
Nova lebih dulu sampai di perusahaan dia begitu bersemangat karena siang nanti dia akan makan siang bersama sahabatnya dan yang lebih penting dia ingin mendengar cerita Eliza yang membuatnya penasaran sejak semalam .
" Aku akan memukul bokong nya saat ketemu nanti " Gumam Nova Tersenyum lalu membuka laptop kerjanya .
Tapi saat mendengar suara pantofel mahal mengisi lantai itu dia langsung berdiri menyambut kedua bosnya.
" Selamat pa .....gi tuan " Ucap Nova terbata .
Begitu juga pria yang ada di belakang Raymond langsung mengakat kepala nya menatap sumber suara yang begitu dia hafal .
" Pagi " Jawab Raymond datar lalu masuk di ikuti Reza dan Edward.
Nova langsung terduduk di kursinya saat dia kembali melihat Edward apa pria itu kembali bersama Eliza .
Tapi kenapa dia tidak bilang kalau kembali dengan pria itu ,Nova memegang dadanya bahagia tentu tapi rasa sakit lebih banyak dari rasa bahagianya di mana mereka kembali bertemu seperti orang asing .
" Why " Tanya Raymond saat Edward menatap nya tajam .
" What is dad planning ?? " Tanya Edward to the poin.
" Giving work !! Jangan mencampur kan urusan pekerjaan dan pribadi kalian ,dan sejauh ini Daddy lihat kerjaannya bagus ,lalu apa masalah nya " Ucap Raymond tenang menatap anaknya yang duduk di sofa .
" up to you " Ucap Edward pasrah .
" Masuk " Titah Raymond lalu membuka jasnya yang belum sempat dia buka karena meladeni Edward .
ceklek .
" Bacakan jadwalku " Nova langsung membacakan jadwal Raymond tanpa memperdulikan sekitarnya .
Setelah selesai dia kembali menunduk menunggu perintah selanjutnya .
" Siapkan berkasnya kamu ikut " Titah Raymond .
' Baik tuan " Jawab Nova lalu ke luar dari ruangannya menyiapkan berkas yang akan di bawah .
Sesampainya di kuris dia langsung menunduk menahan dadanya.
" Nova "
' Ah iya, kenapa " Tanya Nova .
" Kamu baik-baik saja " Nova mengaguk lalu menyiapkan berkas yang akan dia bawah .
Ceklek .
" Kamu serius " Nova mengaguk " Nanti lanjut iya aku harus pergi ' Ucap Nova saat melihat ke tiga orang sudah berada di depan pintu.
"berkasnya simpan saja " Lanjutnya .
" Ah baik, semangat ' Nova mengagguk Tersenyum .
Nova langsung meninggal meja kerjanya mengikuti pria yang sudah berjalan di depannya dengan langkah besar nya .
Saat dalam lift Nova hanya diam berdiri di samping Edward ,sesekali dia mencuri pandang ke arah pria dingin itu .
Tapi sepertinya tidak dengan Edward yang hanya menampakan wajah datar dan dinginnya .
Bahkan Nova tidak mengenali pria itu lagi, kini Nova sadar memang dia tidak akan bisa berada di samping pria itu .
Nova menarik napas pelan lalu di hembuskan dengan pelan !!!
Cukup sampai di sini dan namamu akan aku simpan tersendiri di hatiku nantinya , terimakasih untuk kenangannya Ucap Nova dalam hati .
Lalu mereka ke luar dari lift menuju ruangan meeting, Nova sudah menepat kan hati nya ,entah nanti dia bisa atau tidak tapi dia akan berusaha .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang harinya seperti janji Eliza dia akan keperusahan dan mengajak Nova makan siang bersama sekalipun hanya di kantin perusahaan.
Ceklek .
" Uncle " Raymond dan Reza menatap ke arah pintu .
" Why ". Eliza hanya tersenyum lalu berjalan memeluk kedua pria itu yang sedang duduk di sofa .
Sedangkan Edward sudah pulang lebih dulu setelah meeting selesai .
" Maaf belum ke rumah ,nanti malam kata bunda akan ke snaa menginap " Ucap Eliza .
" Apa bundamu sudah tahu kalau anak gadisnya memiliki kekasih " Eliza melotot " Uncle please " Ucap nya memohon .
" Uncle didn't promise that, so tell him to meet Uncle " Ucap Raymond tanpa menatap Eliza .
" Seperti nya aku salah ke sini deh, jika tahu mendingan aku tidur saja tadi " Gumam Eliza tapi masih bisa di dengar ke dua pria yang dia dekatnya .
"dia sedang kuliah Uncle !! " Ucap Eliza .
" Dia bukan pria miskin Zaza ,dan kamu tahu itu " Eliza berdecak kesal , seperti nya memang dia salah sudah ke sini .
" Zaza harus pergi makan dengan Nova, cup " Eliza mencium pipi kedua pria itu lalu ke luar dengan buru² .
Dia tidak ingin di interogasi oleh dua malaikat pencabut nyawa itu menurut Eliza iya .
Raymond dan Reza hanya menggeleng saja lalu melanjutkan kerjaannya sambil menunggu makan siang mereka .
" Ayo " Nova langsung berdiri jalan bersisian .
" Hai Laras , Arya" Nova melambaikan tangannya saat melihat kedua temannya seperti nya mereka akan memanggilnya makan .
" Temanmu " Nova hanya mengaguk kalau merangkul lengan Arya tanpa Canggung tapi tidak dengan pria itu dia sekuat tenaga menahan jantung nya agar tidak berdetak lebih cepat .
" Woii tangan tangan ' Laras langsung menarik Arya membuat Nova tertawa " Cemburu iya " Laras hanya menunduk malu " Siapa bilang ,ngarang " Jawabnya lalu merangkul lengan Nova .
" Hai aku Eliza sahabatnya Nova " Kedua manusia itu melotot lalu menatap Nova yang hanya tersenyum .
Laras pun langsung membersihkan tangan nya dengan tisu basa yang selalu dia bawah .
" Hai aku Laras Non " Jawab Laras gugup, siapa yang tidak kenal Eliza semua dunia tahu siapa wanita yang bersama mereka dalam lift .
" Panggil Eliza saja ,aku bukan majikan kalian ,kamu siapa " Tanya Eliza menatap Arya .
" Arya " Jawbanya menunduk kepalanya.
" Salam kenal ,semoga kita bisa berteman " Laras mengaguk cepat sambil tersenyum .
" Nomor telepon ku ada di Nova ,saya siap kapan pun ' Ucapnya antusias membuat Eliza tertawa .
" Seperti nya aku akan cocok dengan mu, jadi jangan formal.ok " Lagi² Laras hanya mengaguk .
" Seperti nya tidak jadi " Ucap Nova cemberut " Ot's ok . I'm still here for a long time " Ucap Eliza .
" baiklah " Jawab Nova , bertepatan pintu lift terbuka mereka pun langsung berjalan ke arah kantin .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟