One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
jadi hantu



" Princess, mana yang sakit " Tanya Edward dengan lembut,Nora menunjuk bagian Dadanya yang terasa sesak .


"Mau minum " Tanya Raymond lembut menatap Nora .


Di ruangan itu hanya mereka berdua sedangkan yang lainnya sudah kembali ,sedangkan Reza dan Eric kembali ke perusahaan karena masih ada hal penting yang akan di selesaikan setelah makan siang .


Dan Raymond meminta mereka kembali begitu juga Nova karena di rumah masih ada ketiga anaknya yang pastinya khawatir dengan keadaan Nora .


" Mau gendong " Ujar Nora dengan pelan ,Edward segera naik ke atas tempat tidur menggendong sang anak dengan pelan agar tidak menggangu infus dan selang pernapasan Nora


" Minum dulu ya " Nora mengaguk dalam pelukan Edward .


" Jangan sakit lagi, melihat Nora begini Daddy Ray ikut sakit " Nora hanya terdiam karena saat ini sedang minum tapi matanya terus menatap Raymond .


" Bunda "


" Bunda lagi di rumah princess, Bunda harus melihat Abang sama kakak baru setelah itu ke sini melihat Nora " Ujar Raymond lembut .


" Bunda marah " Raymond dan Edward menggeleng .


" Bunda tidak marah sayang " Jawab Edward lembut sambil mengelus kepala Nora .


" Jangan hukum Paman,Abang sama kakak " Edward menatap sang Daddy lalu keduanya mengaguk .


" Daddy Ray tidak akan menghukum mereka tapi Nora harus berjanji sama Daddy Ray ,jika Nora sudah lelah istirahat jangan paksakan " Nora mengagguk pelan .


" Promise " Ujar Nora menaikan tangannya dengan jari kelingking nya di sambut dengan senyuman oleh Raymond dan edward sambil membelit jari kelingking yang kecil itu bergantian .


" Tadi Ade main apa " Tanya Edward lembut, sedangkan Raymond menarik kursi duduk berhadapan dengan mereka .


" Kejar²an, sembunyi² ,paman penjaga yang jadi hantu nya " Cerita Nora antusias , sekalipun wajahnya masih terlihat pucat tapi dia tetap tersenyum .


" Nanti Main sama Daddy boleh " Edward mengaguk " Pastinya sayang " Jawab Edward cepat .


"Daddy Ray tidak di ajak " Tanya Raymond dengan wajah murung .


" Daddy Ray jadi hantunya mau " Edward mengulum senyumnya melihat wajah Raymond yang seperti nya keberatan dengan usulan sang putri .


" Kenapa harus Daddy Ray sayang, kan di rumah banyak orang sayang " Protes Raymond.


" Nanti sama Opa Alan " Ujar Nora lagi, Raymond mengaguk dengan pelan .


Sedangkan di rumah utama ,Nova mencari keberadaan ketiga anaknya setelah membersihkan tubuhnya .


" Mommy anak² mana " Tanya Nova pada Adara dan di sana bukan hanya ibu mertua nya tapi ada Elsa ,ana ,Vania dan Riane sedangkan Henry masih berada di kamar .


" Kenapa " Tanya Jeje yang ikut bergabung di sana .


" Anak² di belakang nak, lagi menghadap didinding " Nova melototkan matanya .


" Kenapa mereka menghadap didinding " Tanya Nova kaget .


" Mereka menyalahkan diri mereka sendiri ,jadi mereka melakukan itu sebelum Daddy nya pulang " Jawab Adara , Nova menghela napas panjang .


" Biar Opa saja yang lihat mereka " Ujar Henry yang baru datang bersama Elvi.


" Duduk saja nak " Ucap Elvi ,Nova menurut dia menunggu ketiga anaknya di ruangan keluarga .


Henry berjalan ke arah belakang di mana Enzi dan kedua adiknya berada di sana.


" Abang ,kakak " Ketiga anak kecil itu menatap ke sumber suara .


" Ayo masuk, di cari Bunda " mereka menurut mengikuti langkah Henry dari belakang ketiganya saling berpegangan .


" Dari mana " Tanya Nova lembut saat ketiga anaknya sudah berada di dekatnya .


" Abang " Panggil Nova lembut .


" Bunda lagi bertanya " Lanjutnya lagi .


" Maaf Bunda, Abang tidak melarang Ade untuk ...."


" Itu bukan kesalahan Abang,kakak atau Ade, itu musibah Nak !! Jangan menyalahkan diri kalian dan jangan meminta maaf " Enzi dan kedua adiknya menatap Nova yang tersenyum lembut .


" Doakan Ade cepat sembuh ,biar bisa kembali main sama kalian Hm "Lanjutnya sambil mengusap kepala Elea dengan lembut .


" Maaf Bunda " Ujar mereka bersamaan ,Nova mengaguk sebagai jawabannya .


" Sudah makan " Tanya Nova lembut .


" Sudah Bunda " Jawab Mereka .


" Apa Ade baik² saja " Tanya Enzi ,Nova mengaguk sebagai jawabannya .


" Iya Bunda " Jawab Enzi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya Nova kembali ke rumah sakit sambil membawa pakaian ganti milik Edward dan Nora, dia juga membawa makanan ringan .


Ceklek


" Bunda "Nova menarik sudut bibirnya ke atas saat melihat Nora yang ada di gendongan ayah mertua nya .


CUP


Edward mencium bibir Nova sekilas saat wanita itu sudah sampai di depannya meletakan bawaannya di atas meja .


" Abang mandi dulu, aku bawakan baju ganti " Ujar Nova lembut .


" Kamu bawa apa lagi kenapa tanganmu penuh " Tanya Edward .


" Kue untuk Nora , kita juga " Edward mengagguk lalu menerima paper bag pakaian nya .


" jika terjadi papa atau butuhkan papa langsung telepon Daddy " Ujar Raymond .


" Iya Dad " Jawab Nova dan Edward .


" princess " Nora menatap Raymond " Daddy Ray harus kembali ,nanti besok pagi Daddy ke sini lagi melihat Nora " Ujar Raymond lembut .


"Iya " Jawab Nora .


" Harus minum obat, makan yang banyak " Nora kembali mengaguk " Iya sudah Daddy Ray kembali dulu nanti keburu malam " Lanjutnya lalu mendudukan Nora di atas tempat tidur pasien .


" Cium " Raymond tertawa kecil lalu mendekat kan pipinya ke arah Nora .


CUP


CUP


" Hati² Dad " Ujar Nova , Raymond mengaguk lalu mencium kepala Nova dengan lembut " Kalau butuh papa langsung hubungi Daddy " Nova mengaguk lalu mencium punggung tangan Raymond begitu juga Edward .


" Bunda " Nova menatap ke arah Nora " Gendong " Nova mengaguk lalu naik ke atas tempat tidur pasien .


" Daddy mandi dulu , ini sudah mau malam " Ujar Nova .


" Sebentar baby " Jawab Edward yang malah mendekati keduanya .


" Mandi dulu, nanti Daddy sakit kalau mandi malam terus " Omel Nova ,tapi Edward tetap mendekati mereka .


" Daddy ...."


CUP


" Jangan teriak² ,lihat Nora dia malah menertawakan mu " Nova yang ingin marah langsung menatap ke arah putrinya yang cengengesan .


" Nakal ya " Nova menarik pipi Nora dengan pelan lalu mencium pipi Nora .


" bagaimana anak-anak " tanya Edward duduk di depan keduanya sambil memeluk pinggang Nova .


" Mereka menghukum diri mereka sendiri di belakang rumah " Edward hanya tersenyum mendengar ucapan sang istri.


" Tadi Elea ingin ikut ,tapi Opa membawa nya pergi ke supermarket terdekat entahlah apa yang akan di beli anak Daddy itu " Ujar Nova lembut.


" Tidak papa ,yang penting dia tidak menangis " Ujar Edward .


" Sudah sana mandi ,nanti makan malam nya di antar sama pelayan " kali ini edward menurut dia berdiri meninggalkan kedua wanita yang beda usia itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...