
Nova sudah siap dengan hari barunya , Setelah di antar kedua orangtuanya, membantu nya mencari kost yang dekat dengan perusahaan .
Lalu belanja kebutuhan kost dan yang lainnya kedua orang tuanya memutuskan kembali karena bermalam pun itu pasti tidak mungkin sekalipun kost nya lumayan besar ada dapur kecil dan kamar mandi malam tapi tempat tidur mereka tidak muat dan Nova belum beli karpet karena kata ibunya pelan² saja .
Nova menghirup aroma pagi dengan senyuman manisnya .
" Semangat Nova ,kita memulai hari barumu " Gumamnya lalu memasuki perusahaan yang menjulang tinggi menuju meja resepsionis sambil memegang Map coklat .
" Ada yang bisa saya bantu Nona " Tanya resepsionis ramah .
" Apa tuan Reza sudah datang " Tanya Nova lembut .
" Belum Non,mungkin sedikit lagi !! Apa anda sudah buat janji " Nova mengaguk " Anda bisa menunggu di kursi itu " Tunjuknya pada salah satu kursi .
" Makasih " Ucapnya lalu duduk di kursi yang di tunjuk tadi .
" Perusahaan yang bagus, bahkan resepsionis nya pun begitu ramah " Gumam Nova lalu kembali memeriksa map nya takut ada yang kelupaan .
Tidak berselang lama Raymond dan Reza datang sang resepsionis pun langsung mendekat membuat langkah ke duanya berhenti .
" Maaf tuan, Nona itu menunggu anda sejak tadi " Keduanya menatap ke kursi .
" Kembali bekerja " Resepsionis mengaguk lalu kembali ke mejanya .
" Ikut " Nova Langsung menatap ke depan dengan cepat dia langsung berdiri dan membereskan berkasnya memasukkan dalam Map .
" Baik tuan " Nova mengikuti kedua laki² itu dari belakang lalu masuk dalam lift .
" Mana " Nova yang paham pun memberikan Map nya pada Reza dan di periksa dengan teliti .
Hingga mereka sampai di lantai teratas Reza masih melihat semua yang di bawah Nova .
Mereka ke luar dari lift menuju ruangan mereka,Nova tetap mengikuti dari belakang hingga mereka sampai di Ruangan .
" Duduk " Nova mengaguk lalu duduk di sofa dengan tenang menunggu kedua pria itu yang ke meja kerjanya .
Ruangan CEO memang beda iya ,luas dan pastinya sangat bagus Ucap Nova dalam hati .
Pantasan tuan Raymond dan tuan Reza sangat betah di perusahaan lah ruangannya begini adem bawaannya ingin tiduran Lanjutnya lagi dalam hati .
" Kamu akan bekerja jadi sekertaris ku membantu Reza mengatur jadwalku dan yang lainnya " Ucap Raymond sambil berjalan menuju sofa begitu juga Reza yang membawa beberapa berkas dan iPad serta laptop kerja .
" Ini " Reza menyimpan semuanya di atas meja depan Nova .
" Saya tidak perlu mengajarkan bukan,buktikan itu dari nilaimu " Nova mengerjapkan matanya menatap berkas di depannya .
" Iya Tuan " Jawab Nova terbata .
Hari pertamanya masuk dia mengira akan melakukan beberapa pemeriksaan dulu nyatanya dia langsung di hadapkan dengan setumpuk berkas .
Eliza Uncle mu sangat menakutkan teriak Nova tentunya itu hanya dalam hati mana berani dia mengeluarkan suaranya .
" Jangan pernah campurkan urusan pribadi dengan pekerjaan karena saya membenci itu " Ucap Raymond tegas .
" Iya Tuan " Jawab Nova , sekalipun dia bingung dengan maksud Bosnya .
" Mejamu ada di depan,dan jika ada yang ingin bertemu konfirmasi dulu baru kamu mengizinkan untuk ke sini " Ucap Reza .
" Iya tuan " Jawab intan .
" Ke luar lah " Nova langsung mengambil berkas iPad dan laptop kerjanya lalu ke luar dari ruangan bosnya di bantu dengan Reza membukakan pintu untuk nya .
" Terimakasih tuan " Reza hanya mengaguk lalu kembali menutup pintu ruangan .
Nova menyimpan berkas yang di berikan Reza lalu menghidupkan laptop dan juga iPad nya .
" Semangat Nova " Ucap Nova tersenyum sekalipun berat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Abang ,kakak " Pekik Eliza saat memasuki apartemen milik Edward dan Rangga .
" ABANG " teriak Eliza membuat kedua pria itu ke luar dari tempat persembunyiannya di mana lagi kalau bukan kamar .
" Kau selalu seperti itu , Kau tidak tahu leher kakak sudah sakit " Edward duduk di sofa di susul Rangga .
" Aku tidak menyuruh Kakak berteriak " Jawabnya dengan tenang .
" Temanin kakak ayo " Ucap Eliza .
' Ada pengawal ' Jawab Rangga
" Cepat " Ucap Eliza kesal .
Edward dan Rangga hanya mendengus saja lalu kembali ke kamar mengambil jaket lalu ke luar .
" Ayo " Eliza merangkul kedua tangan sepupunya ke luar dari apartemen itu .
" Mau ke mana sih " Tanya Rangga kesal .
" Ikut saja " Jawabnya singkat .
Sesampai nya di loby pengawal sudah menunggu Eliza lalu mereka masuk dalam mobil .
" Ke restoran xx pak " Rangga dan Edward langsung menatap Eliza .
" Aku malas datang sendirian, jadi aku membawa kalian " Ucap Eliza Tersenyum kuda .
" Baik Non " Jawab sang supir .
Rangga dan Edward hanya menghela napas panjang kenapa susah sekali menolak keinginan wanita satu ini .
Tak
" Abang " Pekik Eliza ,karena Edward menjitak kepalanya karena gemas yang selalu bertindak sesuka hatinya .
" Itu lebih baik " Jawab Edward kesal sedang kan Rangga hanya tersenyum .
Hingga akhirnya mereka sampai di restoran dan mereka sudah di sambut teman² Eliza lebih tepatnya teman wanitanya .
" Siapa Za " Tanya seorang wanita .
" Pacarku " Jawabnya tenang lalu membawa Edward dan Rangga duduk .
" Serius " Eliza mengagguk " Dua² nya " Eliza kembali mengaguk .
" Aku tidak percaya " Dengan percaya dirinya Eliza mencium kedua pipi sepupunya itu membuat Edward dan Rangga kesal bukan main .
" Puas " Ucapnya tersenyum .
" Bagi satu dong " Ucap yang lainnya .
" Jika kamu bisa merayunya dengan senang hati aku memberikan " Ucap Eliza tertawa kecil .
" Kakak " Pekik keduanya membuat Eliza tertawa " Mereka adikku " Ucap Eliza Tersenyum .
" Hai " Edward hanya menatap tangan itu tanpa berniat menyambut nya .
" Aku saja, mereka tidak terbiasa dengan orang baru " Ucap Eliza menyambut tangan temannya .
" Sudah jangan perhatian mereka,anggap saja mereka tidak ada " Ucap Eliza .
Edward dan Rangga hanya diam saja melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan Eliza yang bercerita dengan teman wanitanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟