
" Maaf tuan " Nova memberikan berkas pada Edward " kau sudah memeriksa nya " Tanya Edward sambil menatap berkas yang ada di depannya .
" Sudah tuan ,jam 9 ada pertemuan dengan perusahaan Xx " Ucap Nova Kembali mengingat kan, Edward hanya mengaguk saja,lalu memberikan tanda tangan di berkas itu .
Nova mengambil berkasnya dan ke luar dari ruangan menuju ruangan Raymond karena dia juga membutuhkan tanda tangan Raymond .
Setelah selesai dia langsung menuju ruangan devinisi pemasaran.
" Kedudukan mu lebih tinggi di banding mereka ,kenapa harus kamu yang mengantar nya ? Apa segitu merindukan nya " Nova yang baru masuk langsung menghentikan langkahnya mendengar suara berat Edward " Jika ingin melakukan nya tunggu pulang kerja ,jika sudah tidak tahan Cek in hotel " Lanjutnya dengan kasar .
Nova menarik napas panjang lalu melanjutkan langkahnya menuju meja .
Kecewa, Sudah pasti apa lagi yang mengatakannya orang begitu dia cintai di mana dia selalu di katakan murahan hanya karena hal yang belum jelas .
Dia memilih kembali berkerja melihat kembali apa yang nanti mereka akan bawah,sebelum nantinya akan kembali di amuk oleh bosnya .
Saat semuanya siap Nova berdiri sambil memegang berkas,iPad dan tasnya lalu berjalan ke arah meja Edward karena sudah waktunya mereka pergi
" Tuan " Edward langsung berdiri, lalu memberikan ponsel dan dompet nya pada Nova.
Tanpa bertanya dia langsung menerima nya dan memasukkan dalam tasnya dan itu sudah terjadi beberapa hari belakangan ini .
Ke duanya ke luar dari ruangan itu dan bertepatan dengan Raymond dan Reza yang baru saja selesai rapat .
Mereka hanya menundukkan kepalanya sedikit lalu berjalan menuju tujuan masing-masing .
di mana Edward dan Nova langsung memasuki lift,Edward bersandar di dinding lift memasukan tangan nya di saku celananya .
Sampai di lantai bawah Nova bertemu dengan kedua sahabatnya Arya dan Laras .
" Selamat pagi tuan " Sapa ke duanya ,Nova menjawab dengan senyuman sendang kan sang empedu hanya berjalan tanpa peduli dengan sapaan mereka .
" Syukur ganteng ,kaya kalau tidak " Laras menggantung kan ucapan nya sambil mengepalkan tangan nya di udara .
' Sudah ayo, biar dia begitu tapi kamu masih menyukai nya " Laras tersenyum kuda " Dia semakin tampan " Arya menggeleng melanjutkan langkahnya di ikuti Laras .
di dalam mobil Edward membawa sendiri mobilnya dan Nova duduk di sampingnya .
Tidak ada pembahasan apa pun hingga keduanya sampai di salah satu hotel milik keluarga nya .
" Mereka sudah sampai tuan ' Edward hanya mengaguk saja lalu masuk ke dalam hotel di mana semua orang menunduk hormat padanya .
Hingga berhenti di depan pintu yang begitu tinggi,pelayan membuka pintu dari luar .
Ceklek .
" Maaf menunggu lama " Ucap Edward lalu duduk setelah Nova menarik kursi untuknya .
" Tidak papa tuan ,kami baru tiba 5 menit yang lalu " Ucap sang asisten .
" Antarkan minuman " Ucap Nova pada pelayan .
" baik Non " Jawab pelayan
Edward menatap pria yang duduk di depannya datar sejak masuk tadi dia sudah memperhatikan Nova .
" Mulai " Ucap Edward, asisten dari kolega mereka mulai menjelaskan garis besar dari kerja sama mereka dan keuntungan untuk kedua perusahaan .
Sepanjang pembahasan tentang kontrak kerja sama pria yang di depan mereka selalu menatap ke arah Nova sambil tersenyum .
Cantik Ucapnya dalam hati ,apa lagi Nova begitu lancar saat bertanya .
" Selesaikan dengan cepat " Nova menatap Edward lalu mengaguk .
" Untuk kedepannya,kalian bisa menghubungi Tuan Radhi ,karena dia yang akan menangani ini ,jadi untuk kelanjutannya bisa hubungi sekertaris nya " Timpal Edward datar .
" Maksud tuan " Bukan hanya pria itu yang bertanya bahkan asisten dan Nova pun bertanya sekalipun itu hanya dari sorot mata .
" Sebuah kerja sama atau proyek jangan perna libatkan perasaan " Edward menatap lawannya " Dan saya yakin anda paham maksud saya " Ucapnya menekan .
" Saya hanya mengagumi sekertaris anda tuan, apa itu salah ?? " Jawabnya tenang,Nova langsung melotot kan matanya karena sejak tadi dia hanya fokus pada pembahasannya dengan asisten pria itu .
" Bukannya Anda akan menikah sebulan lagi tuan Anton jadi hormati wanita yang akan menjadi pendamping anda nanti " tanya Edward .
" Apa dia wanita anda tuan " Tanya nya tanpa takut .
" Apa perlu aku menjelaskan kehidupan pribadiku " Ucap Edward dingin
Edward langsung berdiri membuat Nova kalang kabut membereskan berkas nya .
" Jika nona kesepian ....."
' Maaf saya permisi " Ucap Nova lalu ke luar dari ruangan itu mengejar Edward .
"Cari tahu tentang nya " Ucap Anton Tersenyum licik .
" Baik tuan " Ucap sang asisten .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Berikan itu pada uncle " Ucap Edward saat keduanya sudah berada di mobil .
" Iya tuan " jawab Nova Gugup .
Dret.....Dret.......
Nova membuka Tasnya dan mengambil ponsel milik Edward .
" Angkat " Nova langsung mengakat panggilan yang dari ponsel Edward menekan tombol pengeras suara.
" Hebm "
" Abang di mana "
" jalan "
" Mommy mau ke perusahaan, Abang mau di bawakan makan juga "
" Hebm "
" Baiklah ,hati² sayang "
" ya " Nova kembali memasukan Hp Edward dalam tas setelah panggilan itu berakhir .
Bahkan dengan nyonya Adara saja begitu Ucap Nova dalam hati .
Dia tidak kaget lagi dengan keluarga Edward yang terkesan Dingin ,bar² dan jangan Lupa keras .
Setelah menempuh perjalan beberapa menit keduanya sudah sampai di perusahaan dan langsung masuk ke dalam karena sedikit lagi jam istirahat .
" Langsung berikan pada mereka " Nova mengaguk saat sudah berada di lantai teratas .
Sedangan Edward langsung masuk dalam ruangannya .
Ceklek
Nova masuk dalam ruangan setelah memberikan berkas dan sedikit menjelaskan pada Radhi dan Rangga .
Lalu dia membuka tasnya mengambil ponsel dan Dompet Edward .
" Pegang " Ucap Edward saat Nova sudah berada di dekat mejanya dan menyimpan miliknya pribadi nya .
" Tapi tuan ...."
" baik tuan " Nova mengambil kembali kedua barang itu saat melihat tatapan datar dan dingin milik Edward lalu kembali ke meja kerjanya .
Apa maksudnya coba Batin Nova kesal lalu menyimpan kembali dompet dan ponsel Edward .
Lalu menatap Edward yang kembali bekerja menatap layar di depannya dengan kedua tangannya di angkat di atas meja .
"Huh sadar Nova ,sampai kapan pun baginya kamu hanya wanita kotor " Gumamnya dengan sendu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟