
" Baby " Panggil Edward .
" Maaf Tuan ,Nyonya ada di belakang bersama tuan muda dan Nona muda kecil " Ujar kepala pelan ,Edward langsung berjalan ke arah belakang menemui istri dan anaknya .
" Baby "
Melihat kedatangan Tuan nya secara perlahan pelayan meninggalkan mereka dan berdiri sedikit menjauh .
" Kenapa di sini ,mana mommy dan yang lainnya " Tanya Edward karena sejak masuk dalam rumah besar itu dia tidak melihat siapa pun .
" Ke salon " Edward melototkan matanya tajam " Mereka meninggalkan mu hanya karena itu " Nova menggeleng " Nova yang memaksa mereka bang, semenjak ada baby four mereka jarang ke salon bahkan tidak perna lagi, mereka juga butuh perawatan bang ,lagian ada pelayan yang menemani kami " Jawab Nova .
" Lalu Opa dan yang lainnya " Tanya Edward lagi ,dia sengaja pulang makan siang di rumah agar bisa melihat keadaan istri nya tapi dia malah melihat jika mereka berbaring di gazebo yang sudah di tutup tirai anti nyamuk ,bahkan Edward baru melihat benda itu .
" Nova suruh mereka ikut " Jawab nya polos .
" Kamu sudah makan " Nova mengaguk " Itu syarat dari Mommy dan Oma aku harus makan tiap jam " Edward menghela napas panjang lalu menatap anak²nya yang begitu pulas " apa tidak papa mereka tidur di sini " Nova mengagguk " pelayan membuat kami nyaman apa Nova perlu meminta mereka membuat seperti ini " Jawab Nova menatap beberapa gazebo yang ada di situ .
" Lakukan yang membuatmu bahagia " Jawab Edward cepat ,lalu dia menatap pelayan membuat salah satu dari mereka mendekat " Bawakan makanan siang kami ke sini " Titah Edward.
" Bawakan baju kaos " Lanjutnya lagi .
" Baik tuan " Jawab Pelayan lalu pergi dari hadapan mereka.
Edward membuka jas dan kemejanya lalu di buang dengan asal di atas rumput membuat Nova melototkan matanya " Abang ....."
" Itu banyak kumannya " jawab Edward tenang lalu merebahkan tubuhnya di samping Ethan dengan tubuh polosnya .
" Rewel tidak pagi ini " Tanya Edward lembut .
" Tidak Daddy " Jawab Nova lembut .
" Kalau Nora " Tanya Edward menatap baby Nora yang ada di samping baby Ethan " Hanya nangis sebentar Daddy tapi tadi mommy kasih Nora susu " Jawab Nova lembut .
" Dia haus " Nova mengaguk " kamu sudah pompa " Tanya Edward lagi .
" Sudah, sebelum mommy pergi " Edward kembali fokus pada anak-anak .
" Tuan " Nova menerima pakaian Edward yang di antar pelayan " Makasih bi " Jawab Nova lembut .
" Iya Nyonya " Jawab Pelayan lalu pamit undur diri, sedangkan pakaian Edward tadi sudah di ambil pelayan yang lainnya .
" Pakai baju dulu Dad " Edward langsung memakai baju nya lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping baby Ethan .
" Apa mereka sudah lama perginya " Nova menggeleng " Mungkin sejam yang lalu " Jawabnya .
"Nanti aku suruh mommy meminta pihak salon ke sini " Ujar Edward.
" Untuk apa " Tanya Nova .
" Kamu " Jawab Edward seadanya " Tidak usah ,aku ....iya badanku juga pegal " Ralat Nova cepat saat Edward menatap nya datar .
Cup ...cup....cup ....
Edward terus mencium pipi gembul Ethan membuat bayi itu terusik .
" Daddy anak² baru selesai makan jangan di ganggu " Edward terus terus mencium Ethan hingga bayi gembul itu membuka matanya .
" Hei Daddy di sini " Ujar Edward tersenyum, Edward menggegerkan kedua tangan dan kakinya membuat Edward semakin tersenyum .
" Maaf tuan, nyonya " Nova menerima piring makanan dan juga minuman serta buah lalu meletakan bagian ujung .
" Makan dulu Dad " Edward menatap Nova " Suapin aku masih main sama Ethan " Jawab Edward .
" minum dulu " Edward menerima gelas yang di berikan istrinya lalu Nova mengambil piring makan Edward mendekati pria itu .
" Daddy " Edward langsung bangun sambil memegang tangan baby Ethan .
" Tidak makan " Nova menggeleng " Buah saja " Jawabnya, Edward mengaguk saja lalu menggendong baby Ethan meletakan di dadanya .
" Bantal nya di pindahkan samping Nora Dad " Edward melakukan hal yang di ucapkan Nova, sesekali dia menatap ketiga anaknya " Mereka begitu tenang " Ujar Edward.
" Di sini enak ,sejuk Dad makanya mereka nyaman " Jawab Nova kembali menyuapi Edward .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Apa tadi anak² rewel " Tanya Adara,kini mereka berada di ruangan keluarga .
" Iya Dad " Jawab Elvi tersenyum .
" Besok Oma kalian akan pulang dan dia akan di rawat di sini " Ujar Davin .
" Apa tidak papa yah " Tanya Radhi .
"Semoga tidak papa ,karena Oma bosan berada di sana !! Dia ingin dekat dengan kalian di sana dia tidak puas saat kalian menjenguknya padahal itu tiap hari " Jawab Davin.
" Papa kalian sudah menyiapkan semua yang di butuhkan tidak perlu khawatir,Oma hanya memikirkan keadaan Opa kalian yang tiap pagi harus ke sana " Ujar Henry .
" Jadi besok Rif'at sama ayah pulang nya langsung sama Oma " Tanya Amanda karena malam ini yang menjaga Mommy Ellena Rif'at dan Alan .
" Mungkin agak sore ,karena harus memastikan semuanya dulu " Jawab Davin .
" Kalau begitu tempat Tidur nya di ganti saja,nanti Oma tidak nyaman " Ujar Amanda .
" Besok semua akan di rapikan ' Jawab Jose .
" Untuk makanan mommy biarkan chef ,jadi dia hanya mengurus makan mommy sama Nova " Ujar Jeje .
" Iya Mas " jawab Elvi dan Ana .
" Apa anak² bisa ke sana Dad " Tanya Adara .
" Bisa, asal jangan terlalu lama bagaimana pun itu ruangan perawatan " Jawab Davin. .
" Anak Oma kenapa Hm " Ujar Elvi lembut saat merasakan gerakan kecil dari baby Nora .
" Dad tolong hangat kan susu Nora " Henry langsung berdiri tapi langsung di cegah Ana.
" Biar Ana saja mas ,sekalian hangatinya " Ujar Ana .
" Makasih " Ana mengaguk tersenyum .
" Haus iya " Ujar Elvi sambil meletakan jari telunjuk nya yang di tekuk , Edward dan Nova hanya tersenyum melihat itu .
" Dia lucu sekali " Nova mengaguk tersenyum .
" Enzi juga mau minum " Tanya Raymond mengelus pipi Enzi .
" Iya Daddy ,Enzi lapar " Jawab Adara menirukan suara anak kecil .
Tidak berselang lama Ana kembali sambil membawa 4 botol susu .
" Waktunya makan " Ujar Ana tersenyum .
" Makasih Oma " Jawab Adara ,dan Raine .
" Iya sayang, makan yang banyak " Jawab ana mencium pipi kedua bayi yang ada di gendongan mereka .
" Sepertinya kita harus memelihara sapi perah " Ujar Jeje tersenyum menatap baby four mengisap dot begitu kuat .
" Tidak perlu heran , karena induknya juga begitu " Timpal Jose menatap Edward yang hanya tersenyum .
" Berbagi itu indah Opa " Jawab Edward .
" Bukan berbagi tapi Abang rakus " Jawab Rangga
" Kau akan rasakan nanti bagaimana nikmatnya " Jawab Edward cepat .
" Jorok " Jawab El merinding,membuat mereka tertawa " Jangan di banyangkan kak " Ujar Radhi .
" Apa yang kakak pikirkan " Tanya Raymond menatap El yang duduk di samping nya " tidak ada " Jawabnya tersenyum kuda , Raymond ikut tersenyum lalu mencium kening El dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟