara ,dan dia harus bangga akan itu .
" Biarkan kami mandiri Ma ,kalau di sana sama saja kaya di sini " Ucap Rangga .
" Tapi ....
" Raine "
" Tapi .....Ehs iya² terserah " Jawabnya kesal saat melihat tatapan membunuh suaminya .
" Mau beli Tas " Raine langsung menatap sang suami lalu mengaguk cepat " senyum " Raine langsung memberikan senyum termanis nya .
" Gampang sekali di sogok " Cibir Randy ' Diam ' Ucap Raine Menatap sang anak .
" Pergilah belanja besok ' Raine langsung memeluk sang suami lalu memberikan ciuman, Semenjak kehamilan nya Riane suka sekali belanja sekalipun itu tidak dia butuhkan .
Dan banyak di antara mereka mengatakan jika anaknya nanti perempuan karena suka belanja ,dan Raine berharap begitu biar ada yang dia jadikan model percobaan .
Rangga dan Randy hanya menggeleng melihat Raine yang langsung luluh jika sudah di izinkan belanja oleh Reza .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😘
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟