One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Apa maksudnya



" Maaf tuan " Nova memberikan berkas pada Edward " kau sudah memeriksa nya " Tanya Edward sambil menatap berkas yang ada di depannya .


" Sudah tuan ,jam 9 ada pertemuan dengan perusahaan Xx " Ucap Nova Kembali mengingat kan, Edward hanya mengaguk saja,lalu memberikan tanda tangan di berkas itu .


Nova mengambil berkasnya dan ke luar dari ruangan menuju ruangan Raymond karena dia juga membutuhkan tanda tangan Raymond .


Setelah selesai dia langsung menuju ruangan devinisi pemasaran.


" Kedudukan mu lebih tinggi di banding mereka ,kenapa harus kamu yang mengantar nya ? Apa segitu merindukan nya " Nova yang baru masuk langsung menghentikan langkahnya mendengar suara berat Edward " Jika ingin melakukan nya tunggu pulang kerja ,jika sudah tidak tahan Cek in hotel " Lanjutnya dengan kasar .


Nova menarik napas panjang lalu melanjutkan langkahnya menuju meja .


Kecewa, Sudah pasti apa lagi yang mengatakannya orang begitu dia cintai di mana dia selalu di katakan murahan hanya karena hal yang belum jelas .


Dia memilih kembali berkerja melihat kembali apa yang nanti mereka akan bawah,sebelum nantinya akan kembali di amuk oleh bosnya .


Saat semuanya siap Nova berdiri sambil memegang berkas,iPad dan tasnya lalu berjalan ke arah meja Edward karena sudah waktunya mereka pergi


" Tuan " Edward langsung berdiri, lalu memberikan ponsel dan dompet nya pada Nova.


Tanpa bertanya dia langsung menerima nya dan memasukkan dalam tasnya dan itu sudah terjadi beberapa hari belakangan ini .


Ke duanya ke luar dari ruangan itu dan bertepatan dengan Raymond dan Reza yang baru saja selesai rapat .


Mereka hanya menundukkan kepalanya sedikit lalu berjalan menuju tujuan masing-masing .


di mana Edward dan Nova langsung memasuki lift,Edward bersandar di dinding lift memasukan tangan nya di saku celananya .


Sampai di lantai bawah Nova bertemu dengan kedua sahabatnya Arya dan Laras .


" Selamat pagi tuan " Sapa ke duanya ,Nova menjawab dengan senyuman sendang kan sang empedu hanya berjalan tanpa peduli dengan sapaan mereka .


" Syukur ganteng ,kaya kalau tidak " Laras menggantung kan ucapan nya sambil mengepalkan tangan nya di udara .


' Sudah ayo, biar dia begitu tapi kamu masih menyukai nya " Laras tersenyum kuda " Dia semakin tampan " Arya menggeleng melanjutkan langkahnya di ikuti Laras .


di dalam mobil Edward membawa sendiri mobilnya dan Nova duduk di sampingnya .


Tidak ada pembahasan apa pun hingga keduanya sampai di salah satu hotel milik keluarga nya .


" Mereka sudah sampai tuan ' Edward hanya mengaguk saja lalu masuk ke dalam hotel di mana semua orang menunduk hormat padanya .


Hingga berhenti di depan pintu yang begitu tinggi,pelayan membuka pintu dari luar .


Ceklek .


" Maaf menunggu lama " Ucap Edward lalu duduk setelah Nova menarik kursi untuknya .


" Tidak papa tuan ,kami baru tiba 5 menit yang lalu " Ucap sang asisten .


" Antarkan minuman " Ucap Nova pada pelayan .


" baik Non " Jawab pelayan


Edward menatap pria yang duduk di depannya datar sejak masuk tadi dia sudah memperhatikan Nova .


" Mulai " Ucap Edward, asisten dari kolega mereka mulai menjelaskan garis besar dari kerja sama mereka dan keuntungan untuk kedua perusahaan .


Sepanjang pembahasan tentang kontrak kerja sama pria yang di depan mereka selalu menatap ke arah Nova sambil tersenyum .


Cantik Ucapnya dalam hati ,apa lagi Nova begitu lancar saat bertanya .


" Selesaikan dengan cepat " Nova menatap Edward lalu mengaguk .


" Untuk kedepannya,kalian bisa menghubungi Tuan Radhi ,karena dia yang akan menangani ini ,jadi untuk kelanjutannya bisa hubungi sekertaris nya " Timpal Edward datar .


" Maksud tuan " Bukan hanya pria itu yang bertanya bahkan asisten dan Nova pun bertanya sekalipun itu hanya dari sorot mata .


" Sebuah kerja sama atau proyek jangan perna libatkan perasaan " Edward menatap lawannya " Dan saya yakin anda paham maksud saya " Ucapnya menekan .


" Saya hanya mengagumi sekertaris anda tuan, apa itu salah ?? " Jawabnya tenang,Nova langsung melotot kan matanya karena sejak tadi dia hanya fokus pada pembahasannya dengan asisten pria itu .


" Bukannya Anda akan menikah sebulan lagi tuan Anton jadi hormati wanita yang akan menjadi pendamping anda nanti " tanya Edward .


" Apa dia wanita anda tuan " Tanya nya tanpa takut .


" Apa perlu aku menjelaskan kehidupan pribadiku " Ucap Edward dingin


Edward langsung berdiri membuat Nova kalang kabut membereskan berkas nya .


" Jika nona kesepian ....."


' Maaf saya permisi " Ucap Nova lalu ke luar dari ruangan itu mengejar Edward .


"Cari tahu tentang nya " Ucap Anton Tersenyum licik .


" Baik tuan " Ucap sang asisten .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Berikan itu pada uncle " Ucap Edward saat keduanya sudah berada di mobil .


" Iya tuan " jawab Nova Gugup .


Dret.....Dret.......


Nova membuka Tasnya dan mengambil ponsel milik Edward .


" Angkat " Nova langsung mengakat panggilan yang dari ponsel Edward menekan tombol pengeras suara.


" Hebm "


" Abang di mana "


" jalan "


" Mommy mau ke perusahaan, Abang mau di bawakan makan juga "


" Hebm "


" Baiklah ,hati² sayang "


" ya " Nova kembali memasukan Hp Edward dalam tas setelah panggilan itu berakhir .


Bahkan dengan nyonya Adara saja begitu Ucap Nova dalam hati .


Dia tidak kaget lagi dengan keluarga Edward yang terkesan Dingin ,bar² dan jangan Lupa keras .


Setelah menempuh perjalan beberapa menit keduanya sudah sampai di perusahaan dan langsung masuk ke dalam karena sedikit lagi jam istirahat .


" Langsung berikan pada mereka " Nova mengaguk saat sudah berada di lantai teratas .


Sedangan Edward langsung masuk dalam ruangannya .


Ceklek


Nova masuk dalam ruangan setelah memberikan berkas dan sedikit menjelaskan pada Radhi dan Rangga .


Lalu dia membuka tasnya mengambil ponsel dan Dompet Edward .


" Pegang " Ucap Edward saat Nova sudah berada di dekat mejanya dan menyimpan miliknya pribadi nya .


" Tapi tuan ...."


" baik tuan " Nova mengambil kembali kedua barang itu saat melihat tatapan datar dan dingin milik Edward lalu kembali ke meja kerjanya .


Apa maksudnya coba Batin Nova kesal lalu menyimpan kembali dompet dan ponsel Edward .


Lalu menatap Edward yang kembali bekerja menatap layar di depannya dengan kedua tangannya di angkat di atas meja .


"Huh sadar Nova ,sampai kapan pun baginya kamu hanya wanita kotor " Gumamnya dengan sendu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟