One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Pindah



Jam makan siang telah tiba Edward dan adiknya² berkumpul di kantin untuk mengisi tenaga sebelum nanti mereka kembali menguras otak .


Tapi lagi² mereka harus terganggu kehadiran gang Bianca yang selalu menempel pada Edward .


" Hai sayang " Bara menatap Bianca lalu kembali memakan makanan siang nya .


" Perempuan gila " Bianca mengepalkan tangannya tanpa rasa takut dia duduk di sebelah kiri Edward .


begitu juga dua temannya yang duduk di samping Rangga dan Daffi m


" Sayang " Edward mendorong kan makanannya membuat Bianca senang bukan main begitu juga yang lainnya .


" Untukku yank " Edward mengagguk " Makanlah atau kamu merasa jijik " Bianca menggeleng cepat .


" Aku suka apa pun yang ada di dirimu sayang " Edward menarik sedikit bibirnya " Makan lah aku sudah kenyang " Ucap Edward .


Bukan aku sudah bilang kamu akan berlutut pada ku dan memohon cintaku Batin Bianca lalu memasukan sesendok makan dalam mulutnya .


Uhuk .....uhuk ....


Bianca langsung mengeluarkan makanan yang dari mulutnya lalu menarik segelas minuman dingin yang dekat dengannya .


" Hei itu minumanku " Bentak Ghozi kesal .


" Nanti pesan ulang " Ucap Bianca cepat .


" Kenapa ?? Kamu tidak suka iya " Tanya Edward .


" Su-ka yank " Jawab Bianca gugup .


" Kalau begitu habiskan ,karena aku sudah kenyang " Bianca langsung melotot kan matanya .


" Bukannya kamu mencintai ku " Tanya Edward sinis .


" Ta-pi ini pedas yank " Jawab Bianca gugup sedangkan yang lainnya fokus pada makanan nya tapi tidak dengan dua teman Bianca yang masih menatap nya .


" Berarti kamu bohong tentang perasaan mu, kamu hanya ingin harta keluarga ku bukan " Bianca menggeleng cepat " A-ku mencintai mu tapi ...."


" Maka buktikan lah " Potong Edward cepat , Bianca menggeleng pelan .


" Baiklah " Edward mengeluarkan hp nya lalu menelpon Raymond .


Tidak berselang lama panggilan nya terhubung .


" Daddy batalkan makan malam nya " Ucap Raymond langsung mematikan sambungan telepon itu tanpa mendengar jawaban di seberang sana .


Yang pasti nya sangat kebingungan dengan ucapan yang tiba² itu .


" Jangan, baik aku akan makan " Bianca pun langsung memakan soto sisa Edward dengan gugup .


Baru 3 sendok dia sudah berlari meninggalkan kantin dan langsung di ikuti temannya .


membuat mereka tertawa senang begitu juga Edward yang hanya tersenyum .


" Mampus mencret itu anak orang " Ucap Salwa .


" Pengap nanti yang masuk ke toilet " Ucap Syafa


Sedangkan di perusahaan Raymond langsung menatap Reza bingung saat menatap HP nya mati secara tiba².


" Za " Panggil Raymond yang masih fokus pada HPnya .


" Apa ada jadwal makan malam ku hari ini " Reza menaikan alisnya lalu menggeleng .


" Seperti nya tidak ada tuan, apa ada masalah " Tanya balik Reza .


" Abang menelpon ku katanya batalkan makan malam , maksud nya makan malam apa ,apa aku menjanjikan sesuatu pada anak² tapi aku lupa?? " Reza kembali mengingat sambil membuka iPad nya karena memang semua tentang Raymond dia akan menulisnya .


" Tidak ada tuan ,semuanya tetap makan malam seperti biasa di rumah " Raymond semakin bingung .


" Apa ada sesuatu yang terjadi ??" Tanya Raymond .


" Saya akan hubungi pengawal tuan " Raymond langsung mengaguk hubungi Rifat ke sini sekarang jangan lupa panggil Radhi " Ucap Raymond .


" Baik tuan " Jawab Reza.


setelah itu dia mengirimkan pesan pada Rifat, sedangkan Radhi dia akan memanggil nya sendiri karena ruangannya ada di sebelah ruangan mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rifat dan Radhi menatap kesal kearah Reza yang memanggil mereka tanpa tahu waktu .


Apa menurutnya Mereka tidak punya ke sibukkan tapi apa daya tidak mungkin dia hanya memanggil jika tanpa di suruh bukan.


Ingin marah tapi mana bisa mereka marah pada sang kakak jadi lebih baik di lampiaskan pada Reza tapi itu pun hanya bisa dalam hati dan tatapan mata .


" Apa mata mu tidak sakit " Ucap Raymond bergabung duduk di sofa .


" Ada yang anda butuhkan tuan " Ucap Radhi formal .


" Luar urusan kantor " Jawab Raymond .


" Lalu untuk apa memanggil kami ke sini, kakak tahu kerjaan ku banyak ?? " Radhi menggebu-gebu mengeluarkan kekesalan nya tok katanya bukan urusan kantor kan .


Jadi dia tidak takut pada Raymond apa lagi asisten gila itu !! mengingat itu Radhi ingin mengupat nya tapi dia masih waras.


Jika tidak pasti ujung² nya kerjaan yang menumbuk dan membuatnya lembur di perusahaan .


" Kaka tahu aku masih makan tadi, Apa Kakak tidak makan " Tahta Rifat .


" Sudah " jawab Raymond seadanya .


" Kembali ke rumah utama " Radhi dan Rifat saling melirik lalu menggeleng pelan .


" Daddy yang minta "Lanjut Raymond .


"Apa tidak bisa kami hidup Mandiri ,kan di rumah utama juga sudah ada kakak sama Riane ,Queen saja bisa ikut suaminya " Ucap Rifat .


" Queen sama kalian beda , dia mau tidak mau harus mau ikut suaminya tapi kalian laki² " Ucap Raymond .


" Tapi kami sudah betah tinggal di paviliun kak " Bela Radhi .


" Silahkan bicara sendiri pada Daddy karena itu Daddy yang minta ,lagian di paviliun sudah tidak ada papi sama ayah dan Daddy hanya ingin berkumpul apa salahnya " Jawab Raymond .


" Apa kakak tidak bisa bicara sama Daddy ,bukannya kami tidak mau tapi di antara kita hanya kakak yang berani berdebat sama Daddy " Ucap Radhi serius .


" Berikan alasan kenapa kalian lebih memilih tinggal di paviliun " Raymond mengangkat tangannya di dada lalu menatap kedua adiknya .


" Kami ingin menghabiskan waktu bersama anak² kak ,tidak lebih dan di sana kami bisa bertukar pikiran satu sama lain karena hanya malam kami berkumpul " Ucap Rifat .


" Apa karena itu Kalian jarang ke rumah utama kecuali di minta " Rifat menunduk takut .


" Aku sama Reza tinggal di sana dan kami tidak pernah kehilangan waktu dengan anak² atau Istri kami , Daddy hanya ingin anak dan cucunya berkumpul satu rumah Rif ,Daddy tidak pernah melarang ku atau Reza menghabiskan waktu bersama anak² atau istri kami ,bahkan kami sering memakai lantai 3 hanya untuk berkumpul bercerita mengeluarkan semua beban di hati layaknya teman antara Edward,El , Eric dan Erland begitu juga Adara " Jawab Raymond.


" Bukan begitu kak ....."


" Apa kalian menunggu Daddy dan mommy pergi seperti Opa sama Oma , suatu saat mereka akan memiliki waktu hanya ingin berdua Fat karena tidak selamanya mereka bersama kita karena hanya dengan mommy dia akan menghabiskan waktu bukan dengan kita ,karena kita sendiri juga pasti akan menghabiskan waktu bersama istri kita begitu juga selanjutnya " Potong Raymond sebelum Rifat melanjutkan ucapannya.


" Rifat akan bicara dulu sama Amanda " Ucap Rifat mengalah .


" Jangan paksa kan dirimu ,nanti aku bicara sama Daddy kalian bisa tetap tinggal di paviliun dan kalian bisa ke luar " Ucap Raymond langsung berdiri menuju meja kerjanya .


" Kakak .... "


" Silahkan ,ini sudah waktu kerja " Radhi mendengus kesal .


" Awas iya syukur aku adik jika tidak aku akan membunuhmu " Reza hanya menampakan wajah datarnya .


" Kami balik kak " Ucap Rifat lalu berdiri keluar dari ruangan itu di ikuti Rifat .


" Apa sudah ada laporan " Reza menyerahkan iPad nya pada Raymond yang langsung di terima tanpa mengatakan apa pun .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like ..koment ...vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟